Sebelum keruntuhan Uni Soviet

Kelahiran Uni Soviet berawal dari Revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917 yang dipimpin oleh Lenin. Sejak saat itu Soviet menganut komunisme sebagai satu-satunya ideologi dan pada tahun 1920 Lenin mengumumkan Komintern (Komunisme Internasional) yang artinya komunisme tidak saja berkembang di negara ini, tetapi juga berkembang di seluruh dunia.

Gerakan pembaruan
Pada dasarnya runtuhnya Uni Soviet merupakan akumulasi kebijakan pemerintah komunis Uni Soviet dari masa Lenin, Joseph Stalin, Georgy Malenkov, Nikita Khrushchev, Leonid Bruznev, Yury Andropov hingga Konstantin Chermenko. Semua kebijakan pemerintah memusatkan kepada partai komunis dan rakyat tidak mempunyai hak dalam pemerintahan.

Pada tanggal 11 Maret 1985, ketika Mukhail Gorbachev terpilih sebagai sekretaris jenderal Partai Komunis dan presiden, Uni Soviet menghadapi masalah perekonomian. Apabila masalah ini dibiarkan maka akan mempengaruhi kekuatan politik dan militer. Akibatnya Uni Soviet akan ketinggalan dalam percaturan politik internasional. Untuk mengejar ketinggalan tersebut, Uni Soviet melakukan pembaruan baik di bidang politik maupun ekonomi.

Sejak memegang pemerintahan, Gorbachev mulai merencanakan perubahan politik. Hal pertama yang dilakukan Gorbachev adalah mengangkat pembantunya dari kalangan politisi yang masih muda dan energik. Kemudian Gorbachev mengadakan perubahan atas struktur kekuasaan yang diikuti dengan pengambilan tindakan terhadap orang-orang yang korupsi dan tidak berkompeten di bidangnya.

Gorbachev berpendapat bahwa hubungan dengan dunia luar sangat diperlukan untuk mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Oleh karena itu, pada tahun 1987 Gorbachev mengumandangkan politik demokrasi, pembaruan dan keterbukaan yang dikenal dengan politik glasnost dan perestroika.

Gorbachev menulis buku yang berjudul "Perestroika : New Thinking for Our Country and World". Adapun tujuan penulisan buku tersebut adalah untuk menjelaskan konsep pembaruannya, yaitu Glasnost dan Perestroika.

Glasnost (keterbukaan)
Glasnost berasal dari bahasa Rusia yang berarti keterbukaan. Glasnost merupakan aspek kunci dari kebijakan yang diperkenalkan oleh Gorbachev tahun 1985 untuk mengubah dan merevitalisasi berbagai sistem di Uni Soviet.
Tujuan Glasnost adalah :
1. Mencoba memulihkan kepercayaan rakyat.
2. Menjadikan rakyat sebagai unsur checks and balances.

Perestroika (Restrukturisasi)
Perestroika adalah restrukturisasi di berbagai bidang. Perestroika dalam bidang politik terlihat dalam UUD baru yang dibentuk pada tahun 1988. Isi UUD tersebut antara lain mengenai pemilihan umum secara terbuka. Pemilu ini terwujud melalui kampanye yang berlangsung pada tahun 1989 ketika memilih Dewan Perwakilan Rakyat.

Isi konsep perestroika, antara lain sebagai berikut :
  1. Membentuk lembaga legislatif baru yang dua pertiga dari anggotanya dipilih secara demokratis melalui suara terbanyak.
  2. Membentuk lembaga eksekutif kepresidenan.
  3. Mengakhiri peran sentral dari Partai Komunis.
  4. Membuat undang-undang mengenai pembentukan firma bisnis dan mengizinkan perusahaan negara menjual hasil produksi ke pasar bebas.
  5. Membuat undang-undang Joint Ventures yang mengizinkan perusahaan asing untuk memiliki perusahaan-perusahaan nasional Soviet.
Perestroika juga diterapkan Gorbachev dalam bidang ekonomi. Dalam bisang ekonomi, reskontrukturisasi dilakukan dengan cara mengurangi kekuasaan ekonomi yang terpusat dan membuka kesempatan yang lebih besar kepada sektor swasta bahkan sampai ke tingkat lokal.

Pada awal tahun 1990, Gorbachev mulai membuka kesempatan bagi kepimilikan harta secara pribadi. Hal tersebut sebenarnya bertentangan dengan paham komunisme yang mengharuskan hak kepemilikan pribadi.

Reformasi dalam bidang ekonomi ini mendapatkan perlawanan dari kaum konservatif para birokrat. Mereka berusaha mencegah pengimplementasiannya secara sistematis. Perestroika dalam bidang ekonomi ini tidak berjalan dengan baik. Kesalahan managemen dan korupsi yang merajalela menghambat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, masyarakat tidak mampu menjalankan suatu usaha dengan baik, padahal kebijakan ekonomi baru membuka lebar-lebar bagi swasta untuk mengambil bagian dalam perekonomian.

Selanjutnya : Ujian bagi Gorbachev

Related Posts

Previous
Next Post »

0 komentar