Ekonomi dan Pertanian di Asia

Ekonomi dan Pertanian di Asia - Umumnya, negara-negara Asia memiliki potensi besar untuk pengembangan perekonomiannya. Dalam beberapa produk pertanian seperti beras, dan gandum, Asia memegang peranan yang sangat penting, demikian juga dalam hal berbagai bahan tambang dan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Kendati demikian, ada berbagai faktor yang menimbulkan hambatan terhadap perekonomian negara-negara di Asia. Di satu pihak sejumlah negara seperti negara-negara industri dapat dikatakan sangat dinamis dan tetap menunjukkan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi di tengah resesi ekonomi dunia.

Tetapi dilain pihak jauh lebih banyak negara yang tidak begitu berkembang, malahan perekonomian beberapa negara justru mengalami kemunduran akibat konflik intern atau konflik dengan negara lain yang berkepanjangan.

Gambar Pertanian padi di Cina dan Kamboja

Pertanian di Asia

Secara umum, pertanian menjadi sektor ekonomi terpenting di Asia. Sebagian besar tenaga kerja Asia diserap oleh sektor pertanian. Kendati sektor ini masih mengalami berbagai masalah, terutama akibat keterbelakangan teknologi pertanian di berbagai kawasan, hasilnya sangat besar.

Dalam hal beras, misalnya, delapan produsen terbesar negara-negara Asia yaitu RRC, India, Indonesia, Bangladesh, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Jepang. Hasil beras dari kedelapan negara ini mencakup sekitar 85% dari seluruh produk beras dunia.

Dan diantara sepuluh produsen gandum terbesar di dunia, empat adalah negara Asia, yaitu RRC, India, Turki, dan Pakistan. Hasil gandum dari keempat negara tersebut hampir mencapai sepertiga dari seluruh produk gandum dunia.

Di Asia Barat (Asia Kecil), daerah pertanian terbentang di seputar pesisir Laut Tengah dan Laut Hitam bagian selatan. Sedangkan di Timur Tengah, usaha pertanian terpencar di lokasi oase, teristimewa di kawasan Gurun Arab dan sebagian wilayah Irak dan Iran.

Kawasan sepanjang aliran Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, Pantai Yaman, Aden, dan Oman menjadi daerah pertanian terbaik serta terluas di seluruh Timur Tengah. Yaman terkenal sebagai produsen kopi terbesar di lingkungan Timur Tengah, khususnya bagi wilayah Semenanjung Arab.

Kurma menjadi tanaman penting di Arab Saudi, Irak, Iran, dan Oman. Irak dikenal sebagai produsen kapas berkualitas tinggi, di samping sebagai penghasil tembako, gandum, padi, kacang, dan kedelai.

Di kawasan Asia Selatan, daerah pertanian yang baik terdapat di sepanjang aliran Sungai Gangga, negara bagian Assam (India), aliran Sungai Indus (Pakistan) dan Sri Lanka. Hasil utamanya adalah padi (India, Bangladesh, Pakistan), teh (India, Sri Lanka), sorgum, gandum kapas (India), tebu (India, Pakistan), yute, sisal (India, Pakistan, Bangladesh).

Wilayah Asia Tengah bagian barat merupakan daerah pertanian yang baik. Curah hujan yang cukup lebat dan adanya sungai-sungai sebagai saluran pengairan (Sungai Syrdarya, Sungai Amudarya, Sungai Irtys) menjadi unsur pendukung utama keseuburan wilayah ini.

Gandum, kapas, sutera, dan buah-buahan merupakan produk pertanian yang penting dari kawasan ini. Wilayah selatan Uni Soviet, teristimewa Republik Uzbekistan dan Republik Kazakstan, potensial menjadi lumbung gandum. Ternak yang banyak mendapat perhatian masyarakat ialah kuda, lembu, biri-biri, dan kambing.

Hutan pohon berdaun jarum yang tumbuh subur di punggung pegunungan dijadikan sumber bahan baku industri perkayuan dan kertas, terutama untuk konsumsi industri di kota Tashkent, ibu kota Republik Uzbekistan.

Dengan dataran rendah yang subur serta luas, sinar matahari, curah hujan yang cukup lebat, dan banyak sungai besar sebagai sarana pengairan, kawasan Asia Tenggara menjadi daerah pertanian yang baik. Myanmar dan Thailand terkenal sebagai lumbung beras di kawasan ini. Filipina, Indonesia, Malaysia telah memiliki program-program perluasan areal pertanian padi.

Karet dihasilkan oleh Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Brunei. Tanaman budi daya penting lainnya dari kawasna ini adalah meliputi kopi, teh, rempah-rempah, sisal, kapas, tebu, kina tembaka*, ketela pohon, kelapa, kacang tanah, kacang kedelai, buah-buahan dan sayuran.

Hutan tropis yang tersebar luas mempunyai arti ekonomis menghasilkan berbagai jenis kayu log berkualitas tinggi, antara lain kayu besi, kayu jati, kayu kruing, dan kayu meranti. Di samping itu banyak terdapat hasil hutan, seperti damar, rotan, dan tengkawang.

Baca juga:

Bertalian dengan kondisi iklim dan curah hujan yang lebat pada musim tertentu, wilayah Asia pantai timur, Jepang, Taiwan menjadi daerah pertanian yang baik. Produksi tanaman budidaya yang dominan di Asia Timur adalah padi, kapas, gandum, teh, kacang kedelai, tebu, jagung, kentang, tembaka*, dan tanaman lain yang tersebar sporadis, misalnya murbei (RRC, Jepang), apel dan per (korea, Taiwan, Jepang, RRC), serta opium (RRC).
Advertisement
Ekonomi dan Pertanian di Asia