Sungai Orinoko muara pintu gerbang ke surga

  • Whatsapp

Banyak sungai besar sering mengilhami berbagai cerita dan legenda besar dan demikian pula halnya Sungai Orinoko di bagian utara Amerika Selatan. Christopher Columbus, yang pada umumnya dipercaya sebagai orang pertama yang melihat sungai ini pada tahun 1498, menulis surat kepada Ratu Isabella dari Spanyol bahwa muara sungai itu merupakan pintu gerbang ke surga.

Ketika Diego de Ordaz mengarungi bagian hulunya lebih jauh lagi pada tahun 1531, dia tidak juga menemukan baik surga maupun harta karun El Dorado yang didongengkan dan diperkirakan orang terdapat di suatu tempat di sekitar Orinoko.

Bacaan Lainnya

Dongeng El Dorado inilah yang menarik Sir Walter Raleigh mengarungi Orinoko pada tahun 1595 dan tahun 1617, Raleigh memimpin ekspedisi ke sungai legendaris ini, tetapi dia gagal menemukan harta karun tersebut.

Selama lebih dari 3 abad berikutnya, banyak orang menjelajahi Orinoko. Sebagian di antaranya meninggal dalam usahanya itu; sebagian lainnya memberikan sumbangan yang berharga bagi pengetahuan manusia tentang sungai. Hanya dalam eksplorasi abad ke-20 belakangan inilah, mata air Sungai Orinoko dapat ditemukan.

Peta Sungai Orinoko

Kunjungi Orinoko di google map

Orinoko merupakan salah satu sungai besar di dunia. Di Amerika Selatan, Orinoko merupakan salah satu dari sistem sungai terbesar, sedangkan di Venezuela, suatu negara yang memiliki lebih dari 1.000 sungai, Orinoko merupakan sungai yang terbesar. Mata air Orinoko terletak di Sierra Parima, dekat tapal batas VenezueIa-Brasilia.

Sampai beberapa kilometer jauhnya, Sungai Orinoko mengalir ke baratlaut menuju desa Esmeralda. Di sini, sekitar 322 km jauhnya dari mata airnya, di suatu tempat selebar lebih dari 457 m, sungai besar itu bercabang dua yang luar biasa sehingga membingungkan para ahli geografi selama berpuluh-puluh tahun.

Sekitar sepertiga debit airnya mengalir terpisah dari aliran utama sungai itu menuju ke arah selatan. Melalui arus air alamiah yang dibentuk oleh Sungai Casiquiare, cabang sungai ini bertemu dengan Rio Negro, yaitu anak sungai Amazon yang agung. Selanjutnya, Orinoko terus mengalir ke arah utara sampai mencapai Puerto Paez, yaitu tempat Orinoko bertemu dengan Sungai Meta.

Debit airnya menjadi bertambah karena bertemu dengan beberapa anak sungai lainnya, yang utama di antaranya adalah Sungai Cuaviare dan Sungai Ventuari. Sepanjang perjalanannya ke laut,

Orinoko bertemu dengan Sungai Apure, yang mengalir dari mata airnya di Pegunungan Andes Kolombia, dan dengan Sungai Caura dan Caroni, yang mengalir dari Sierra Pacaraime. Sekitar 160 km dari pantai timurlaut Venezuela, Orinoko menyebar ke dalam suatu delta yang sangat luas dan kemudian bermuara di Lautan Atlantik, sebelah selatan pulau Trinidad.

Luas cekung Sungai Orinoko secara keseluruhan adalah lebih dari 906.500 km2. Kecuali di beberapa pusat kota yang terletak di sepanjang sungai, daerah tersebut jarang berpenghuni. Sebagian besar daerahnya masih berupa hutan belantara.

Sungai itu mengalir berliku-liku dan melingkar-lingkar melalui hutan-hujan yang lebat dan Ilanos, yaitu dataran rendah Venezuela, tempat hidup suku Indian selama beribu-ribu tahun yang silam. Mungkin para leluhur suku-suku Indian inilah yang menamakan sungai ini Orinoko, yang berasal dari orinucu, kosakata Indian yang berarti sungai.

Perkiraan mengenai panjang Orinoko sangat berbeda-beda, tetapi perkiraan yang terpanjang tampaknya lebih dari 2.414 km. Debit airnya sangat dipengaruhi oleh musim dan, selama bulan-bulan musim panas yang berhujan, air pasang sering mengakibatkan banjir yang serius.

Sungai Orinoko dapat dilayari sampai sejauh 1.600 km dari muaranya dan kapal-kapal yang mengarungi samudra dapat berlayar ke hulu sampai Ciudad Bolivar, pusat perdagangan yang berjarak sekitar 418 km dari laut.

Kota-kota penting lainnya di tepi Sungai Orinoko (semuanya terletak di Venezuela) adalah Santo Tome de Guayana, yang merupakan pusat industri baru, serta Tucupita dan Pedernales, yang merupakan pusat industri minyak di delta Orinoko.

Dengan dibukanya jembatan Angostura pada tahun 1967 memungkinkan transportasi yang cepat antara Ciudad Bolivar, Santo Tomé de Guayana, dan Carakas. Belakangan ini, bijih besi yang berkualitas tinggi telah ditemukan di El Pao, sebelah selatan Santo Tome de Guayana. Semua perkembangan ini membantu mengubah cekung Orinoko menjadi salah satu daerah industri besar di Amerika Latin.

Diulas oleh HENRY J. WARMAN Sekolah Geografi, Universitas Clark
Editor: Sejarah Negara Com

Pos terkait