Sejarah Negara Brunei Darussalam

shares


Sejarah Negara Brunei Darussalam - Brunei Darussalam adalah suatu negara monarki di pantai Kalimantan bagian utara, berbatasan dengan Laut Cina Selatan di sebelah utara dan Sarawak di sebelah selatan, barat dan timur. Luas wilayah kurang lebih 5.765 km2. Agama penduduk: Islam (63,4%), Budha (14%), Kristen (9,7%), lain-lain (12,9%). Bahasa: Melayu, Ibu kota: Bandar Seri Begawan, satuan mata uang: Dolar Brunei (Br$).

Fisiografi Brunei Darussalam

Sebagian besar wilayah Brunei terdiri dari daratan. Bagian pantai berupa rawa-rawa dengan hutan bakau, tetapi semakin jauh ke pedalaman tanam makin berbukit-bukit dengan ketinggian kurang dari 100 m. Di perbatasan dengan Sarawak terdapat daerah berbukit dengan ketinggian di atas 300 m.

Brunei Darussalam bagian timur lebih tinggi daripada bagian barat. Di ujung selatan daerah Temburong terdapat sebuah bukit bernama Bukit Pagon dengan ketinggian sekitar 1.850 m. Di Brunei bagian barat terdapat tiga buah sungai besar, yaitu: Sungai Belait, Sungai Tutong dan Sungai Brunei. Sungai terpanjang di Brunei adalah Sungai Belait dan yang terpendek Sungai Brunei.

Brunei Darussalam beriklim tropis. Suhu rata-rat 24-30 derajat C. Daerah pantai dan dataran rendah menerima hujan sebanyak 2.500 mm pertahun, sedang di daerah berbukit-bukit di selatan di selatan curah hujan tercatat sebanyak 4.000 mmm per tahun. Musim hujan jatuh pada bulan November-Mei, dan musim kemarau pada bulan Juni - Agustus.

Kira-kira 20% hutan Brunei Darussalam sudah ditebangi untuk pertanian. Tetapi kini masih ada sekitar 54% wilayah yang tertutup oleh hutan hujan tropis dengan berbagai jenis kayu keras. Di sepanjang pantai tumbuh berbagai jenis kayu keras. Di sepanjang pantai tumbuh pohon Casuarina yang biasa digunakan sebagai tanaman pelindung, sedang di daratan yang tidak banyak mendapat pengairan terdapat hutan jati dan hutan bakau.

Foto Kota Bandar Seri Begawan

Sejarah Penduduk Brunei Darussalam

Pada tahun 1981 penduduk Brunei tercatat sebanyak 200.000 jiwa, pada tahun 1986 naik menjadi 232.600. Pertambahan ini terutama disebabkan oleh banyaknya pendatang yang bekerja di perusahaan minyak negara Brunei. Sebagian besar penduduk tinggal di kota, terutama  di ibu kota Bandar Seri Begawan, Seria dan Kuala Belait, yang lain mendiami lembah-lembah di sepanjang sungai.

Mayoritas penduduk merupakan suku Melayu dan Para-Melayu (Melanau, Kedayan, Bisayah, Beluit, dan Bukit), penduduk asli, mencakup suku Daya Barat, Iban, Murut, Kelabit, dan Dusun hanya sedikit. Kelompok etnis tahun 1985 tercatat: Melayu 61%, penduduk pribumi lain 8.3%, Cina 20%, selebihnya kelompok etnis lain.

Hampir dua pertiga dari seluruh penduduk menganut agama Islam yang merupakan agama resmi di negeri Brunei ini. Di antara kelompok-kelompok agama minoritas, yang terbesar adalah umat Buddha (14%) dan Kristen (10%).

Brunei Darussalam tergolong negara makmur. Kegiatan sosial berkembang dengan baik. Untuk mereka yang cukup umur, cacat dan sakit disediakan dana khusus. Pelayanan medis menggunakan dokter terbang dan apotik keliling untuk memberikan pelayanan sampai ke desa-desa.

Lebih dari 80% penduduk yang berusia 15 tahun ke atas sudah bebas dari buta aksara. Pada tingkat dasar dan menengah, pendidikan, diberikan dalam bahasa Melayu (bahasa resmi), Inggris, dan Cina. Pendidikan dasar dibebaskan dari biaya. Bagi anak-anak sekolah dari daerah terpencil diberikan pondokan dan transport gratis.

Sejarah Pemerintahan Brunei Darussalam

Menurut Konstitusi, pemerintahan di kesultanan ini dijalankan oleh Majelis Umum, Dewan Menteri dan Badan Legislatif. Sultan mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Kuasa eksekutif tertinggi berada di tangan sultan sebagai menteri besar (ketua menteri), yang berdasarkan jabatannya juga menjadi anggota badan legislatif. Para anggota Dewan Menteri dipilih dan diketuai oleh sultan sendiri.

Pemilihan umum, menurut konstitusi harus diadakan setiap 5 tahun. Namun sejak 1965 tidak pernah lagi diadakan pemilihan umum. Partai Demokrasi Nasional Brunei, partai politik satu-satunya di negeri ini, dibentuk pada tahun 1985.

Sejarah Ekonomi Brunei Darussalam

Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada ekspor hasil minyak bumi. Dari ekspor tahun 1985, Brunei Darussalam berhasil mengumpulkan pemasukan negara sebesar Br$ 6.532.900.000 (minyak mentah 54%, gas alam 43%, ekstraksi minyak 1,5%, dan lain-lain 1,5%. Ladang minyak terbesar terdapat di Seria dan lepas pantai Kuala Belait, Ampar dan Jerudong.

Sebagian besar minyak mentah disalurkan melalui pipa ke pabrik penyulingan di Miri dan Lutong (Sarawak). Hasilnya diekspor ke berbagai negara, di antaranya Jepang, Thailand, Singapura, Amerika Serikat, Korea Selatan.

Hasil pertanian kebanyakan digunakan untuk konsumsi dalam negeri, begitu pula hasil perikanan dan peternakan. Tanaman utama di Brunei Darussalam adalah padi, tetapi tidak sedikit penduduk  yang menanam jagung, kelapa dan sagu. Industri belum begitu berkembang. Oleh sebab itu barang-barang seperti tekstil, mesin-mesin pertanian, alat transportasi, dan bahan pangan harus diimpor, antara lain dari Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Jerman Barat, Thailand, Australia, dan Taiwan.

Transportasi di Brunei Darussalam belum begitu berkembang, pada tahun 1985, misalnya jalan kereta api hanya 19 km, jalan raya hanya 1.542 km (35% sudah diaspal). Brunei Darussalam mempunyai hubungan feri dengan Malaysia. Pada tahun itu di Bandar Seri Begawan sudah ada lapangan udara.

Sejarah Singkat Negara Brunei Darussalam

Masa purba Brunei tidak begitu jelas. Yang jelas, negeri tersebut sama seperti negara Indonesia, pernah dikuasai oleh raja Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Kaisar Cina (Kubilai Khan). Sesudah Islam masuk pada abad ke-15, kesultanan, kesultanan ini meliputi wilayah yang sangat luas, sampai ke Pulau Palawan dan Kepulauan Sulu di Filipina.

Tetapi kemudian negeri dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa (Portugis, Belanda, Spanyol, dan Inggris). Baru pada tahun 1971 tercapai perjanjian dengan Inggris yang memberikan hak kepada Brunei Darussalam untuk menyelenggarakan pemerintahan dalam negeri sementara Inggris tetap memegang urusan luar negeri dan pertahanan. Akhirnya, setelah 96 tahun di bawah pemerintahan Inggris, Brunei resmi menjadi negara merdeka di bawah Sultan Hassanal Bolqiah pada 1 Januari 1984.

Peta Negara Brunei Darussalam
Peta negara Peta Negara Brunei Darussalam seperti tampak di bawah ini:

Gambar Peta Negara Brunei Darussalam
Peta Negara Brunei Darussalam
Lambang Negara Brunei Darussalam
Adapun lambang Negara Brunei Darussalam seperti tampak pada gambar di bawah ini:
Gambar Lambang Negara Brunei Darussalam

Baca juga:
Demikian ulasan Sejarah Negara Brunei Darussalam, semoga bermanfaat bagi pengunjung setia website Sejarah Negara.

Related Posts