Sejarah Religi Peradaban Mesir Kuno

Agama menjadi basis atau dasar yang kuat dalam kehidupan masyarakat Mesir. Agama hadir di setiap tempat didalam kehidupan Mesir dan bertanggung jawab atas prestasi-prestasi menonjol peradaban Mesir. Kepercayaan-kepercayaan religius adalah basis seni, kedokteran, astronomi, kesusastraan, dan pemerintahan Mesir. Piramida-piramida besar adalah makam-makam untuk para Fir’aun atau yang dianggap sebagai patesi (manusia-dewa).

Upacara-upacara Magis meresapi praktik-praktik medis, karena penyakit yang ada dikaitkan dengan adanya pengaru dari dewa-dewa. Astronomi berkembang secara perlahan-lahan untuk menentukan waktu yang tepat bagi pelaksanaan upacara-upacara dan pengorbanan religius. Kesusastraan yang ada berhubungan dengan tema-tema religius.

Sang Firaun merupakan raja yang sangat keramat yang bertugas sebagai perantara diantara para dewa dan manusia. Orang Mesir mengembangkan suatu kode etis yang mereka yakini telah disetujui oleh para dewa.

Gambar Patung emas raja Firaun

Masyarakat Mesir kuno menyembah banyak dewa (politeisme). Dewa tertinggi yang mereka sembah ialah dewa Ra atau dewa Re (dewa matahari). Untuk membangun dewa ra mereka membangun obelisk. Bangunan obelisk adalah sebuah tugu yang terbuat dari granit berwarna merah.

Adapun dewa lain yang mereka sembah ialah dewa Osiris yang dipercaya sebagai dewa yang menghakimi orang-orang yang telah meninggal, sedangkan dewa lainnya adalah dewa Isis yang merupakan istri dari dewa Ra. Namun pada masa Amenhotep IV penyembahan banyak dewa disederhanakan menjadi pemujaan terhadap satu dewa atau monotheisme yakni pemujaan terhadap dewa Aton.

Ciri khas penting agama Mesir adalah kehidupan setelah kematian. Melalui makam-makam Piramida, pemurnian untuk mengawetkan orang mati, seni penguburan, orang mesir menunjukan kerinduan mereka terhadap keabadian dan keinginan mereka untuk mengatasi kematian. Para imam penguburan melantunkan mantra-mantra untuk memastikan kelestarian tubuh si mati dan kesinambungan eksistensinya.

Dibagian dalam piramid dipahatkan “teks-teks piramid” yang ditulis secara hieroglif. Teks-teks tersebut memuat fargmen-fragmen mitos, tarikh historis, adat dan pengetahuan magis dan memberikan mantra-mantra untuk membantu sang raja untuk naik ke langit.

Bagi orang Mesir, dunia lain menawarkan kesenangan yang sama seperti yang dinikmati di Bumi. Tetapi karena keberadaan duniawi pada dasarnya bukan tidak bahagia, beberapa orang mesir tidak merindukan kematian.
Baca artikel Mesir Kuno lainnya:
Itulah Sejarah Religi Peradaban Mesir Kuno, semoga menjadi tambahan catatan sejarah dunia.

Related Articles:

Sejarah Religi Peradaban Mesir Kuno