Lingkungan alam zaman prasejarah di Indonesia

shares


Pada zaman pleistosen, yang berlangsung 4 juta tahun yang lalu, terjadi beberapa kali zaman glasial/glacial (zaman es) dan zaman interglasial/interglacial (masa antara 2 zaman glacial). Menurut penelitian geologi pada masa pleistosen terjadi 4 kali zaman glasial, yang berlangsung antara 4 juta sampai 200.000 tahun yang lalu.

Pada zaman glasial suhu bumi makin dingin, sebagian besar belahan bumi utara dan selatan tertutup oleh lapisan es tebal. Muka air laut turun sampai beberapa puluh meter. Laut dangkal banyak yang berubah menjadi daratan, sehingga hewan dan makhluk lainnya bisa berpindah ke daerah yang tidak ditutupi lapisan es.

Pembahasan lebih jauh mengenai zaman glasial dan zaman interglasial silahkan baca artikel sejarah: Zaman Kuarter pertama

Zaman glasial zaman es

Pada zaman ini banyak jenis hewan yang mati. Hanya hewan yang berbulu tebal saja yang dapat bertahan hidup pada zaman es. Salah satunya adalah Mammouth (gajah berbulu tebal). Hewan yang berbulu tipis pindah ke daerah yang suhunya panas (daerah tropis).

Pada masa pleistosen kepulauan nusantara (Indonesia) bersatu dengan daratan Asia. Laut dangkal yang ada di antara pulau-pulau di Nusantara bagian barat surut. Maka, terbentuklah paparan Sunda yang menyatukan Indonesia bagian barat dengan daratan Asia.

Di situ terbentuk Paparan Sahul yang menyatukan Indonesia bagian timur dengan daratan Australia. Adanya Paparan Sunda dan Paparan Sahul menyebabkan terjadinya perpindahan manusia dan hewan dari daratan Asia dan Australia atau sebaliknya.

Setelah bumi berubah panas kembali, es yang menutupi daratan mencair. Saat jenis hewan menyususi dan jenis manusia manusia purba pertama berkembang dengan pesat.

Demikian sekilas mengenai Lingkungan alam zaman prasejarah di Indonesia, semoga menjadikan tambahan pelajaran sejarah.

Related Posts