Sejarah Industri di Asia

Sejarah Industri di Benua Asia - Negara industri yang paling terkemuka di Asia adalah Jepang, disusul Taiwan, Korea Singapura, Cina, dan Hongkong. Pada kelompok negara Teluk Persia telah berkembang industri petrokimia. Beberapa negara berkembang seperti negara-negara Asia Tenggara, India, dan Pakistan sedang membangun sektor perindustriannya.

Di Asia Barat industri yang mengolah bahan baku dari minyak bumi berkembang dengan pesat. Kendati demikian, industri yang mengolah bahan dasar dari produk bidang pertanian tidak dikesampingkan, diantaranya industri industri permadani, karpet, tekstil, kopi, kurma, dan gandum. Permadani dan karpet Persia (Iran) termasyhur di dunia, karena berkualitas tinggi.

Di kawasan Asia Selatan, India memiliki lebih banyak industri dibandingkan dengan negara-negara lain, baik industri ringan maupun industri berat. Industri berat yang berpusat di Jamshedpur telah memproduksi berbagai ragam mesin, motor-dinamo, rel, dan pompa air; selain itu India sedang mengambangkan industri berat dengan tenaga nuklir.

Di Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka, terdapat industri karung goni, beras, yute teh, mentega dan minyak kelapa.

Gambar Industri baja di Asia Tenggara

Di kawasan Asia Tengah juga telah berkembang berbagai industri. Salah satu yang terpenting adalah industri besi baja, yang terdapat di Kuzbass (Siberia barat), Karaganda (Kazakstan), dan Transkaukasus, Soviet Asia juga semakin penting dalam industri metalurgi, kimia, tekstil, dan industri ringan.

Negara-negara Asia Tenggara sedang merintis jalan menuju negara industri. Untuk mendorong laju perkembangan sektor industri, negara-negara tersebut mengundang investor asing sebagai partner pengelola proyek industri. Baik Bank Dunia maupun Bank Asia, turut berpartisipasi, dengan jalan memberikan kredit investasi berbunga rendah kepada negara-negara Asia Tenggara, untuk membiayai program pembangunannya.

Kelompok negara-negara agraria mengutamakan pengembangan industri yang mengolah produk pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan alat pertanian dan rumah tangga, di sana-sini telah berdiri industri peleburan besi baja dan industri yang memproduksi alat-alat elektronik.

Singapura cenderung untuk mengembangkan industri kimia, alat-alat elektronik, alat-alat pertanian, pabrik pengalengan ikan maupun produk pertanian yang dipasarkan ke konsumen di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Di sektor lain, Singapura juga membina industri pengilangan minyak bumi yang bahan dasarnya diimpor dari luar negeri. Investor asing yang menanamkan modalnya di negara-negara Asia Tenggara, teristimewa di Indonesia, cenderung memilih bidang kimia (farmasi), perakitan alat elektronik, dan perakitan kendaraan bermotor.

Proses pertumbuhan industri berat di Asia Tenggara didukung oleh proyek regional bertaraf nasional. Untuk mendorong laju pertumbuhan industri berat di Sumatra, misalnya Indoensia telah membangun proyek PLTA Asahan.

Malaysia telah mengembangkan industri petrokimia dan kilang minyak di Kuala Trenggani (Semenanjung Malaya bagian timur). Sumber energi seperti gas alam dan tenaga panas bumi (geothermal) di Indonesia dan Filipina dikembangkan untuk menunjang pertumbuhan industri berat.

Tetapi puast perindustrian Asia paling banyak terdapat di Asia Timur. Yang terbesar diantaranya adalah Wuhan, Baotou, Anshan, Nanjing (Nan King), Kunming (Cina), Tokyo, Yokohama, Osaka, Kobe, Kyoto, Nagoya (Jepang), Pyongyang, Seoul, Chongjin, dan Pusan (Semenanjung Korea).
Advertisement
Sejarah Industri di Asia