Sejarah Transportasi di Asia

Sistem transportasi di Asia sudah cukup berkembang, kendati hewan masih cukup berperan sebagai sarana pengangkutan di beberapa negara, terutama di kawasan pedalaman. Sejumlah sungai dapat dilayari sampai jauh ke pedalaman. Di negara-negara yang terkungkung daratan, hubungan udara memegang peranan khusus.

Transportasi Darat Asia

Jalan kereta api terpanjang di Asia adalah Trans-Siberia menghubungkan Moskwa di Eropa dengan Vladivostok di pantai timur Asia dengan panjang 13.580 km. Rute jalan kereta api India seluruhnya tercatat 61.000 km merupakan yang terpanjang dibandingkan dengan rute jalan kereta api di negara-ngera lain di Asia.

Setelah itu menyusul Cina (56.000 km), Jepang (26.500 km), Pakistan (9.000 km), Indonesia (6.500 km), dan Korea Selatan (6.300 km).

Rute jalan raya terpadat berstandar internasional berada di Jepang, bahkan Jepang telah menggunakan sistem sub-way dan high-way. Sesudah Jepang menyusul Hongkong, Singapura, dan Taiwan. Jalur jalan raya masih kurang memadai jika dibandingkan dengan luas wilayah masing-masing negara.

Penambahan jalur jalan raya baru berkaitan dengan rencana pembangunan regional. Indonesia misalnya, dalam program Pelita I dan II telah membangun jalan-jalan raya ekonomi melalui wilayah-wilayah yang direncanakan harus berkembang, baik di Pulau Jawa meupun di luar Pulau Jawa.

Malaysia juga telah membangun jalan-jalan raya yang sama sekali baru, melewati daerah-daerah bagian timur Semenanjung Malaya, yang sebelumnya berstatus sebagai wilayah terbelakang. Sejalan dengan pembangunan jalan raya baru tersebut, pemerintah Malaysia telah membangun areal perindustrian di wilayah tersebut.

Peta jalur kereta api Trans-Siberia
Peta Jalur kereta api Trans-Siberia yang mrupakan jalur kereta api terpanjang menghubungkan Moskwa di Eropa dengan Vladivostok di pantai timur Asia dengan panjang 13.580 km

Transportasi Laut Asia

Fasilitas angkutan laut di Asia, sejak dasawarsa yang lalu telah berkembang pesat, teristimewa di Jepang, Tiwan, Singapura, dan Hongkong, sebab urat nadi perekonomian negara-negara ini sebagian besar tergantung pada jasa armada angkutan laut.

Bahkan Jepang telah mampu memproduksi kapal-kapal tanker raksasa untuk mengengkut minyak mentah dari negara-negara Teluk Persia, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi kelangsungan industrinya.

Beberapa negara Asia lainnya telah meningkatkan kemampuan armada  angkutan lautnya, misalnya Iran, Malaysia, dan Indonesia. Jalur lalu lintas laut yang paling ramai dilalui oleh kapal-kapal laut berbagai ukuran adalah jalur pelayaran antara Teluk Persia, Selat Malaka, Selat Singapura, Laut Cina Selatan, dan Jepang.

Kapal-kapal tanker Jepang berbagai ukuran menguasai jalur lalu-lintas laut di kawasan ini. Untuk mempersingkat jalan laut antara Asia Barat dan Asia Selatan dengan Asia Timur sudah ada rencana untuk membuka terusan di Thailand Selatan, tepatnya terusan tersebut akan digali pada wilayah Tanah Genting Kra.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda realisasi penggarapan terusan tersebut, baik oleh pemerintah Thailand maupun oleh badan-badan internasional yang berminat menanam modal dalam penggalian terusan itu.

Transportasi Laut Asia

Perusahaan penerbangan negara-negara Asia telah menggunakan jenis pesawat terbang mutakhir, antara lain jenis Jumbo Jet dan Boeing, terutama untuk melayani jaringan-jaringan penerbangan antarnegara dan antarbenua.

Baca juga:

Demikian sekilas Sejarah Transportasi di Asia, semoga menjadi catatan pengetahuan.
Advertisement
Sejarah Transportasi di Asia