Kuba negara 1.600 pulau di Amerika Utara

Kuba – Dengan bentuknya yang mirip buaya sedang beristirahat, kepalanya menghadap ke Benua Amerika di sebelah barat dan ekornya menghadap ke Afrika di sebelah timur. Pulau Kuba terbujur santai di bawah naungan langit tropis Kepulauan Karibia. Republik ini tidak hanya mencakup satu-satunya pulau terbesar di Kepulauan Hindia Barat, melainkan termasuk juga sebuah kepulauan luas yang terdiri atas 1.600 pulau yang lebih kecil, pulau kecil, dan pulau batu karang.

Ketika Christopher Columbus untuk pertama kalinya melihat Kuba pada tanggal 27 Oktober 1492, dalam pelayaran penemuannya yang pertama, wilayah ini menjadi pintu gerbang ke Dunia Baru. Letak geografis pulau itu yang diapit oleh Samudra Atlantik dan Laut Karibia, serta dekatnya dengan daratan Amerika Serikat dan Meksiko, dengan sendirinya menjadikan pulau itu batu loncatan bagi para conquistadores (penakluk) Spanyol menuju ke petualangan baru.

Sebagai tetangga dekat Haiti di sebelah timur (Celah Windward yang sempit tetapi berbahaya memisahkan mereka) dan Jamaika di sebelah selatan, serta-merta Kuba menjadi sebuah pusat maritim dan perdagangan penting di Kepulauan Hindia Barat. Columbus yakin sekali bahwa Kuba adalah sebuah benua. Meskipun terbukti bukan benua, pulau yang ditemukan Columbus itu memang terletak di seberang jalur-jalur perdagangan akbar di Samudra Atlantik dan Laut Karibia; Kuba memang ditakdirkan bermasa depan cerah.

Berkat tanahnya yang subur, Kuba berkembang menjadi sebuah negara yang kaya. Kekayaan negara itu tidak selalu dibagi rata dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memakmurkan rakyatnya. Pada kenyataannya, situasi tersebut merupakan salah satu penyebab meletusnya revolusi Kuba pada tahun 1959 di bawah pimpinan Fidel Castro Ruz, yang akhirnya menjelmakan pulau tersebutmenjadi republik komunis pertama di Belahan Bumi Barat.

Peta politik Kuba
Peta politik Kuba

Kunjungi Kuba di google map

Geografi Kuba

Letak Kuba yang strategis itu merupakan landasan bagi peranan inti pulau itu dalam sejarah Belahan Bumi Barat. Berbagai sumber alam ikut pula menunjang peranan pentingnya itu. Gula, tembakau, dan mineral mineral menjadikan pulau itu hadiah paling berharga bagi Spanyol.

Bangsa Spanyol memerintah negara itu selama hampir 4 abad. Berbagai sumber alam itu pun menarik Amerika Serikat yang sedang tumbuh pesat pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 ketika Amerika mulai meluaskan pengaruhnya ke selatan memasuki Kepulauan Karibia dan Amerika Latin.

Salah satu sebabnya, Kuba adalah amat mudah dijangkau. Pulau itu hanya berjarak 161 km dari Havana, ibu kotanya, ke Key West, Amerika Serikat. Jarak dari Tanjung San Antonio (yang merupakan ujung hidung sang buaya) ke Semenanjung Yucatan di Meksiko adalah 190 km.

Di hari yang cerah, dari Pico Turquino (gunung tertinggi di Kuba) di jajaran Pegunungan Sierra Maestra, kita dapat melihat Pegunungan Biru di Jamaika yang terkenal itu, yang hanya berjarak 137 km. Dari Tanjung Maisi, ujung ekor sang buaya, Haiti hanya berjarak kurang dari 80 km. Dengan demikian, pulau Kuba yang berbentuk bulan sabit itu merupakan batas sebelah utara Laut Karibia.

Seandainya Columbus itu seorang ahli geologi, dia mungkin merasa puas dengan kesimpulannya bahwa Kuba merupakan bagian dari sebuah benua. Sejarah geologi yang sudah berlangsung sejak kira-kira 150 juta tahun yang lalu, mengisyaratkan bahwa negeri ini adalah bagian dari suatu jajaran pegunungan di bawah permukaan laut di Amerika Utara yang membentuk sebagian besar kepulauan Karibia.

Gerakan-gerakan raksasa kerak bumi di bawah laut sedikit demi sedikit membentuk permukaan pegunungan, sedangkan lereng-lereng dan puncak-puncak pegunungan itu menjadi pulau-pulau.

Tak ayal lagi sejarah geologi Kuba mempengaruhi t0pografinya dan juga menciptakan keindahan alam yang menakjubkan di pulau itu. Di sebelah tenggara, terletak pegunungan Sierra Maestra dan di sisi sebelah utara pulau itu terdapat pegunungan Sierra del Cristal yang lebih rendah.

Kuba mempunyai sekitar 200 sungai dan ribuan riam. Sungai-sungai tersebut mengalir melintasi pegunungan di pulau itu, acapkali berpencaran ke bawah membentuk air terjun-misalnya Air Terjun Caburni, Air Terjun Toa, dan Air Terjun Agabama. Sungai Cauto di timur, yakni jalur air pedalaman utama, panjangnya kurang lebih 241 km.

Pegunungan, sungai, plato, dan tanah-tanah rendah Kuba ikut berperan dalam menjadikannya sebuah pulau yang sangat indah dan juga sangat kontras. Propinsi-propinsi sebelah timur yang panas itu subur dengan tanaman tebu yang melimpah, sedangkan di bagian tengah dan barat terbentang alam sabana (dataran berumput) yang lebih keras. Di daerah sabana inilah tembakau yang terkenal itu ditanam. Peternakan besar di pulau ini juga terletak di daerah sabana.

Iklim

Kuba yang terletak tepat di sebelah selatan Garis Balik Utara itu pada hakekatnya merupakan negara subtropis. Pulau itu tidak mengenal musim dingin dan suhu tahunan rata-ratanya kira-kira 24°C meskipun termometer terkadang naik sampai 38°C di musim panas di propinsi-propinsi timur dan di daerah Havana di pesisir utara.

Kuba seringkali dihantam topan. Topan besar tahunan bermula di sebelah selatan dan timur pada setiap musim gugur dan bergerak seperti sabit menuju ke daratan Amerika Utara. Hujan lebat yang menyertai badai itu menyebabkan sungai-sungai, seperti Sungai Cauto, meluap menggenangi daerah pedesaan.

Kota dan Desa

Secara tradisional Kuba merupakan perpaduan antara masyarakat kota dan masyarakat desa. Masing-masing dari keempat belas propinsinya mempunyai paling sedikit satu kota besar.

Santiago de Cuba, sebuah kota tua yang mengingatkan kita kepada zaman kolonial Spanyol, adalah ibu kota propinsi Santiago de Cuba. Pusat-pusat perdagangan Holguin dan Bayamo berturut-turut adalah ibu kota propinsi Holguin dan propinsi Cranma (propinsi Cranma dinamakan menurut nama kapal layar Fidel Castro). Camagiiey dan Ciego de Avila kedua-duanya adalah ibu kota propinsi dan pusat perkotaan yang ramai.

Santa Clara, ibu kota propinsi Villa Clara, adalah kota molek dengan berbagai gereja kuno, jalan yang sempit, dan rumah tuanya. Matanzas, kota pelabuhan yang ramai, mendominasi propinsi Matanzas. Havana, ibu kota negara, adalah sebuah kota besar utama.

Kota itu juga merupakan pusat administrasi dua propinsi, yaitu propinsi Kota Besar Havana, yang kira-kira setara dengan Distrik Kolumbia di Amerika Serikat, dan propinsi Havana, daerah yang lebih luas yang mengelilinginya. Pinar del Rio, sebuah kota yang sunyi, adalah ibu kota propinsi Pinar del Rio.

Havana

Ibu kota Kuba, dengan penduduk di dalam batas kota lebih dari 1.000.000 jiwa, adalah salah satu di antara kota-kota tertua di Belahan Bumi Barat dan kota terbesar di Hindia Barat.

Meskipun masih terluka karena revolusi dan problem-problem ekonomi, Havana masih tetap merupakan kota yang memesona. Hal itu disebabkan oleh tata alami ibu kota itu. Havana dibangun di sepanjang pelabuhan yang agak melengkung. Dari sebagian besar gedung-gedung modern di kota itu kita dapat melepas pandang ke berbagai pemandangan yang luar biasa di daerah pelabuhan dan di luarnya-yaitu ke arah Key West, Amerika Serikat.

Havana juga mempunyai daya pikat tersendiri sebagai kota tua menurut ukuran Dunia Baru. Pelabuhannya dilindungi oleh El Morro, sebuah benteng mengagumkam yang dibangun oleh Spanyol pada abad ke-16 untuk melindungi kota itu terhadap bajak laut dan penyerbu. Wilayah tertua di Havana, yang terletak di sebelah barat pelabuhan, mirip sebuah kota Spanyol. Wilayah itu mempunyai banyak jalan sempit, rumah beratap genting, dan gereja tua yang megah.

Di luar Havana lama terdapat Gedung Capitol negara itu-yang mirip Gedung Capitol Amerika Serikat-dan kantor-kantor pemerintah lainnya. Wilayah dunia usaha Kuba yang modern terletak di luar pusat pemerintahan. Wilayah-wilayah yang lebih baru di Havana dahulu memiliki banyak hotel mewah. Banyak di antara gedung itu diubah untuk tujuan-tujuan lain oleh pemerintah setelah revolusi Castro. Banjir wisatawan dari Amerika Serikat dan negara negara Barat lainnya telah terhenti.

Havana tetap merupakan pusat terpenting kehidupan ekonomi Kuba. Gula, tembakau, rum (minuman keras khas Kuba), mineral, dan komoditi ekspor lainnya masih dikapalkan dari pelabuhannya yang ramai. Di masa lalu, sebagian besar perniagaan dan perdagangan yang luas adalah dengan Amerika Serikat. Sekarang kapal-kapal dari Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya lazim terlihat di dermaga-dermaga Havana.

Penduduk Kuba

Hampir 10.000.000 penduduk tinggal di Kuba. Ini merupakan kenaikan luar biasa dari 6.000.000 penduduk menurut perkiraan tahun 1955-terutama mengingat kenyataan bahwa lebih dari 500.000 penduduk mengungsi dari tanah air mereka dalam dasawarsa setelah kemenangan revolusi Castro.

Jika kita bandingkan, hal itu berarti bahwa kepadatan penduduk di Kuba adalah lebih dari tiga kali kepadatan penduduk di Amerika Serikat. Jutaan penduduk tinggal di wilayah yang luasnya kira-kira 114.524 km2, yang sebagian di antaranya merupakan daerah pegunungan yang berpenduduk larang.

Sejarah bangsa Kuba diawali pada tahun 1511, ketika Diego Velazquez mendarat di Baracoa, di ujung timurlaut, untuk merebut kekuasaan atas pulau itu dari orang-orang Indian yang menghuninya. Para penakluk itu hanya menghadapi sedikit tantangan dan dapat menempati koloni baru itu demikian cepatnya sehingga dalam tempo 4 tahun sejak kedatangan Velazquez, mereka telah mendirikan Havana dan beberapa kota kecil lainnya.

Semangat Katolik Roma para penakluk Spanyol itu jelas terlihat dalam pemberian nama sejumlah kota baru-Santiago (St. James), Sancti-Spiritus (Roh Kudus), Trinidad (Trinitas). Namun, ada pula alasan politik dalam pemberian nama tempat-tempat lainnya.

Ketika Columbus berlayar melalui pesisir selatan Kuba, dia menamakan kepulauan yang membentang di sepanjang pesisir itu Jardines De La Reina (”taman ratu”), untuk menghormati Ratu Isabella yang membiayai pelayaran-pelayaran penemuannya.

Agar tidak sampai terungguli, Diego Velazquez memberi nama kepulauan yang menghadap pesisir utara dengan nama Jardines del Rey (”taman raja”), untuk menghormati Raia Ferdinand dari Aragon, suami Isabella.

Setibanya di Kuba, orang Spanyol mendapati pulau itu dihuni oleh suku Indian yang bertubuh tinggi dan berkulit mirip warna tembaga. Orang Indian yang cerdas dan berhati lembut itu menggarap lahan untuk usaha tani. Para penakluk itu segera mempekerjakan orang Indian di berbagai ladang dan tambang mereka sebagai budak.

Meskipun orang Indian secara resmi telah dibebaskan sekitar tahun 1550, sebagai ras mereka boleh dikatakan sudah punah. Banyak di antara mereka meninggal karena penyakit yang terbawa masuk oleh orang kulit putih, padahal mereka tidak mempunyai kekebalan alami sebagai penangkalnya. Namun, kenangan terhadap orang Indian itu terpateri dalam nama sebagian besar pegunungan, sungai, dan kota-kota kecil. Nama ”Kuba” berasal dari kata Indian cubanacan, yang artinya “pusat” atau ”tempat pusat”.

Kuba dijajah oleh orang Spanyol dan Kreol (orang yang beribu-bapak Spanyol tetapi lahir di Dunia Baru). Namun, dalam abad-abad sesudah pemukiman paling awal itu, budak-budak kulit hitam didatangkan ke pulau itu dalam jumlah besar untuk dipekerjakan sebagai tenaga kerja murah.

Mereka menciptakan kebudayaan Afro-Kuba yang ada di pulau itu sekarang ini, yang sangat berpengaruh terhadap musik dan kesenian rakyat. Banyak imigran Spanyol yang datang pada awal abad ke-20, terutama dari Kepulauan Kanari, membantu menciptakan keseimbangan rasial.

Sekarang ini, jumlah penduduk kulit putih mencakup sedikit di atas seperdua dari seluruh penduduk; sebagian besar dari sisanya terdiri atas orang kulit hitam dan mulato (berdarah campuran kulit putih dan kulit hitam). Terdapat pula minoritas Cina di Kuba.

Sejarah Kuba

Pada tahun 1516 orang Spanyol memulai industri perkapalan di Kuba, sedangkan Hernando Cortes tahun berikutnya memanfaatkan pulau tersebut sebagai batu loncatan untuk penaklukannya atas kerajaan Aztec di Meksiko. Pada tahun 1539 Hernando de Soto berlayar dari Kuba untuk merebut Florida atas nama Mahkota Spanyol.

Sudah barang tentu Cortes ataupun De Soto tidak perlu berlayar terlalu jauh untuk mencapai sasaran mereka. Oleh karena itu, Kuba menjadi terkenal sebagai pintu gerbang ke Dunia Baru.

Kuba berada dalam suasana yang relatif tenang di bawah kekuasaan para kapten-jenderal Spanyol, yang ditunjuk oleh Raja, sampai tahun 1762 ketika Inggris merebut Havana. Namun, setahun kemudian mereka mengimbalbelikannya lagi kepada Spanyol dengan Florida.

Kedamaian kembali lagi ke Kuba Spanyol. Kedamaian itu tak terusik sampai perang-perang kemerdekaan yang tak berjaya pada akhir abad ke-19. Patriot-patriot yakni orang Kuba yang menginginkan kemerdekaan negeri mereka dari penjajahan Spanon-mengalami kegagalan dalam dua usaha mereka yang pertama.

Meskipun demikian, tak ayal lagi pada akhirnya kemerdekaan itu akan terwujud juga. Imperium Spanyol dengan cepat terpecah-belah sehingga para pemimpin revolusi Seperti Jose Martitahu bahwa tinggal masalah waktu dan peluang saja untuk mewujudkan kemerdekaan itu. Selain sebagai pemimpin revolusi, Marti juga seorang penyair dan pahlawan besar rakyat Kuba.

Baik waktu maupun peluang itu tiba seiring dengan meletusnya Perang Spanyol-Amerika pada tahun 1898. Keterlibatan Amerika dalam perang tersebut timbul ketika kapal perang Amerika Serikat Maine secara misterius diledakkan di pelabuhan Havana.

Derang dengan Amerika Serikat itu mengakibatkan terlepasnya Kuba dan Puerto Riko, serta Filipina dan Guam, dari tangan Spanyol. Namun, perang tersebut tidak membuahkan kemerdekaan sejati bagi negeri ini. Yang terjadi hanyalah bahwa pengaruh Spanyol digantikan oleh pengaruh Amerika.

Memang, Kuba diberi kemerdekaan resmi pada tahun 1902. Akan tetapi, baru diperkenankan memperoleh kemerdekaan resmi setelah menerima apa yang disebut Amandemen Platt sebagai bagian dari konstitusi baru. Amandemen tersebut memantapkan kedudukan pangkalan militer Amerika Serikat di pulau itu (termasuk pangkalan yang terkenal di Guantanamo, yang masih dikuasai oleh Amerika Serikat sampai sekarang).

Amandemen tersebut juga mencakup syarat-syarat berikut ini: ”Pemerintah sepakat untuk memperkenankan Amerika Serikat memperoleh hak untuk melakukan intervensi untuk melindungi kemerdekaan Kuba, pelestarian suatu pemerintahan yang layak untuk melindungi perikehidupan, hak milik, dan kebebasan perorangan….”

Pada kenyataannya, Amandemen Platt itu mengubah negeri ini menjadi sesuatu yang sangat mirip dengan jajahan Amerika Serikat. Amerika Serikat tak pernah ragu-ragu menerapkan tekanan atas dasar hak istimewanya itu. Syarat-syarat yang termaktub dalam Amandemen Platt itu juga merupakan sebab yang mencetuskan revolusi Kuba 57 tahun kemudian.

Selama lebih dari setengah abad, Amerika Serikat menjadikan pengaruh politik dan ekonominya amat sangat terasa di Kuba. Republik muda-usia itu. mengalami serangkaian pemberontakan, kudeta, dan setiap bentuk perjuangan intern yang dapat dibayangkan. Tahun 1920-an melahirkan kediktatoran Gerardo Machado y Morales.

Pemerintah Machado digulingkan oleh golongan revolusioner yang dipimpin oleh seorang sersan muda-usia dalam angkatan bersenjata Kuba yang bernama Fulgencio Batista y Zaldivar. Penggulingan rezim Machado menghantar Ramon Grau San Martin ke kursi kepresidenan.

Namun, Batista mampu mengambil-alih pemerintahan sebagai diktator pada tahun 1934. Pemerintah Batista berhasil memperoleh dukungan Amerika. Pada tahun 1944 rezim Batista digeser dan dalam kurun waktu yang relatif singkat Kuba memiliki demokrasi perwakilan. Suatu kup baru mengembalikan Batista ke tampuk kekuasaan pada tahun 1952. Dengan demikian, sekali lagi panggung telah ditata untuk revolusi.

Castro

Pada tanggal 26 Juli 1953, seorang ahli hukum muda-usia dari Havana yang bernama Fidel Castro, putra seorang berbangsa Spanyol dari Galicia, mencoba menyerbu barak-barak tentara Kuba di Santiago. Dia tertangkap, diadili, dan dijebloskan ke dalam penjara, setelah di depan mahkamah dia berucap, ”Sejarah akan membebaskan saya”, yang ternyata merupakan pidato pertama dari pidato-pidato maratonnya.

Sesudah itu, Batista membebaskannya, tindakan yang kemudian disesali seumur hidupnya. Ahli hukum muda-usia itu, yang memanfaatkan waktunya selama berada di dalam penjara untuk memperluas pengetahuannya yang sudah begitu luas di bidang sejarah dan ilmu politik itu dengan menekuni buku demi buku, berangkat ke Meksiko untuk meneruskan kegiatannya mengorganisasi suatu serangan terhadap Kuba.

Pada bulan Desember 1956, dia mendarat dengan segerombolan kecil kawannya di propinsi Oriente dan mendirikan basisnya di pegunungan Sierra Maestra, di dekat Pico Turquino. Kemudian Castro memulai perang gerilya melawan pemerintah Batista. Dia berhasil menarik ke pihaknya para buruh tani serta mahasiswa, kaum intelektual, dan golongan liberal dari kotakota besar. Para pembantu andalannya adalah saudaranya Raul Castro dan Ernesto (Che) Guevara, seorang dokter revolusioner Argentina yang sangat kuat simpatinya terhadap komunisme.

Castro memerlukan waktu 2 tahun untuk mewujudkan kejatuhan Batista bersama dengan berkembangnya perang saudara yang nyata di Kuba. Terjadi sabotase besar-besaran, baku tembak militer di sana-sini, dan suatu pemerintahan teror me|awan Castro dan pengikutnya oleh Batista dan angkatan kepolisiannya.

Keresahan semakin menjadi-jadi di seluruh negara. Batista melarikan diri dari Kuba pada tanggal 31 Desember 1958 dan 3 hari kemudian Castro, sang pemimpin gerilya yang berjanggut itu, bergegas masuk ke Havana untuk mengambil alih pemerintahan.

Revolusi tersebut boleh dikata mengubah segala-galanya di Kuba. Di atas segalanya, revolusi itu mengubah wajah rakyat. Pada waktu memuncaknya revolusi, sebagian terbesar rakyat berdiri di belakang Castro. Dia adalah pahlawan di mata para petani kecil dan miskin serta mahasiswa, para bankir dan ahli hukum, para wanita dan anak-anak-di mata hampir setiap orang.

Sebelum perpecahannya dengan golongan liberal, Castro mungkin merupakan pemimpin Kuba pertama yang pernah mempersatukan bangsa tersebut. Bangsa negeri ini, yang lazimnya cenderung bersikap tenang, periang, dan sinis itu, mendadak bersikap serius terhadap negara mereka. Mereka menjadi sangat tertarik kepada keadilan sosial, pembangunan ekonomi, dan perbaikan lingkungan. Semangat menentukan nasib sendiri melanda negara itu.

Bagaimanapun juga, bangsa Kuba berhasil mempertahankan kegemaran mereka akan kenikmatan hidup. Pada bulan-bulan pertama kemenangan revolusi sebelum Castro mendirikan sebuah negara komunis dan mencanangkan cap kediktatorannya sendiri malam-malam diwarnai dengan hingar-bingar tari-tarian kesayangan penduduk pulau itu, yakni guarachas, dan tari-tarian Afro-Kuba pachangas.

Karena telah mewarisi kegandrungan terhadap baseball dari bangsa Amerika, penduduk Kuba membanjiri stadion-stadion baseball. Bahkan Castro sendiri berkali-kali turun ke gelanggang untuk mengumpankan bola kepada para pemukul bola profesional. Ada pula yang mengisi malam-malam mereka dengan mengadu ayam, olahraga yang juga disenangi oleh penduduk.

Roda-roda rolet berdesing di kasino-kasino Havana dan gadis-gadis penari yang ayu memamerkan kebolehan mereka di klub-klub malam mewah diiringi musik rumba. Ernest Hemingway, penulis Amerika yang kenamaan itu, mencintai Kuba sesudah Spanyol. Dia tinggal di luar kota Havana dan sengaja menunjukkan bahwa dirinya pun memihak kepada revolusi. Castro dan rakyat Kuba tengah menikmati bulan madu yang mengasyikkan.

Kuba di bawah Castro

Fidel Castro segera mengungkapkan berbagai kebijakan otoriternya, tetapi pemerintahannya tetap bertahan. Hal tersebut memberi dorongan bagi penyerbuan Teluk Babi yang dilakukan oleh para pengungsi Kuba dan didalangi oleh Amerika Serikat pada tahun 1961.

Satu setengah tahun kemudian, pemerintahan Castro lolos tanpa cedera dari krisis rudal, yang meletus ketika Uni Soviet mulai memasang senjata-senjata nuklir di wilayah negeri ini yang diarahkan ke Amerika Serikat. Konfrontasi yang menyusulnya antara John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat, dan Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev tidak hanya mengancam menelan Kuba, tetapi juga menyeret dunia ke dalam perang nuklir.

Castro harus menyekutukan pemerintahannya dengan dunia komunis. Dia pun harus menyebut dirinya sendiri komunis. Dengan demikian Kuba berhak untuk memperoleh bantuan ekonomi besar-besaran dari negara-negara komunis dan mampu meningkatkan ketahanannya sebagai akibat putusnya segala hubungan dengan Amerika Serikat.

Telah diperkirakan bahwa Uni Soviet telah mengeluarkan biaya sebesar US$1.000.000 sehari untuk mempertahankan kehidupan perekonomian Kuba. Di samping itu, Uni Soviet telah pula membelanjakan dananya untuk melengkapi dan melatih angkatan bersenjata agar menjadi yang ketiga terkuat dan terbesar di Belahan Bumi Barat, setelah Amerika Serikat dan Kanada.

Dalam hal tertentu, prestasi Castro memang mengesankan. Dia menggilas orde lama di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Dia menasionalisasi investasi modal Amerika senilai US$1.000.000 di negeri ini, memberlakukan perombakan tata guna lahan yang drastis, dan menghantar Kuba menuju ke perekonomian bergaya Marxis atau komunis.

Dengan membangun orde baru, dia menciptakan sistem pertanian kolektif dan kooperatif; menyerahkan sektor perindustrian dan sebagian besar sektor perdagangan ke tangan pemerintah; dan membangun sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, balai-balai kesejahteraan ibu dan anak, dan fasilitas-fasilitas rekreasi di seluruh negara bagi rakyat Kuba yang tersisih dan yang tersisih itu justru merupakan bagian terbesar rakyatnya.

Pengorbanan yang diberikan oleh rakyat Kuba untuk perombakan-perombakan tersebut tidak kalah besarnya atau bahkan lebih besar. Meskipun taraf hidup meningkat, rakyat masih harus menjalani masa-masa serba kekurangan dan keprihatinan. Castro menciptakan negara polisi untuk menjamin tidak adanya oposisi terhadap revolusinya.

Telah terjadi berbagai penahanan, pengadilan, pemenjaraan, dan hukuman mati. Kira-kira 500.000 penduduk Kuba-banyak di antaranya para profesional yang sangat dibutuhkan-melarikan diri dari negara mereka, kebanyakan ke Amerika Serikat.

Ekonomi

Para perwira angkatan bersenjata dan pemimpin revolusi yang belum berpengalaman yang diserahi tanggung jawab ekonomi oleh Castro melakukan kebodohan demi kebodohan yang sangat merugikan. Serta-merta terungkap bahwa ketergantungan Kuba kepada Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya adalah lebih besar daripada ketergantungannya kepada Amerika Serikat dahulu.

Uni Soviet menyediakan seluruh minyak bumi yang dikonsumsi Kuba serta bahan pangan, peralatan industri, dan barang-barang konsumen. Soviet membeli gula dengan harga palsu, jauh lebih tinggi daripada tingkat harga di pasaran dunia. Ekonomi telah sepenuhnya disubsidi dari luar negeri.

Castro menghimbau sesama warga negaranya untuk bekerja keras dan mempelajari teknik-teknik modern yang diperlukan untuk melaksanakan program jangka pendek modernisasi Kuba. Namun, meskipun telah ada mesin-mesin penuai modern dan pengerahan serdadu sukarelawan sipil secara besar-besaran untuk menuai tebu, produksi gula tidak mampu menandingi tingkat produksi di masa pra revolusi.

Barang-barang mewah hampir tidak terbeli oleh kebanyakan penduduk Kuba dan bahkan barangbarang konsumen biasa pun seringkali dijatahkan. Kedudukan-kedudukan terbaik acap kali diserahkan kepada mereka yang mendukung Castro. Ketika pada tahun 1980 Castro mengumumkan bahwa penduduk yang ingin meninggalkan negara mereka diberi keleluasaan untuk melaksanakannya, ribuan penduduk pergi ke Amerika Serikat menumpang perahu-perahu kecil yang sarat penumpang untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Cara Hidup

Dengan cara yang stabil, revolusi menguntungkan daerah pedesaan dengan mengorbankan kota-kota besar. Para guajiro, atau para petani miskin Kuba yang bertopi jerami, memperoleh upah yang lebih baik dibandingkan dengan masa mana pun sebelumnya. Sejumlah perumahan layak huni tersedia untuk menggantikan gubuk-gubuk reyot yang selama ini mereka tinggali.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kuba, anak-anak para guajiro itu dapat menjangkau pendidikan gratis untuk tingkat dasar, menengah, dan tinggi serta fasilitas perawatan kesehatan modern. Ke dalam diri para guajiro itu ditanamkan rasa harga diri dan jati diri yang selama ini belum pernah mereka miliki.

Di sebuah negara yang umur rata-rata penduduknya di bawah 22 tahun, sedangkan anak-anak di bawah umur 14 tahun mencakup hampir 40°o dari seluruh penduduknya-Castro telah membina suatu generasi revolusioner baru seutuhnya.

Lebih dari seperdua jumlah penduduk yang ada belum lahir ataupun tidak mempunyai kenangan yang jelas tentang masa lalu Kuba. Cara hidup yang diawasi menggeser individualisme yang dulu dianut rakyat. Namun, Castro masih saja dapat menyatakan bahwa belum pernah kaum tani menikmati kehidupan yang lebih baik daripada yang mereka alami sekarang ini.

Sebaliknya, kota-kota besar memikul beban berat sebagai akibat adanya pengorbanan nasional ini. Castro mungkin telah membersihkan Havana dari pencurian, pelacuran, dan ketimpangan-ketimpangan lain yang menurut pandangannya telah memerosotkan moral rakyatnya. Di samping itu, dia telah pula berupaya dengan gigih mendorong kesenian dan menjadikannya terjangkau oleh semua orang.

Namun, Havana, ibu kota negara yang indah di pesisir laut itu, telah menjadi kota yang bobrok. Mobil-mobil lama hampir tak dapat dijalankan karena kurangnya suku cadang. Gedung-gedung dibiarkan melapuk. Meskipun kekurangan sandang dan kosmetika, para wanita Kuba tetap tampak memikat karena keluwesan alami mereka. Meskipun golongan guajiro jauh lebih baik keadaannya saat ini daripada sepuluh tahun yang lalu, taraf hidup perkotaan toh telah sangat merosot.

Masa Depan

Dari segi potensinya Kuba masih tetap kaya raya. Castro tidak perlu mengkhawatirkan adanya kebangkrutan nasional. Dengan demikian, dia masih tetap yakin bahwa Uni Soviet secara politis tidak bakal menelantarkannya sejauh menyangkut bantuan ekonomi. Setelah 10 tahun pertama memegang kekuasaan, Castro mengakui bahwa adalah suatu kekeliruan untuk mengorbankan pembangunan pertanian pada kurun-waktu setelah revolusi demi penggalakkan industri besar-besaran di negaranya.

Sumber alam Kuba masih cukup besar. Meskipun dahulunya Castro memandang rendah terhadap ”raja gula”, sekarang dia lebih banyak memberi dorongan kepada produksi gula daripada kepada industrialisasi. Tembakau bahan mentah cerutu Kuba yang kenamaan itu-merupakan sumber pendapatan dari luar negeri sampai akhir tahun 1970 an, ketika penyakit menyapu bersih sebagian besar panen tembakau sehingga banyak pabrik cerutu yang gulung tikar.

Mangan dan nikel, logam logam utama Kuba, penting artinya bagi ekonomi pulau tersebut. Ikan telah menjadi sumber bahan pangan utama di Kuba dan komoditi ini juga dijual ke luar negeri, Terdapat perahu-perahu penangkapan ikan baru dan metode metode pemrosesan ikan yang lebih baik.

Masalah yang kini dihadapi Castro adalah bagaimana cara memanfaatkan berbagai sumber alam Kuba seefisien mungkin tanpa membiarkannya terbuang percuma dalam berbagai eksperimen politik atau dalam berbagai petulangan di luar negeri oleh angkatan bersenjata Kuba,

Pemerintahan Setelah memerintah seorang diri selama bertahun-tahun, Castro menyajikan konstitusi kepada rakyatnya pada tahun 1976, Konstitusi tersebut, yang secara resmi mengakui peranan kepemimpinan Partai Komunis Kuba di Kuba, disetujui melalui suatu referendum. Dalam bahasa para pejabat pemerintah, tujuan konstitusi itu adalah untuk ”melembagakan revolusi”.

Di bawah konstitusi tersebut, yang menciptakan sistem parlementer untuk seluruh negara, badan legislatif utama adalah dewan nasional. Para anggotanya dipilih setiap 5 tahun sekali oleh para pemberi suara Kuba yang berumur 16 tahun ke atas.

Dewan tersebut dibimbing oleh suatu dewan negara yang beranggotakan 31 orang, yang dipilih dari kalangan anggota dewan nasional. Dewan ini diketuai oleh seorang presiden yang sesuai dengan ketentuan konstitusi, adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Jabatan ini dipegang oleh Castro.

Pada jenjang pemerintahan yang lebih rendah, dewan propinsi dan dewan kotamadia juga telah dibentuk. Para calon untuk dewan tersebut diajukan oleh Partai Komunis dan organisasi-Organisasi yang terkait. Dewan propinsi dan dewan kotamadya itu mengawasi dinas-dinas umum seperti sekolah, rumah sakit, teater, hotel, transportasi, dan pelayanan umum.

TAD SZULC, Koresponden Diplomatik, The New York Times
Editor: Sejarah Negara Com

Bagi anda yang suka Traveling dan ingin mencari Akomodasi Wisata (hotel, vila, rental mobil, restoran, dll) terdekat dan terlengkap silahkan cari di bawah ini! Booking.com