Sejarah Negara

Website History

Menu

6 lembaga kerja sama ekonomi regional di dunia

November 1, 2014 | Asean

6 lembaga kerja sama ekonomi regional di dunia – Dalam praktiknya, perdagangan antarnegara tidak hanya dilakukan antarnegara. Negara juga melakukan kerja sama dengan lembaga ekonomi, baik di tingkat regional maupun internasional. Bentuk kerja sama dapat dilakukan dengan cara menjadi anggota atau tidak.

Di era globalisasi ini, kerja sama ekonomi internasional dilakukan melalui pakta atau lembaga. Lembaga ini dapat berskala regional maupun internasional. Lembaga ekonomi regional mewadahi kepentingan negara-negara di suatu kawasan tertentu. Adapun lembaga ekonomi internasional mewadahi kepentingan dunia pada umumnya dan anggota pada khususnya.

Lembaga kerja sama ekonomi regional

Lembaga kerja sama ekonomi regional adalah organisasi yang mewadahi kepentingan negara-negara dalam satu kawasan tertentu. Misalnya organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau organisasi kerja sama negara-negara di kawasan Eropa.

a. Association of South East Asian Nations (ASEAN)

Anggota ASEAN berjumlah 10 negara. Negara- negara tersebut adalah :

  1. Indonesia
  2. Filipina
  3. Singapura
  4. Thailand
  5. Malaysia
  6. Brunei Darussalam
  7. Vietnam
  8. Laos
  9. Kamboja
  10. Myanmar

Organisasi ASEAN merupakan kerja sama regional negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN dideklarasikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Organisasi tersebut didirikan oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Adapun tujuan pendiriannya tercantum dalam Deklarasi bangkok, selengkapnya silahkan baca di artikel  : Sejarah berdirinya ASEAN dan tujuannya

Di dalam ASEAN, ekonomi hanya merupakan salah satu bidang kerja sama. Bahkan pada awalnya, ASEAN merupakan kerja sama politik. Persamaan nasib dan latar belakang sejarah menjadi faktor pendorong berdirinya organisasi tersebut.

b. Asean Free Trade Area (AFTA)

Diberlakukannya perdagangan bebas menjadi salah satu masalah bagi negara-negara di kawasan tertentu. Terdapat 2 pilihan sikap yang harus dilakukan setiap negara, yaitu mengikuti tata aturan tersebut sekaligus melindungi kepentingan dalam negeri. Untuk itu, satu negara berusaha menjalin kerja sama dengan negara lain dalam satu kawasan untuk menghadapi perdagangan bebas.

Salah satu bentuk kerja sama pembentukan kawasan perdagangan bebas adalah Asean Free Trade Area (AFTA) atau Kawasan Perdagangan Bebas Asean. AFTA dicetuskan dalam penyelenggaraan Singapore Summit di Singapura pada tanggal 27-28 Januari 1992.

Berdasarkan keputusan dalam Singapore Summit, pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN berlangsung selama 15 tahun. Harapan dari berdirinya AFTA adalah ASEAN dapat bersaing dengan kekuatan ekonomi dunia lainnya.

Selengkapnya tentang AFTA dapat dibaca pada artikel Pembentukan AFTA dan tujuannya

c. North American Free Trade Agreement (NAFTA)

NAFTA didirikan pada tanggal 12 Agustus 1992 di Washington DC. Tujuan utama NAFTA adalah menghilangkan hambatan dalam pelaksanaan perdagangan bebas di kawasan Amerika Utara. NAFTA didirikan oleh 2 negara, yaitu Amerika Serikat dan Kanada. Selanjutnya, Meksiko bergabung dalam pakta ekonomi tersebut.

d. Asian Development Bank (ADB)

ADB didirikan pada bulan Desember 1963 di Manila, Filipina. Tujuannya untuk memberikan pinjaman dana dan bantuan teknik kepada negara-negara Asia yang sedang melaksanakan pembangunan dengan memprioritaskan bantuan proyek untuk pendidikan, tenaga air, komunikasi, pertanian, angkutan, industri, dan penyediaan air bersih.

e. European Union (EU)

European Union atau disingkat EU, atau Uni Eropa merupakan perubahan dari Europe Economic Community (EEC) atau Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Organisasi ini terbentuk pada tanggal 25 Maret 1957 di Roma, Italia.

Berdirinya MEE ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Roma. Kesepakatan Roma ditandatangani oleh Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Luxemburg, dan Belanda. Tujuan utama MEE adalah untuk menghapuskan hambatan dalam pelaksanaan perdagangan bebas di Eropa melalui pembentukan Pasar Bersama Eropa.

Selanjutnya, pada tanggal 3 Mei 1960 dibentuklah European Free Trade Association (EFTA). Organisasi ini didirikan oleh Austria, Islandia, Norwegia, Portugal, Swedia, Swiss, dan Finlandia. Tujuannya untuk mewujudkan tujuan MEE.

Dalam perkembangan berikutnya. MEE berubah menjadi Uni Eropa/European Union. Perubahan MEE menjadi Uni Eropa tersebut ditandai dengan penandatanganan Maastricht Treaty pada tahun 1991. Perubahan MEE menjadi UE terjadi pada tanggal 1 November 1993.

f. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

APEC memiliki bidang utama kerja sama, yaitu :

  1. Perdagangan, bertujuan untuk menghapuskan hambatan-hambatan perdagangan internasional.
  2. Investasi, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk melakukan investasi yang saling menguntungkan.

APEC dibentuk tahun 1989 atas usulan Perdana Menteri Australia, Bob Hawke. Adapun latar belakang usulan tersebut adalah adanya persamaan kepentingan sumber daya alam yang dimiliki negara-negara di kawasan Pasifik Barat dan Asia Tenggara.

Baca juga artikel yang berkaitan : Kerjasama ekonomi Asia Pasifik APEC

Anggota APEC terdiri atas :

  1. Negara-negara anggota ASEAN.
  2. Negara-negara di kawasan Pasifik Barat, seperti Australia, New Zealand, dan Papua Nugini.
  3. Negara-negara di kawasan Amerika Utara seperti Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
  4. Negara-negara di kawasan Asia Timur, seperti Korea Selatan, Cina, Jepang, Taiwan, dan Hongkong.
  5. Negara di kawasan Amerika Latin, seperti Cile.

Demikian 6 lembaga kerja sama ekonomi regional semoga menjadikan manfaat.

Related For 6 lembaga kerja sama ekonomi regional di dunia