Kisah penjelajahan Columbus ke Amerika Tengah dan Selatan

Orang Eropa pertama yang datang ke Dunia Baru yang disebut Amerika Tengah dan Amerika Selatan tidak bertujuan mencari daerah baru sebagai tempat tinggal. Sebenarnya mereka mencari jalan lain yang didambakan menuju Hindia Timur yang kaya dengan rempah-rempah dan tanpa diduga menemukan daratan yang begitu luas tanpa ada rintangan yang berarti.

Amerika Selatan ditemukan oleh Christopher Columbus pada tahun 1498 dalam perjalanannya yang ketiga menuju Dunia Baru. Ia tiba di muara Sungai Orinoco, persis tempat Venezuela sekarang. Pada tahun 1500 Pedro Alvares Cabral mendarat di pantai Brasilia dan tahun berikutnya penjelajah Spanyol yang pertama tiba di tanah genting Amerika Tengah yang sempit dan berkelok.

Pada tahun 1502 suatu ekspedisi yang dipimpin oleh Christopher Columbus mendarat di Honduras, Kosta Rika, dan Panama. Kemudian diikuti oleh para pelaut dan penjelajah lain dari semenanjung Iberia Eropa (Spanyol dan Portugal) sehingga menjelang tahun 1513, saat Vasco Nanez de Balboa menemukan Pasifik, sebagian besar pantai di Atlantik Amerika Selatan serta sebagian Amerika Tengah telah dikenal.

Perjanjian Tordesillas yang ditandatangani oleh Spanyol dan Portugal di bawah kekuasaan Paus Alexander VI pada tahun 1494, telah menarik garis pemisah utara-selatan imajiner yang membagi dua benua baru yang belum dipetakan itu untuk Spanyol dan Portugal. Perjanjian ini menjadikan wilayah Brasilia jajahan Portugal.

Para penakluk itu adalah orang-orang pemberani yang haus akan emas dan kejayaan bagi diri sendiri dan bagi rajanya. Kemudian berdatanganlah para rohaniwan yang bekerja keras untuk memasukkan orang Indian di Dunia Baru itu ke dalam agama Katolik dan menyusun peraturan-peraturan Gereja di setiap kota.

Suku-suku Indian itu tidak mempunyai cukup pimpinan, persatuan, dan senjata yang canggih untuk berperang. Dalam waktu lebih dari setengah abad bendera Kastilia telah terpancang di lebih separuh dari Amerika Selatan dan sebagian besar Amerika Tengah. Budaya dan bahasa bangsa-bangsa semenanjung Iberia mulai tertanam di Dunia Baru itu dan menentukan perjalanan sejarah selanjutnya.

Pada abad ke-19 istilah ”Amerika Latin” dipergunakan sebagai nama bagian-bagian Dunia Baru yang dijajah oleh Spanyol dan Portugal untuk membedakannya dengan negara-negara Amerika tempat orang Eropa utara atau orang Inggris menetap.

Wilayah Amerika Latin terbentang mulai dari Rio Grande di Amerika Utara ke selatan sampai Tierra del Fuego di ujung selatan Amerika Selatan, meliputi wilayah yang luasnya dua kali luas Eropa dan dua setengah kali luas daratan Amerika Serikat.

Ke dalam Amerika Latin termasuk juga kepulauan Karibia dan bagian-bagian daratan utama Amerika Selatan yang dijajah oleh Belanda, Prancis, dan Inggris. Bahasa utama Amerika Latin adalah bahasa Spanyol dan Portugis. Bahasa Portugis dipergunakan oleh lebih dari 130.000.000 orang penduduk Brasilia dan bahasa Spanyol dipergunakan oleh sebagian besar penduduk lainnya di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Namun, di daerah Andes di Amerika Selatan terdapat berjuta-juta orang Indian yang menggunakan bahasa Indian, yaitu bahasa Quechua atau Aymara, dan mereka mungkin hanya tahu sedikit saja tentang bahasa resmi negaranya.

Orang Eropa dan orang Amerika Utara cenderung menganggap Amerika Latin, terutama negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang berbahasa Spanyol, sebagai satu kesatuan. Brasilia, yang lebih besar daripada daratan Amerika Serikat, sebagai negara besar yang berbahasa Portugis sering dimasukkan sebagai satu kesatuan dengan negara-negara tetangganya yang berbahasa Spanyol.

Meskipun negara-negara ini memiliki warisan yang sama dan ditimpa masalah-masalah pergolakan sosial dan keterbelakangan ekonomi yang serupa di antara mereka terdapat banyak perbedaan.

Cara hidup di tanah tinggi Andes (Peru), di padang rumput yang luas (Argentina), dan di hutan hujan tropis (Brasilia) sama sekali tidaklah serupa. Menganggap semua orang Amerika Selatan dan Amerika Tengah, Meksiko, dan sebagian kepulauan Karibia sebagai satu kesatuan Amerika Latin adalah kekeliruan besar. Mereka harus dianggap sebagai bangsa Peru, Chili, Brasilia, dan bangsa Kosta Rika sebagai penduduk khas negara mereka masing-masing.

Sejak zaman penjajahan sampai sekarang, permusuhan dan perpecahan, yang kadang-kadang memuncak dan meledak menjadi perang, masih tetap berlangsung di antara beberapa negara Amerika Latin. Masing-masing bangsa memiliki tradisi, makanan pokok, dan pahlawan nasional, hari-hari besar, serta musik dan tarian khasnya sendiri-sendiri. Misalnya, dari Argentina muncul Tango, dari Cuba Rumba, dan dari Brasilia Samba.

Perbedaan antara bahasa Spanyol ataupun bahasa Portugis yang dipergunakan di Amerika Latin dengan bahasa aslinya sama besarnya dengan perbedaan antara bahasa Inggris yang dipergunakan di Amerika Serikat atau Kanada dengan bahasa Inggris asli yang dipergunakan di Britania Raya.

Di berbagai negara Amerika Latin bahasa Spanyol mempunyai dialek yang berbeda-beda, sedangkan kata yang sama dalam bahasa Spanyol dapat mempunyai arti yang berbeda.

Salah satu aspek yang paling mencolok di Amerika Tengah dan Amerika Selatan ialah adanya perbedaan besar dalam hal keadaan lingkungan alam dan cara orang menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan itu.

Baca juga: