Sekilas Sejarah Negara Arab Saudi

Sejarah Negara Arab Saudi - Sejarah orang Arab sering dihubungkan dengan Bani Qahthan dan Bani Adnaniyah. Bani Qahthan menjadi penduduk di Yaman dan mendirikan antara lain Kerajaan Saba kira-kira abad 8 Sebelum Masehi. Bani Adnaniyah tinggal di Hedjaz, Nejd, dan Tihama. Dari Bani Adnaniyah terpencar beberapa kabilah, diantaranya Bani Kinanah. Dari Bani Kinanah diturunkan kabilah Quraisy.

Nabi besar Muhammad saw ialah keturunan Quraisy, lahir di Mekah pada tahun 570. Setelah diangkat menjadi Rasulullah, beliau mendapat perlawanan dari orang Quraisy. Akhirnya dengan petunjuk Allah beliau berhijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Hal ini pernah kami ulas di sejarah Islam: Cerita kisah Nabi Muhamad SAW

Gambar Kabah tempat suci di Mekah

Di Madinah, Nabi besar Muhammad saw membangun umat Islam menjadi masyarakat yang maju. Sepeninggal beliau, kedudukan sebagai pemimpin negara digantikan oleh khalifah. Dalam masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, ibu kota dipindahkan dari Madinah ke Kuffah di Mesopotamia.

Kejadian penting setelah ibu kota pindah dari Madinah, ialah lahirnya gerakan Wahabi yang dibangun oleh Muhammad ibnu Abdul Wahab pada tahun 1703 - 1792, seorang amir dari Dariya. Kaum Wahabi berusaha mengembangkan gerakan tersebut dan menguasai bagian tengah dan timur Semenanjung Arab.

Dalam tahun 1802, Mekah jatuh ke tangan kaum Wahabi. Abdul Aziz ibnu Saud (1880-1953) menduduki kembali kota Riyadh tahun 1902, Nejd tahun 1906, dan bagian timur Arab menjelang perang Dunia.

Setelah Perang Dunia I bagian barat diserang dan direbut dari kekuasaan Syarif Hussein. Kerajaan arab Saudi diumumkan pada tahun 1932.

Tahun 1932 itu juga Nejd, Hedjaz, dan tanah lainnya milik Ibnu Saud di Semenanjung Arab disatukan dengan Arab Saudi. Raja Ibnu Saud adalah juga pemimpin rohani (imam) aliran Wahabi dan pelindung tempat suci Mekah dan Madinah.

Demikian Sekilas Sejarah Negara Arab Saudi, semoga menuai manfaat.

Sistem Pemerintahan dan Perekonomian Arab Saudi

Sistem Pemerintahan dan Perekonomian Arab Saudi - Raja di Arab Saudi memegang fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Ia juga memiliki hak istimewa untuk membentuk dan membubarkan Dewan Menteri, dan calon anggota dewan harus bersumpah setia kepadanya sebelum diangkat. Kendati Dewan Menteri sebenarnya bertanggung jawab atas masalah pemerintahan, badan ini juga menjadi badan legislatif.

Pergantian raja tidak terjadi dengan sendirinya. Putra mahkota ditunjuk oleh keluarga raja dengan dukungan para ulama dan Dewan Menteri. Dewan Menteri juga bertugas mengawasi pemerintahan daerah.

Kerajaan di bagi atas empat belas daerah pemerintahan distrik. Di tiap daerah ditempatkan pejabat dari pusat, yang memberi laporan secara langsung kepada Dewan Menteri. Para Gubernur bertanggung jawab atas masalah keuangan, kesehatan, pendidikan dan pertanian.

Dalam bidang pengadilan, banding terakhir diajukan kepada raja, dan raja berkuasa memberikan grasi.

Gambar Tambang minyak Arab Saudi

Perekonomian Arab Saudi

Penopang perekonomian utama Arab Saudi adalah sumber alam. Sumber alam terpenting Arab Saudi adalah minyak. Ladang minyak negeri ini diperkirakan mengandung sekitar seperempat dari persediaan minyak dunia. Ladang minyak tersebut terletak di bagian timur dan di Teluk Persia.

Berkat pertambangan minyak, ekonomi Arab Saudi berkembang pesat. Sekitar sepertiga (32%) dari pendapatan nasional diperoleh dari pertambangan, kendati hanya 6 persen tenaga kerja yang dapat diserap sektor ini.

Di luar industri minyak, tidak ada banyak industri di Arab Saudi. Barang industri utama dari negeri ini adalah semen, metanol, pupuk, dan bahan pangan. Pemerintah berusaha mengembangkan industri baru, sekalipun industri minyak telah berkembang begitu pesat. Untuk itu pemerintah mendatangkan banyak tenag ahli, terutama dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Hasil pertanian di Arab Saudi sangat terbatas, tanaman utama di sini adalah kurma. Sebagian besar tanah pertanian di oase-oase ditanami kurma, tanaman serba guna, bijinya dan tampuk bunganya digunakan untuk makanan ternak, seratnya untuk tali dan tikar, daun dengan tangkainya untuk kayu bakar, dan batangnya untuk bahan bangunan. Berbagai hasil pertanian lain, diantaranya gandum, padi, jagung, dan sorgum tidak dapat mencukupi kehidupan dalam negeri.

Akibat terbatasnya hasil pertanian Arab Saudi, negeri ini harus mengimpor banyak bahan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan penduduk kota. Memang pemerintah terus berusaha untuk mengembangkan sektor pertanian, antara lain dengan menyediakan tempat menetap bagi suku-suku pengembara, memperluas daerah pertanian dan meningkatkan teknik pertanian.

Namun, hingga kini, dari sekitar 15% tanah yang dapat dibudidayakan baru sekitar 3% yang ditanami. Hal ini disebabkan oleh kesulitan irigasi. Sebagian besar dari tanah pertanian tersebut diairi dengan air sumur atau air yang didatangkan dari tempat lain. Dan pertanian dengan cara tradisional masih banyak dilakukan penduduk.

Kurangnya sumber air juga menyebabkan terbatasnya hasil peternakan. Ternak utama di Arab Saudi adalah unta, yang masih banyak digunakan sebagai sarana transportasi digurun selain berfungsi sebagai sumber daging, susu, dan kulit. Biri-biri dan kambing juga banyak diternakkan di negara ini.

Barang ekspor satu-satunya dari Arab Saudi adalah minyak, sebagian besar diekspor ke Jepang, amerika Serikat, dan negara-negara Eropa Barat. Sedangkan barang-barang impor antara lain: mesin, bahan pangan, tembak*u, peralatan transportasi dan tekstil, didatangkan terutama dari Amerika Serikat, Jepang dan Jerman Barat.

Sebagian besar minyak ekspor dikirim ke luar negeri lewat pelabuhan Ras Tannurah di Teluk Persia. Hubungan udara dalam negeri dilayani oleh sebuah maskapai penerbangan milik pemerintah. Di Dhahran, Jiddah, dan Riyadh terdapat bandara internasional.

Baca juga:

Demikian Sistem Pemerintahan dan Perekonomian Arab Saudi, semoga menjadi tambahan pengetahuan.

Sejarah Transportasi di Asia

Sistem transportasi di Asia sudah cukup berkembang, kendati hewan masih cukup berperan sebagai sarana pengangkutan di beberapa negara, terutama di kawasan pedalaman. Sejumlah sungai dapat dilayari sampai jauh ke pedalaman. Di negara-negara yang terkungkung daratan, hubungan udara memegang peranan khusus.

Transportasi Darat Asia

Jalan kereta api terpanjang di Asia adalah Trans-Siberia menghubungkan Moskwa di Eropa dengan Vladivostok di pantai timur Asia dengan panjang 13.580 km. Rute jalan kereta api India seluruhnya tercatat 61.000 km merupakan yang terpanjang dibandingkan dengan rute jalan kereta api di negara-ngera lain di Asia.

Setelah itu menyusul Cina (56.000 km), Jepang (26.500 km), Pakistan (9.000 km), Indonesia (6.500 km), dan Korea Selatan (6.300 km).

Rute jalan raya terpadat berstandar internasional berada di Jepang, bahkan Jepang telah menggunakan sistem sub-way dan high-way. Sesudah Jepang menyusul Hongkong, Singapura, dan Taiwan. Jalur jalan raya masih kurang memadai jika dibandingkan dengan luas wilayah masing-masing negara.

Penambahan jalur jalan raya baru berkaitan dengan rencana pembangunan regional. Indonesia misalnya, dalam program Pelita I dan II telah membangun jalan-jalan raya ekonomi melalui wilayah-wilayah yang direncanakan harus berkembang, baik di Pulau Jawa meupun di luar Pulau Jawa.

Malaysia juga telah membangun jalan-jalan raya yang sama sekali baru, melewati daerah-daerah bagian timur Semenanjung Malaya, yang sebelumnya berstatus sebagai wilayah terbelakang. Sejalan dengan pembangunan jalan raya baru tersebut, pemerintah Malaysia telah membangun areal perindustrian di wilayah tersebut.

Peta jalur kereta api Trans-Siberia
Peta Jalur kereta api Trans-Siberia yang mrupakan jalur kereta api terpanjang menghubungkan Moskwa di Eropa dengan Vladivostok di pantai timur Asia dengan panjang 13.580 km

Transportasi Laut Asia

Fasilitas angkutan laut di Asia, sejak dasawarsa yang lalu telah berkembang pesat, teristimewa di Jepang, Tiwan, Singapura, dan Hongkong, sebab urat nadi perekonomian negara-negara ini sebagian besar tergantung pada jasa armada angkutan laut.

Bahkan Jepang telah mampu memproduksi kapal-kapal tanker raksasa untuk mengengkut minyak mentah dari negara-negara Teluk Persia, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi kelangsungan industrinya.

Beberapa negara Asia lainnya telah meningkatkan kemampuan armada  angkutan lautnya, misalnya Iran, Malaysia, dan Indonesia. Jalur lalu lintas laut yang paling ramai dilalui oleh kapal-kapal laut berbagai ukuran adalah jalur pelayaran antara Teluk Persia, Selat Malaka, Selat Singapura, Laut Cina Selatan, dan Jepang.

Kapal-kapal tanker Jepang berbagai ukuran menguasai jalur lalu-lintas laut di kawasan ini. Untuk mempersingkat jalan laut antara Asia Barat dan Asia Selatan dengan Asia Timur sudah ada rencana untuk membuka terusan di Thailand Selatan, tepatnya terusan tersebut akan digali pada wilayah Tanah Genting Kra.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda realisasi penggarapan terusan tersebut, baik oleh pemerintah Thailand maupun oleh badan-badan internasional yang berminat menanam modal dalam penggalian terusan itu.

Transportasi Laut Asia

Perusahaan penerbangan negara-negara Asia telah menggunakan jenis pesawat terbang mutakhir, antara lain jenis Jumbo Jet dan Boeing, terutama untuk melayani jaringan-jaringan penerbangan antarnegara dan antarbenua.

Baca juga:

Demikian sekilas Sejarah Transportasi di Asia, semoga menjadi catatan pengetahuan.

Sejarah Industri di Asia

Sejarah Industri di Benua Asia - Negara industri yang paling terkemuka di Asia adalah Jepang, disusul Taiwan, Korea Singapura, Cina, dan Hongkong. Pada kelompok negara Teluk Persia telah berkembang industri petrokimia. Beberapa negara berkembang seperti negara-negara Asia Tenggara, India, dan Pakistan sedang membangun sektor perindustriannya.

Di Asia Barat industri yang mengolah bahan baku dari minyak bumi berkembang dengan pesat. Kendati demikian, industri yang mengolah bahan dasar dari produk bidang pertanian tidak dikesampingkan, diantaranya industri industri permadani, karpet, tekstil, kopi, kurma, dan gandum. Permadani dan karpet Persia (Iran) termasyhur di dunia, karena berkualitas tinggi.

Di kawasan Asia Selatan, India memiliki lebih banyak industri dibandingkan dengan negara-negara lain, baik industri ringan maupun industri berat. Industri berat yang berpusat di Jamshedpur telah memproduksi berbagai ragam mesin, motor-dinamo, rel, dan pompa air; selain itu India sedang mengambangkan industri berat dengan tenaga nuklir.

Di Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka, terdapat industri karung goni, beras, yute teh, mentega dan minyak kelapa.

Gambar Industri baja di Asia Tenggara

Di kawasan Asia Tengah juga telah berkembang berbagai industri. Salah satu yang terpenting adalah industri besi baja, yang terdapat di Kuzbass (Siberia barat), Karaganda (Kazakstan), dan Transkaukasus, Soviet Asia juga semakin penting dalam industri metalurgi, kimia, tekstil, dan industri ringan.

Negara-negara Asia Tenggara sedang merintis jalan menuju negara industri. Untuk mendorong laju perkembangan sektor industri, negara-negara tersebut mengundang investor asing sebagai partner pengelola proyek industri. Baik Bank Dunia maupun Bank Asia, turut berpartisipasi, dengan jalan memberikan kredit investasi berbunga rendah kepada negara-negara Asia Tenggara, untuk membiayai program pembangunannya.

Kelompok negara-negara agraria mengutamakan pengembangan industri yang mengolah produk pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan alat pertanian dan rumah tangga, di sana-sini telah berdiri industri peleburan besi baja dan industri yang memproduksi alat-alat elektronik.

Singapura cenderung untuk mengembangkan industri kimia, alat-alat elektronik, alat-alat pertanian, pabrik pengalengan ikan maupun produk pertanian yang dipasarkan ke konsumen di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Di sektor lain, Singapura juga membina industri pengilangan minyak bumi yang bahan dasarnya diimpor dari luar negeri. Investor asing yang menanamkan modalnya di negara-negara Asia Tenggara, teristimewa di Indonesia, cenderung memilih bidang kimia (farmasi), perakitan alat elektronik, dan perakitan kendaraan bermotor.

Proses pertumbuhan industri berat di Asia Tenggara didukung oleh proyek regional bertaraf nasional. Untuk mendorong laju pertumbuhan industri berat di Sumatra, misalnya Indoensia telah membangun proyek PLTA Asahan.

Malaysia telah mengembangkan industri petrokimia dan kilang minyak di Kuala Trenggani (Semenanjung Malaya bagian timur). Sumber energi seperti gas alam dan tenaga panas bumi (geothermal) di Indonesia dan Filipina dikembangkan untuk menunjang pertumbuhan industri berat.

Tetapi puast perindustrian Asia paling banyak terdapat di Asia Timur. Yang terbesar diantaranya adalah Wuhan, Baotou, Anshan, Nanjing (Nan King), Kunming (Cina), Tokyo, Yokohama, Osaka, Kobe, Kyoto, Nagoya (Jepang), Pyongyang, Seoul, Chongjin, dan Pusan (Semenanjung Korea).

Sejarah pertambangan Benua Asia

Sejarah pertambangan Benua Asia - Benua Asia kaya akan barang tambang, terutama minyak bumi, batu bara, bijih besi, timah putih, tembaga, dan nikel. Cadangan minyak bumi terbesar terdapat di Timur Tengah, Asia Tenggara (Indonesia, Myanmar), dan Asia Timur/Utara (Cina, Siberia, Jepang). Pertambangan batu bara terdapat di Siberia, Cina Timur, Jepang, Indonesia

Bijih besi paling banyak terdapat di jalur Pegunungan Ural, wilayah Asia Timur (Cina, Jepang, Korea) dan di Asia Selatan (India). Timah putih banyak terdapat di Malaysia, Indonesia, dan Thailand (pesisir barat). Tembaga terdapat di Indonesia (Papua), Filipina (Pulau Luzon), dan Sabah.

Sedangkan nikel banyak terdapat di Indonesia (Papua, Sulawesi Tengah, Halmahera). Di samping itu, ada juga bahan-bahan mineral lain yang tersebar pada lokasi yang terpisah-pisah, seperti emas, perak, intan, bauksit, seng, timah hitam, mangan, molibdenum, fosfat, dan tras.

Di antara negara Asia yang telah mengeksploitasi seoptimal mungkin sumber alamnya adalah negara Jepang. Hal ini erat kaitannya dengan kebangkitan Jepang menjadi negara industri setelah mengalami kehancuran pada Perang Dunia II.

Kebangkitan negeri Sakura ini kami ulas pada artikel sejarah: Masa kebangkitan Jepang

Gambar Pertambangan minyak lepas pantai Asia

Selain Jepang, Korea pun telah mengintensifkan usaha-usaha eksploitasi kekayaan sumber alamnya, sehingga Korea (baik utara maupun selatan) telah berkembang menjadi negara industri. Semenanjung Korea mengandung bijih besi, batu bara, emas, perak, timah hitam, seng, wolfram, dan grafit.

Di kawasan Timur Tengah, sumber alam terpenting adalah minyak mentah. Disamping itu, Dataran Tinggi dan Gurun Sinai mengandung mangan, fosfat, dan garam. Barang tambang lainnya seperti komit (Iran Selatan), batu bara, dan bijih besi (Iran Utara) dapat dikatakan hanya sedikit.

Asia Tengah juga kaya akan berbagai bahan tambang. Samarkand, Kashi, Tashkent, Frunze, Alma-Ata, kaya akan minyak bumi, uranium, tembaga, seng, timah hitam, dan batu bara muda. Pada lokasi pesisir timur Laut Kaspia telah dieksploitasi minyak bumi, fosfat  dan mangan.

Cadangan mineral di Asia Selatan meliputi bijih besi, batu bara, mangan, titanium, dan bauksit (India); batu bara kromit, bijih besi, minyak bumi (Pakistan): grafit dan batu mulia (Sri Lanka); Bangladesh memiliki tambang minyak tanah.


Asia Tenggara mengandung endapan-endapan minyak bumi, baik di daratan maupun di lepas pantai. Potensi minyak bumi yang terkandung ternyata lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Perairan Kepulauan Natuna-Anambas (Indonesia), misalnya setelah diselidiki secara intensif dapat melahirkan dua sumur minyak. Beberapa pulau yang bertebaran di Teluk Thailand, diduga mengandung minyak bumi yang belum diuji dengan pengeboran (1985).

Pertambangan minyak mentah di daratan terdapat di Indonesia (Sumatra, Papua, dan Pulau Jawa), Myanmar Tengah, Semenanjung Malaya bagian timur (Malaysia), dan Brunei. Negara Produsen minyak mentah terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia, pada kisaran tahun 1974 produksinya mencapai 1.5 biliun barel, disusul Myanmar dan Brunei Darussalam.

Di samping minyak mentah, kawasan Asia Tenggara banyak menghasilkan timah putih, yang dieksploitasi secara intensif oleh Malaysia yang menduduki peringkat pertama dalam produksi dunia tahun 1973 sebesar 72.300 ton.

Indonesia menduduki urutan ke-2 di lingkungan Asia Tenggara, dan Thailand (di wilayah pesisir barat pada kepulauan Margu di Teluk Martaban). Deposit tembaga terbesar di Asia Tenggara dimiliki ileh Indonesia, Filipina, Sabah (Malaysia Timur). Barang tambang penting lainnya adalah nikel, batu bara, bauksit, kromit, tras, bijih besi, emas, perak, intan, seng, molibdenum, dan uranium

Lokasi pertambangan di Asia Timur sebagain besar berada di daerah dataran rendah aliran Sungai Hwang dan Sungai Yangtse, berupa pertambangan batu bara di dua ladang besar (Shensi dan Shansi) dan dua lokasi yang berdekatan di sebelah barat daya Peking (Beijing).

Bijih besi digali di Kalgan (Zhangjiakou), Baotou Barat, dan Chengdu Timur. Garam ditambang di Chengtu Timur. Di sebelah selatan aliran Sungai Yangtse, di selatan kota Wuhan terdapat bijih besi, batu bara, wolfram, dan antimoni (stibium).

Pulau Hainan menghasilkan bijih besi, batu bara, dan belerang. Sedangkan di Taiwan menghasilkan batu bara. Cadangan mineral telah dikelola sedemikian intensif di wilayah Semenanjung Korea dan jepang. Hasil tambang di Semenanjung Korea meliputi bijih besi, emas, perak, timah hitam, seng, tembaga, kromit, dan pirit.

Kehutanan Benua Asia

Hutan masih memegang peranan penting di Asia, khususnya di negara-negara yang mempunyai hutan yang luas, walaupun ada kecenderungan untuk tidak terlalu mengeksploitasi hutan.

Gambar Hutan asia yang sangat lebat

Negara-negara penghasil kayu gelondongan terbesar di Asia adalah Cina, India, Indoensia, dan Malaysia menghasilkan sekitar 22% (697 juta m3 pada tahun 1985) dari seluruh hasil kayu gelondongan dunia.

Sejarah Peternakan di Benua Asia

Sejarah Peternakan di Benua Asia - Di Asia, pada era tahun 1989 peternakan belum dikembangkan secara komersial seperti dinegara-negara Eropa, Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru. Peternakan meliputi biri-biri, kambing, babi, lembu, yak, unta, dan unggas.

Pemeliharaan ternak di Asia erat hubungannya dengan aktivitas bidang pertanian. Hewan ternak seperti kerbau dan lembu adalah ternak serbaguna bagi masyarakat petani khususnya di Asia Tenggara., yakni berfungsi sebagai sarana angkutan dan pengolahan tanah.

Lain halnya dengan di India, lembu dianggap binatang suci dan dagingnya tidak dimakan. Akibatnya, ternak lembu tidak dapat dikembangkan secara besar-besaran untuk tujuan komersial.

Di Myanmar dan Thailand, gajah dipelihara untuk keperluan sarana angkutan dalam pengangkuatan kayu dihutan. Babi dan unggas banyak dipelihara di Asia Timur dan Asia Tenggara. Di Timur Tengah ternak terpenting adalah unta, disamping bagal, biri-biri, dan kuda.

Gambar Lembu India di sembah manusia
Di India, lembu dianggap hewan suci atau dewa yang disembah manusia.

Perikanan di Asia

Asia Timur, khususnya perairan sekitar kepulauan Jepang, kaya akan berbagai jenis hasil laut seperti sardin, haring makerel, salem, tuna, dan tiram. Jepang kini menduduki tempat pertama di antara negara-negara penghasil ikan terbesar di dunia.

Di Jepang dan Korea, tiram kini telah dibudidayakan untuk mendapatkan mutiara imitasi. Selain di perairan Jepang, ikan juga banyak terdapat di perairan Semenanjung Korea, Teluk Tonkin, Laut Cina Slatan, dan Teluk Benggala. Penghasil ikan terbanyak di Asia adalah Jepang, RRC, India, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia. Hasil ikan dari keenam negara ini 27.873.000 ton pada tahun 1985 mencapai sepertiga dari hasil ikan dunia.

Ekonomi dan Pertanian di Asia

Ekonomi dan Pertanian di Asia - Umumnya, negara-negara Asia memiliki potensi besar untuk pengembangan perekonomiannya. Dalam beberapa produk pertanian seperti beras, dan gandum, Asia memegang peranan yang sangat penting, demikian juga dalam hal berbagai bahan tambang dan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Kendati demikian, ada berbagai faktor yang menimbulkan hambatan terhadap perekonomian negara-negara di Asia. Di satu pihak sejumlah negara seperti negara-negara industri dapat dikatakan sangat dinamis dan tetap menunjukkan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi di tengah resesi ekonomi dunia.

Tetapi dilain pihak jauh lebih banyak negara yang tidak begitu berkembang, malahan perekonomian beberapa negara justru mengalami kemunduran akibat konflik intern atau konflik dengan negara lain yang berkepanjangan.

Gambar Pertanian padi di Cina dan Kamboja

Pertanian di Asia

Secara umum, pertanian menjadi sektor ekonomi terpenting di Asia. Sebagian besar tenaga kerja Asia diserap oleh sektor pertanian. Kendati sektor ini masih mengalami berbagai masalah, terutama akibat keterbelakangan teknologi pertanian di berbagai kawasan, hasilnya sangat besar.

Dalam hal beras, misalnya, delapan produsen terbesar negara-negara Asia yaitu RRC, India, Indonesia, Bangladesh, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Jepang. Hasil beras dari kedelapan negara ini mencakup sekitar 85% dari seluruh produk beras dunia.

Dan diantara sepuluh produsen gandum terbesar di dunia, empat adalah negara Asia, yaitu RRC, India, Turki, dan Pakistan. Hasil gandum dari keempat negara tersebut hampir mencapai sepertiga dari seluruh produk gandum dunia.

Di Asia Barat (Asia Kecil), daerah pertanian terbentang di seputar pesisir Laut Tengah dan Laut Hitam bagian selatan. Sedangkan di Timur Tengah, usaha pertanian terpencar di lokasi oase, teristimewa di kawasan Gurun Arab dan sebagian wilayah Irak dan Iran.

Kawasan sepanjang aliran Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, Pantai Yaman, Aden, dan Oman menjadi daerah pertanian terbaik serta terluas di seluruh Timur Tengah. Yaman terkenal sebagai produsen kopi terbesar di lingkungan Timur Tengah, khususnya bagi wilayah Semenanjung Arab.

Kurma menjadi tanaman penting di Arab Saudi, Irak, Iran, dan Oman. Irak dikenal sebagai produsen kapas berkualitas tinggi, di samping sebagai penghasil tembako, gandum, padi, kacang, dan kedelai.

Di kawasan Asia Selatan, daerah pertanian yang baik terdapat di sepanjang aliran Sungai Gangga, negara bagian Assam (India), aliran Sungai Indus (Pakistan) dan Sri Lanka. Hasil utamanya adalah padi (India, Bangladesh, Pakistan), teh (India, Sri Lanka), sorgum, gandum kapas (India), tebu (India, Pakistan), yute, sisal (India, Pakistan, Bangladesh).

Wilayah Asia Tengah bagian barat merupakan daerah pertanian yang baik. Curah hujan yang cukup lebat dan adanya sungai-sungai sebagai saluran pengairan (Sungai Syrdarya, Sungai Amudarya, Sungai Irtys) menjadi unsur pendukung utama keseuburan wilayah ini.

Gandum, kapas, sutera, dan buah-buahan merupakan produk pertanian yang penting dari kawasan ini. Wilayah selatan Uni Soviet, teristimewa Republik Uzbekistan dan Republik Kazakstan, potensial menjadi lumbung gandum. Ternak yang banyak mendapat perhatian masyarakat ialah kuda, lembu, biri-biri, dan kambing.

Hutan pohon berdaun jarum yang tumbuh subur di punggung pegunungan dijadikan sumber bahan baku industri perkayuan dan kertas, terutama untuk konsumsi industri di kota Tashkent, ibu kota Republik Uzbekistan.

Dengan dataran rendah yang subur serta luas, sinar matahari, curah hujan yang cukup lebat, dan banyak sungai besar sebagai sarana pengairan, kawasan Asia Tenggara menjadi daerah pertanian yang baik. Myanmar dan Thailand terkenal sebagai lumbung beras di kawasan ini. Filipina, Indonesia, Malaysia telah memiliki program-program perluasan areal pertanian padi.

Karet dihasilkan oleh Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Brunei. Tanaman budi daya penting lainnya dari kawasna ini adalah meliputi kopi, teh, rempah-rempah, sisal, kapas, tebu, kina tembaka*, ketela pohon, kelapa, kacang tanah, kacang kedelai, buah-buahan dan sayuran.

Hutan tropis yang tersebar luas mempunyai arti ekonomis menghasilkan berbagai jenis kayu log berkualitas tinggi, antara lain kayu besi, kayu jati, kayu kruing, dan kayu meranti. Di samping itu banyak terdapat hasil hutan, seperti damar, rotan, dan tengkawang.

Baca juga:

Bertalian dengan kondisi iklim dan curah hujan yang lebat pada musim tertentu, wilayah Asia pantai timur, Jepang, Taiwan menjadi daerah pertanian yang baik. Produksi tanaman budidaya yang dominan di Asia Timur adalah padi, kapas, gandum, teh, kacang kedelai, tebu, jagung, kentang, tembaka*, dan tanaman lain yang tersebar sporadis, misalnya murbei (RRC, Jepang), apel dan per (korea, Taiwan, Jepang, RRC), serta opium (RRC).

Sejarah Agama yang dianut penduduk Benua Asia

Agama yang dianut penduduk Benua Asia - Semua agama besar di dunia seperti Islam, Budha, Kristen, Hindu, Kong Hu Cu, Yahudi, Shinto, dan Tao berasal dari benua Asia. Penduduk Asia lebih banyak menganut agama Hindu dibandingkan dengan agama-agama lain, terutama di India dan Nepal.

Kemudian menyusul agama Islam, yang tersebar di seluruh bagain Asia. Agama Budha merupakan agama utama di India sebelah timur, tetapi banyak penduduk Asia yang mencampur agama Budha dengan kepercayaan setempat.

Bermacam jenis agama yang dianut penduduk benua asia

Agama Kristen juga terdapat di Asia, terutama di Cyprus, Filipina. Libanon, dan Soviet Asia. Tetapi belum pernah dominan di Asia, walaupun secara kuantitatif lebih banyak di dunia. Agama Yahudi hanya di anut penduduk Israel.

Di negara-negara komunis, seperti Kampuchea, RRC, Laos, Mongolia, Korea Utara, Rusia, dan Vietnam dulu perkembangan agama dihambat oleh pemerintah setempat, tetapi tidak pernah dapat dilenyapkan seluruhnya.

Baca juga:
Kini, beberapa diantaranya telah mengambil sikap lebih lunak terhadap agama dan kepercayaan.

Pendidikan penduduk Asia

Standar pendidikan di negara-negara Asia belum begitu menggembirakan. Smua negara menyadari betapa pentingnya pendidikan, namun berbagai kendala menyebabkan peningkatan jumlah dan mutu sekolah-sekolah di benua Asia terhambat. Beberapa negara seperti Jepang dan negara-negara Arab yang kaya sudah berhasil membebaskan siswa dari uang sekolah.

Di beberapa negara misalnya Jepang dan Korea Selatan persentase penduduk yang bebas buta aksara sangat tinggi, sedangkan di negara-negara tertentu misalnya di Yaman Utara, Bhutan, dan Nepal persentase sangat rendah. Secara keseluruhan baru sekitar 66% penduduk Asia yang bebas buta aksara.

Rumpun Bahasa Penduduk Benua Asia

Rumpun Bahasa Penduduk Benua Asia - Bahasa dan dialek yang digunakan penduduk Asia sangat beragam. Malahan, di beberapa kawasan Asia, penduduk suatu daerah dapat tidak saling mengerti dengan penduduk daerah tetangganya, karena perbedaan bahasa dan dialek yang digunakan. Hal ini menjadi salah satu hambatan besar untuk komunikasi antara penduduk dalam satu benua ini.

Semua bahasa dan dialek yang digunakan di benua Asia dapat dikelompokkan menjadi dua puluh rumpun bahasa yang termasuk bahasa Indo-Eropa, Altai, Semit, dan Sino-Tibet.

Bahasa Korea tidak dimasukkan ke salah satu rumpun bahasa. Bahasa Yahudi dan bahasa Arab, begitu pula bahasa-bahasa Semit lain, hanya digunakan oleh penduduk Israel dan penduduk Semenanjung Arab.

Gambar Tulisan Bahasa Arab dan India
Tulisan Arab dan India yang digunakan bangsa Arab dan bangsa India untuk berkomunikasi yang termasuk rumpun bahasa Indo-Eropa.

Rumpun bahasa Indo-Eropa meliputi kebanyakan bahasa-bahasa di India dan Arab. Rumpun bahasa Altai meliputi bahasa Turki, sangkan rumpun Sino-Tibet meliputi bahasa Cina dan kebanyakan bahasa di Asia Tenggara. Di Asia Tenggara juga terdapat rumpun bahasa Melayu.

Banyaknya ragam bahasa dan dialek di Benua Asia juga menimbulkan hambatan terhadap pemerataan pendidikan bagi penduduk, begitu pula halangan lain di bidang perdagangan, komunikasi, dan kebudayaan.

Baca juga:

India yang memiliki 179 bahasa dan 544 dialek merupakan salah satu contoh dari keadaan seperti itu.

Kelompok Ras Penduduk Benua Asia

Penduduk Asia terdiri dari berbagai tipe ras yang telah bercampur-baur mengalami proses asimilasi satu sama lain. Kendati demikian, di wilayah tertentu terdapat ras-ras yang dominan.

Menurut teori tiga ras (Kaukasoid, Mongoloid, dan Negroid), penduduk Asia dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut:
  • di Asia Timur, termasuk Asia Tenggara dominan ras Mongolid
  • di Asia Selatan bagian utara dominan ras Kaukasoid, sedangkan di bagian selatan dominan ras campuran Kaukasoid-Negroid (Dravida, di India Selatan dan Sri Lanka)
  • di Asia Utara dan Asia Tengah (Asia Rusia) didominasi oleh ras Kaukasoid
  • di Asia Barat atau Timur Tengah bagian utara dominan ras Kaukasoid dan telah terjadi proses asimilasi antara ras Kaukasoid dan ras Negroid, sedangkan di bagian selatan khusunya di Semenanjung Arab dominan ras Negroid.
Gambar Anak keturunan ras India

Menurut pengelompokan dengan sistem geografis, penduduk Benua Asia juga terdiri dari tiga kelompok, yaitu: kelompok ras Asia, ras India, dan ras Eropa. Kelompok ras Asia meliputi bangsa Cina, Jepang, Korea dan kebanyakan bangsa di Asia Tenggara.

Kelompok ras India meliputi bangsa yang menempati sebagian besar anak benua India. Sedangkan kelompok ras Eropa meliputi bangsa Arab, Iran, Yahudi, Turki, dan kebanyakan suku bangsa di India sebelah barat.

Contact Me

Name

Email *

Message *