Museum Sasmita Loka rumah bersejarah Letjen Ahmad Yani

Tanjung News – Museum Sasmita Loka Ahmad Yani adalah salah satu museum pahlawan nasional yang bisa anda kunjungi di jalan Lembang No. 58 dan jalan Laruharhari No. 65, Jakarta Pusat, Indonesia.

Bagi anda yang ingin berwisata, museum ini dibuka untuk umum. Tetapi jangan masuk ke sana pada hari Senin, karena ditutup untuk umum. Museum ini dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu, dari pukul 08:00 hingga pukul 14:00 WIB.

Awal mula sejarah musem ini, dibangun sekitar tahun 1930 – 1940an ketika pengembangan wilayah Menteng dan Gondangdia.

Museum Sasmita Loka rumah bersejarah Letjen Ahmad Yani

Sebelum menjadi museum, gedung ini merupakan rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda/Eropa. Setelah Indonesia merdeka, tahun 1950-an dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara. Konon Letjen Ahmad Yani yang kala itu menjabat sebagai perwira tinggi TNI AD RI pernah menghuni gedung ini.

Museum ini sangat erat kaitannya dengan pemberontakan PKI. Rumah ini merupakan tempat bersejarah bagi Letjen A. Yani, karena beliau diculik dan dibunuh oleh PKI pada tanggal 30 September 1965.

Peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan peristiwa pemberontakan Gerakan Satu Oktober. Akhirnya oleh pemerintah Museum Sasmita Loka sekarang dijadikan museum bersejarah.

Dilansir dari Kompas.com, Konon, sejumlah benda pribadi milik Letjen Ahmad Yani tersimpan dengan rapi di sana. Kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, maupun dapur, bahkan kompor hingga perabotan yang ada, semua barang milik keluarga Ahmad Yani tetap dipertahankan dan terus dirawat.

Pengunjung bisa membayangkan Ahmad Yani menggunakan barang-barang tersebut semasa hidupnya sembari berjalan ke sana ke mari. Napak tilas kehidupannya bisa langsung dilakukan sesaat setelah menginjakkan kaki di halaman museum.

Usai melewati patung Ahmad Yani yang berdiri tegap di atas relief yang menggambarkan perjalanan kariernya, pengunjung bisa langsung memasuki ruang keluarga yang suasananya mencekam.

Hingga saat ini, Museum Sasmitaloka Ahmad Yani masih dikunjungi oleh sanak keluarga Sang Jenderal untuk mengenang beliau.

Baca juga: