Sejarah Negara

Website History

Menu

Rangkuman asal usul nenek moyang bangsa Indonesia

November 1, 2016 | Glosarium

Para ilmuwan meyakini bahwa awal mula terbentuknya alam semesta  (termasuk bumi) adalah terjadinya apa yang disebut Big Bang (ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) sekitar 13,7 miliar juta tahun lalu. Ledakan tunggal ini melontarkan materi dalam jumlah sangat besar ke segala penjuru alam semesta.

Mater-materi tersebut kemudian mengisi alam semesta dalam bentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid/meteor, energi, dan partikel lainnya di alam semesta ini. Ringkasnya membentuk sistem tata surya.

Dalam mahakaryanya yang berjudul On The Origin of Species (Asal Usul Spesies) yang terbit pada tahun 1859, Charles Darwin (1809-1882) secara khusus memusatkan perhatian pada evolusi makhluk hidup termasuk manusia. Menurutnya, aneka organisme yang berkeriapan di muka bumi (termasuk manusia) bukanlah hasil penciptaan dadakan atau seketika, melainkan terbentuk melalui proses panjang selama ribuan, bahkan jutaan tahun, melalui sistem seleksi alam (survival of the fittest), yang disebutnya proses evolusi. Manusia sekarang adalah bentuk sempurna dari sisa-sisa kehidupan purbakala yang berkembang dari jenis hominid, bangsa kera.

Monumen charles Darwin

Foto Monumen charles Darwin pencetus teori evolusi

Keterbukaan terhadap teori evolusi berangkat dari kenyataan banyaknya temuan fosil manusia purba di berbagai tempat di muka bumi, termasuk juga di Indonesia. Keterbukaan itu tidak lalu harus mengguncang iman. Sebab pendekatan agama dan pendekatan sains (ilmu pengetahuan) dalam upaya memahami realitas alam semesta berbeda.

Agama berada dalam tingkat eksistensial dan transendental (soal rasa, soal hati), sedangkan sains berada dalam tingkat faktual (soal pembuktian empiris). Dengan kata lain, agama dan sains memiliki otonomi masing-masing. Hal itu tidak berarti keyakinan keagamaan tidak rasional. Perasaan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tetap dapat dijelaskan secara rasional. Singkatnya, agama dan sins tidak perlu dicampuradukkan.

Berdasarkan teori geologi, bumi terbentuk melalui empat tahapan zaman, yaitu:

  1. Masa Arkaekum
  2. Masa Paleozoikum
  3. Masa Mesozoikum
  4. Masa Neozoikum

Pembahasan lebih mendetail mengenai pembagian zaman tersebut silahkan baca: Pembabakan zaman pra aksara

Pada kala Pleistosen, diperkirakan manusia purba mulai muncul, dan pada kala Holosen manusia purba telah berkembang lebih sempurna, yaitu jenis Homo sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia modern.

Secara garis besar, ada tiga teori yang menjelaskan asal-usul manusia purba di Indonesia, yaitu:

  1. Teori Afrika (Out of Africa Theory)
  2. Teori Yunan (Out of Yunan Theory)
  3. Teori Nusantara

Dari ketiga teori tersebut, teori Yunan paling populer dan diterima banyak kalangan.

Menurut teori Yunan, bahasa Melayu yang berkembang di Nusantara serumpun dengan bahasa yang ada di Kamboja. Kemiripan bahasa Melayu dengan bahasa Kamboja menandakan pertaliannya dengan dataran Yunan. Selain itu, kapak tua yang ditemukan di wilayah Nusantara memiliki kemiripan dengan kapak tua yang terdapat di Asia Tengah. Hal ini menunjukkan adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah (Yunan) ke Nusantara.

Keberadaan manusia purba di Indonesia adalah melalui proses migrasi dari Yunan. Selain didorong oleh keinginan untuk mencari atau mengejar binatang buruan atau untuk mencari makanan, perpindahan itu juga dimaksudkan untuk menghindari fenomena alam yang belum stabil pada masa itu.

Manusia purba yang menempati wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Rumpun bangsa Melayu terdiri atas dua rumpun, yaitu rumpun Melayu Tua (proto Melayu), dan rumpun Melayu Muda (deutro Melayu).

Bangsa Melayu Tua (proto Melayu) masuk ke Indonesia melalui dua jalan, yaitu dari sebelah barat melalui Semenanjung Melayu, menuju Sumatra untuk selanjutnya menyebar ke seluruh Indonesia, dan dari sebelah timur melalui Filipina, berjalan menuju Sulawesi dan selanjutnya ke seluruh Indonesia. Keturunan Melayu Tua yang sampai sekarang masih ada di Indonesia adalah suku bangsa Dayak, Toraja, Batak, dan Papua.

Bangsa Melayu Muda (deutro Melayu) memasuki wilayah Indonesia secara bergelombang sejak 500 tahun SM. Mereka masuk ke Indonesia hanya melalui jalur barat, yaitu dari Semenanjung Melayu, terus menuju Sumatra dan kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Keturunan bangsa Melayu Muda yang masih dijumpai sampai sekarang adalah suku bangsa Jawa, Bugis, Minang, dan orang-orang Melayu di wilayah Sumatra bagian timur.

Baca lebih jauh: Bangsa Proto-Melayu dan Deutro Melayu

Para ahli mengelompokkan hasil temuan fosil-fosil manusia purba di Indonesia ke dalam tiga lapisan, yaitu kala Pleistosen Atas, kala Pleistosen Tengah, da, kala Pleistosen Bawah.

Pada kala Pleistosen Atas diperkirakan di Indonesia telah hidup sejenis manusia (Homo) purba yang disebut Meganthropus paleojavanicus (manusia raksasa dari Jawa).

Pada kala Pleistosen Tengah diperkirakan di Indonesia telah hidup manusia purba yang lebih maju yang disebut sebagai Homo erectus, atau disebut juga dengan Pithecanthropus erectus.

Menjelang masuk ke kala Holosen ditemukan lagi jenis Homo yang lain, dengan ciri fisik yang sudah lebih maju. Di Indonesia berhasil diekskavasi fosil-fosil yang kemudian diberi nama sesuai nama tempat ditemukannya fosil tersebut, yaitu Homo soloensis dan Homo wajakensis.

Jenis-jenis manusia purba yang fosil dan artefaknya ditemukan di berbagai tempat di Indonesia adalah:

  • Meganthropus
  • Pithecanthropus, dan
  • Homo

Baca juga: pendapat asal usul bangsa Indonesia

Demikian mengenai ringkasan rangkuman asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. Semua ringkasan tersebut secara mendetail telah ditulis dalam website sejarah negara, anda bisa mencarinya di kotak pencarian atau link yang kami referensikan di atas.

Related For Rangkuman asal usul nenek moyang bangsa Indonesia