Trinidad dan Tobago di Kepulauan Karibia selatan

Trinidad dan Tobago – Trinidad yang terletak di bagian paling selatan Kepulauan Karibia dan tetangganya yang kecil Tobago secara politis telah dipersatukan sejak tahun 1889, mula-mula sebagai koloni Inggris dan kemudian sejak tahun 1962 sebagai negara yang merdeka penuh di dalam lingkungan Persemakmuran. Kira-kira 97% dari lebih 1.000.000 penduduk negara baru itu tinggal di Trinidad yang memang lebih besar di antara keduanya.

Pulau Trinidad yang menghijau bagaikan zamrud itu terkenal karena tumbuhan tropisnya yang lebat, sumur minyak, Danau Pitch, grup musik baja, musik kalipso, dan karnavalnya. Lebih dari itu, Trinidad terkenal karena penduduk Trinidadnya itu sendiri, yakni bangsa yang sama bhinekanya dengan bangsa lain yang ada di negeri lain mana pun.

Pulau Tobago yang lengang dan berbentuk seperti cerutu itu terkenal karena pantai pasir putihnya yang kemilau, suaka margasatwa burung cenderawasih (yang terletak di pulau Tobago Kecil) serta berbagai spesies burung, ikan, dan kerang-kerangan yang lain dari yang lain.

Penduduk Trinidad dan Tobago

Trinidad mempunyai penduduk yang luar biasa bhinekanya, bahkan menurut ukuran Hindia Barat yang secara keturunan berpenduduk campuran itu. Berbeda halnya dengan Tobago dan beberapa pulau lainnya di Karibia, di negeri ini orang keturunan Afrika bukan merupakan golongan mayoritas.

Trinidad tidak begitu lama mengalami sejarah perbudakan. Ketika Inggris menghapuskan perbudakan pada tahun 1830-an, ekonomi pulau itu secara relatif masih terbelakang, sedangkan populasi budaknya hanya sekitar 21.000 jiwa.

Pulau Barbados, yang wilayahnya kurang dari 1/10 wilayah negeri ini, mempunyai budak yang jumlahnya 4 kali lebih banyak. Kemudian sejumlah buruh tanah terpaksa harus didatangkan guna dipekerjakan di perkebunan tebu di Trinidad, sebagian besar berasal dari daerah yang sekarang termasuk wilayah India dan Bangladesh.

Kebanyakan penduduk yang oleh orang Karibia disebut orang Hindia Timur itu terus berada di Trinidad setelah kontrak mereka habis. Sekarang anak cucu mereka mencakupi kira-kira 40% penduduk negara ini.

Sekitar 43% penduduk negeri ini, oleh biro sensus, dimasukkan ke dalam golongan kulit hitam, sedangkan sekitar 14% termasuk golongan berdarah campuran. Sisanya adalah keturunan berbagai bangsa, termasuk Inggris, Irlandia, Portugis, Spanyol, Prancis, Cina, Suriah, Libanon, dan Venezuela.

Kelompok keturunan yang bhineka di Trinidad itu lazimnya cenderung tetap mempertahankan perikehidupan mereka masing-masing meskipun dilihat dari segi ekonominya mereka itu saling bergantung satu sama lain.

Dua kelompok yang paling besar, yaitu kulit hitam dan Hindia Timur, tetap mempertahankan pola sosial mereka masing-masing, dengan menu makanan, agama, tradisi budaya, serta perikehidupan keluarga yang berbeda.

Meskipun perbedaannya tidak setajam dahulu, perbedaan itu tetap mudah terlihat. Orang Hindia Timur sebagian besar hidup bergerombol di lahan pertanian kecil, di desa, atau di lahan perusahaan perkebunan tebu.

Mereka terkenal sebagai kelompok yang suka bekerja keras, suka berhemat, dan banyak di antara mereka yang telah mempunyai uang tabungan, lalu membeli lahan dan menjadi makmur. Banyak pula orang Hindia Timur yang telah berhasil menjadi pengusaha dan terjun ke bidang kegiatan itu.

Penduduk keturunan Afrika cenderung bergerombol di kota kecil atau di sekitar ladang minyak dan merupakan sebagian besar dari angkatan kerja di sektor industri perminyakan yang merupakan tulang punggung ekonomi negara itu. Orang kulit hitam lazimnya merupakan tulang punggung sektor pegawai negeri.

Pada umumnya penduduk yang bhineka itu selama ini hidup rukun dan serasi. Namun, bukan berarti antagonisme rasial tidak pernah terdengar, terutama antara golongan kulit hitam dan golongan Hindia Timur.

Ras dan agama memainkan peranan penting dalam percaturan politik di negara yang masih muda itu. Namun, perbedaan tradisional antar-ras telah mulai menyurut. Caya busana yang beranekaragam di antara berbagai golongan, misalnya, kini telah lenyap sama sekali.

Port of Spain

Kebhinekaan penduduk pulau Trinidad dan Tobago itu paling jelas terlihat di ibu kotanya yang berpenduduk lebih dari 100.000 jiwa. Di jalan sempit di Port of Spain akan kita dengar percakapan dalam berbagai bahasa yang berlainan.

Di kota ini masjid umat Islam, biara Benedictus, dan kuil umat Hindu saling berdekatan letaknya. Kota yang hingar-bingar, padat, dan meriah ini merupakan kota terbesar negara itu dan sekaligus merupakan pusat perdagangan, pemerintahan, dan pe|abuhan yang paling besar.

Cara Hidup

Perbudakan tidak banyak terdapat di Trinidad dan hanya berlangsung kira-kira selama 50 tahun. Suatu kurun waktu yang relatif singkat untuk ukuran Karibia. Bahkan di zaman itu tidak terdapat budak dalam jumlah yang besar.

Tidak ada kenangan getir yang menekan negeri ini. Rakyat Trinidad berciri khas penuh semangat, periang, gemar berhura-hura dan mengadakan karnaval, gandrung musik, serta pandai menyelipkan humor segar dalam lagu kalipso mereka dan dalam gaya bicara Trinidad yang blak-blakan itu.

Pada kenyataannya, musik bukan sekadar sarana hiburan di Trinidad-musik hampir merupakan cara hidup. Para penyanyi lagu kalipso biasanya menamakan diri mereka dengan nama yang serba hebat seperti Pipit Perkasa, Jago Masak, atau Peniru Ulung, tetapi kebanyakan lagu mereka bersahaja, hangat, menggelitik, dan seringkali berbau politik.

Di samping kalipso, kreasi besar sajian Trinidad di bidang musik adalah musik baja, yang alat musiknya, atau lebih tepat disebut ”panci”-nya, terbuat dari tong minyak bekas. Kelompok musik baja ini baru saja lahir, yaitu pada tahun 1940-an.

Sejak saat itu pancinya telah diperhalus dengan menoreh logamnya menjadi beberapa bagian dan menyetemnya dengan menggunakan panas sehingga para pemain yang memukul berbagai bagian panci itu dengan alat penabuh yang dibungkus karet dapat menghasilkan berbagai nada yang halus dan bening yang merupakan hakekat musik baja ini.

Karnaval

Setiap tahun, dimulai pada pukul 5 pagi pada hari Senin menjelang Hari Rabu Abu, penduduk Trinidad dengan segala macam pakaian turun ke jalan di Port of Spain dan di kota lainnya untuk merayakan karnaval. Selama kira-kira sebulan sebelum karnaval, para pemusik kalipso kenamaan mengadakan gladi resik di berbagai kemah atau balai, menghibur khalayak dengan sajian kreasi mereka yang terbaru.

Kelompok musik baja berlatih di permukiman yang ramai. Beberapa di antara kelompok musik yang ”bermain di karnaval” itu mempunyai ratusan anggota dan pengikut yang mengenakan pakaian yang beraneka warna dan dramatis.

Selama 2 hari berturut-turut Queen’s Park Savannah, yakni taman yang luas di ibu kota Port of Spain, dan semua jalan di kota kecil dan desa di segenap penjuru pulau itu ramai oleh bunyi musik dan penuh sesak dengan khalayak yang berjoget. Penduduk dari segala usia, warna kulit, dan lapisan semuanya berjingkrak-jingkrak, berloncatan, dan berlenggang-lenggok mengikuti irama musik.

Beberapa saat menjelang tengah malam pada hari Selasa semua orang bergegas untuk ikut ambil bagian dalam pertandingan ”las’lap” (melompat). Ketika lonceng berdentang dua belas kali, acara berjoget berakhir, bunyi musik lenyap, dan kemeriahan karnaval digantikan oleh suasana syahdu Masa Penantian.

Kunjungi Trinidad dan Tobago di google map

Geografi dan Ekonomi Trinidad dan Tobago

Penduduk Trinidad boleh merasa beruntung karena menghuni lahan yang kaya dengan sumber alam. Di antara sumber itu yang terpenting adalah minyak, yang mulai digali dalam jumlah yang memadai pada tahun 1909.

Minyak diperoleh dari bagian selatan Trinidad dan dari Teluk Paria, yang memisahkan Trinidad dan Venezuela. Selain itu, minyak mentah juga diimpor dari Kolombia, Venezuela, dan Timur Tengah untuk diproses di berbagai kilang minyak raksasa yang ada di pesisir barat Trinidad. Minyak bumi dan berbagai produk minyak bumi mencakup sekitar 85% dari seluruh nilai ekspor negara itu.

Hal itulah yang terutama membuat Trinidad dan Tobago dapat menikmati pendapatan per kapita yang paling tinggi dibandingkan dengan negara mana pun di Karibia. Namun, tidak diragukan pula bahwa sebagian besar keuntungan masuk ke kantong para penanam modal asing. Pemerintah telah memperluas peranannya dalam sektor industri itu, terkadang dengan bermitra usaha dengan berbagai perusahaan swasta asing.

Sektor usaha tani menyerap sekitar 20% dari seluruh angkatan kerja di Trinidad. Lahan di negeri itu sebagian besar rata atau sedikit bergelombang, kecuali di ketiga sabuk tanah tinggi yang sempit yang melintang dari timur ke barat.

Iklimnya yang hangat dan lembap sangat cocok untuk pembudidayaan tebu, yang merupakan tanaman perdagangan yang paling penting di Trinidad. Tanaman lain yang ditanam di Trinidad dan Tobago antara lain adalah cokelat, kelapa, pisang, jeruk, dan kopi. Tobago, yang sampai akhir-akhir ini masih terbelakang, kini tengah menggalakkan industri pariwisata yang ditunjang oleh pantai dan keindahan alamnya yang luar biasa itu.

Trinidad juga mempunyai dua mata dagang ekspor yang istimewa. Aspal alam digali dari Danau Pitch, yang merupakan ladang endapan aspal abadi di bagian baratdaya pulau dan mungkin pula merupakan salah satu titik terpanas di muka bumi ini. Suatu penyedap, yang disebut ramuan angostura bitter dibuat oleh sebuah perusahaan di Port of Spain dari berbagai bahan yang hanya diketahui oleh empat orang saja.

Meskipun Trinidad dan Tobago memiliki taraf hidup yang relatif tinggi untuk ukuran Karibia, negara yang masih muda ini pun tidak lepas dari berbagai problem ekonomi. Angka penganggurannya tinggi dan seluruh kegiatan ekonominya sangat bergantung, atau bahkan dikhawatirkan terlalu bergantung, kepada minyak dan gula.

Pihak pemerintah telah berusaha sekuat tenaga memperbaiki keadaan itu dan telah pula mencanangkan berbagai program untuk mendorong penganekaragaman tanaman serta untuk menggalakkan industri baru.

Salah satu perkembangan yang membawa harapan adalah penemuan ladang gas alam yang besar di lepas pantai tenggara Trinidad, yang merupakan sumber tenaga yang penting bagi pertumbuhan industri pulau itu. Nilai perdagangan luar negeri Trinidad lebih besar daripada negeri Persemakmuran lain di kawasan Karibia. Mitra dagang utamanya adalah Inggris, Venezuela, Amerika Serikat, dan Kanada.

Sejarah Trinidad dan Tobago

Meskipun memiliki sumber alam yang melimpah-ruah, Trinidad toh telah ditelantarkan oleh para penguasa kolonial Eropa selama beberapa abad. Christopher Columbus menemukan pulau itu dalam pelayarannya yang ketiga pada tahun 1498.

Dinamakannya pulau itu Trinidad menurut ketiga bukit yang menjadi ciri khasnya, yakni Bukit Tiga Bersaudara atau Bukit Trinitas, yang ada di bagian tenggara pulau itu. Spanyol mengklaim pulau itu berdasarkan penemuan Columbus, tetapi selama berabad-abad sama sekali tidak berbuat apa pun untuk mengembangkannya.

Kemudian, yaitu pada tahun 1783, Spanyol membuka pulau itu bagi bangsa asing yang ingin mendirikan koloni di sana. Hal itu mengarah ke terwujudnya permukiman pertama di pulau itu, terutama oleh para pengusaha perkebunan tebu yang berasal dari berbagai jajahan Prancis di Hindia Barat yang membawa serta budak mereka.

Di antara para pengusaha perkebunan tebu itu terdapat banyak kaum pengungsi yang menghindari Revolusi Prancis, tetapi pada umumnya mereka itu semata-mata tertarik oleh melimpahnya lahan perawan di Trinidad dan jarangnya pulau itu disinggahi topan.

Sampai saat ini sejumlah penduduk asli pulau itu, yakni orang Indian Arawak, masih tetap bertahan di sana, tetapi hanya sedikit peninggalan mereka yang sekarang masih dapat ditemukan.

Menjelang tahun 1797 penduduk Eropa dan Afrika di pulau itu berjumlah 17.000 jiwa. Dari jumlah itu, 10.000 di antaranya adalah budak kulit hitam dan sebagian besar di antara sisanya terdiri atas orang Prancis. Pada tahun itu Trinidad direbut oleh orang Inggris, yang pada saat itu tengah berperang dengan Spanyol. Trinidad diserahkan secara resmi ke tangan Inggris melalui suatu perjanjian pada tahun 1802.

Tobago mungkin sudah terlihat oleh Columbus dalam pelayarannya yang ketiga, meskipun tidak ada bukti yang menyatakan bahwa dia telah pula mendarat di sana. Pulau kecil ini menempati posisi yang sangat strategis di kawasan Karibia dan pada abad ke-17 dan ke-18 pulau itu menjadi rebutan antara Inggris, Prancis, dan Belanda.

Bahkan kemangkubumian Courland dari Latvia ikut masuk gelanggang pada abad ke-17, karena Mangkubumi Courland mengklaim Tobago berdasarkan hibah dari Raja Inggris. Inggris berhasil merebut kembali kekuasaan atas pulau itu pada tahun 1793, diseling dengan kekuasaan Prancis yang berumur pendek pada tahun 1802, dan tahun 1803.

Trinidad dan lohago diperintah sebagai dua koloni yang terpisah oleh Inggris pada sebagian besar abad ke-19, tetapi kedua pulau itu dipersatukan di bawah satu pemerintalmn pada tahun 1889, dengan tujuan utama menghemat biaya pemerintaimn. Tobago masih memegang kekuasaan tertentu atas berbagai masalah dalam negerinya pada saat itu, tetapi 10 tahun kemudian kedua koloni tersebut digabungkan sepenuhnya.

Sejak saat itu proses menuju pemerintahan sendiri berjalan lamban. Gubernur ditunjuk oleh London dan sama sekali tidak bertanggung jawab kepada penduduk Trinidad dan Tobago. Suatu perubahan diadakan pada tahun 1925, ketika para anggota badan legislatif dipilih, namun hanya sebagian kecil penduduk yang berhak memberikan suara.

Hak pilih untuk semua penduduk yang sudah dewasa baru diberikan pada tahun 1946 dan koloni itu diberi hak untuk mengatur sendiri urusan dalam negerinya pada tahun 1961. Semakin cepatnya langkah menuju perombakan konstitusi itu disebabkan oleh dibentuknya sebuah partai politik, yaitu Gerakan Nasional Rakyat, di bawah Dr. Eric Williams (1911-1981) yang akhirnya menjadi perdana menteri pertama Trinidad dan Tobago.

Pada tahun 1958 Trinidad dan Tobago menjadi bagian Federasi Hindia Barat. Federasi yang mencakupi semua pulau bekas koloni Inggris itu dibubarkan pada tahun 1962. Pada tanggal 31 Agustus 1962 Trinidad dan Tobago menjadi negara merdeka penuh.

Pemerintahan Trinidad dan Tobago

Pada tahun 1976 sebuah konstitusi baru mulai berlaku di Trinidad dan Tobago yang menjadikan. negara itu sebuah republik. Kepala negaranya adalah presiden. Kekuasaan legislatif berada di tangan Parlemen, yang terdiri atas dua dewan, yakni Dewan Perwakilan Rakyat, yang anggotanya dipilih . oleh rakyat, dan Senat. Para senator ditunjuk oleh presiden, perdana menteri, dan pemimpin golongan Oposisi. Perdana menterinya adalah ketua partai yang memegang suara mayoritas di DPR.

Trinidad dan Tobago memainkan peranan utama dalam menggalakkan kerja sama regional, terutama antara sesama anggota Persemakmuran di Karibia. Negara ini menjadi anggota Masyarakat dan Pasaran Bersama Karibia yang anggotanya meliputi negara anggota Persemakmuran di Karibia. Trinidad dan Tobago juga merupakan salah satu di antara pendukung utama Bank Pembangunan Karibia yang terkait dengan organisasi itu.

Diulas oleh PHILIP SHERLOCK, Sekretaris Jenderal Asosiasi Universitas dan Lembaga Penelitian Karibia
Editor: Sejarah Negara Com