Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Pendidikan Peradaban Islam Spanyol Bagi Dunia Barat Pada Abad Ke-13 (Renaissance)

Diposting pada 77 views

Islam pernah berjaya dan menguasai Spanyol, sebuah negara kristen. Hingga akhir abad ke-7, Islam berkembang pesat serta terbatas dibelahan dunia timur saja. Saat itu Benua Eropa diwakili semenanjung Andalusia (Iberia) baru dimasuki ketika Tharif bin Malik melakukan penyelidikan dan dilanjut Tharik bin Ziyad tahun 711M. Saat itulah Islam diperkenalkan pada masyarakat Spanyol yang menganut agama kristen. (Suhelmi, 2001:20).

Kemudian Eropa bangkit dari keterbelakangannya saat Islam menguasai Spanyol, baik dalam hal politik, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Ketika periode klasik dan Islam mencapai kejayaannya, Spanyol tidak lain ialah pusat peradaban islam dan juga sebagai saingan Baghdad di Timur. Saat itu, orang-orang Eropa kristen banyak menimba ilmu di perguruan-perguruan tinggi di situ.

Baca juga: Kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan zaman Islam di Spanyol

Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayyah. Spanyol diduduki Islam pada masa Khalifah al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), khalifah Daulah. Pada zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Maroko.

Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu provinsi dari Khalifah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa al-Walid). (Yatim,2015:87).

Peradaban Islam di Spanyol mencakup berbagai domain, yang semuanya meninggalkan jejaknya di Semenanjung Iberia dan Eropa. Banyak sekolah didirikan dan buku-buku diadakan, sastra dan seni berkembang pesat, bangunan yang merupakan contoh warisan Islam otentik, didirikan.

Akibatnya, Cordoba menjadi ibu kota peradaban, tidak hanya di Spanyol tetapi juga di Barat, dan didirikan sekolah kedokteran dan teknik, termasuk sekolah untuk pendidikan umum, serta pabrik kimia dan observatorium. Universitas Cordoba adalah mercusuar pemikiran, budaya, dan pembawa Arab-Islam. (Halilovic, 2017).

Ketika proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Tharik ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik.

Ia menyeberangi selat yang berada diantara Maroko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang lima ratus orang di antaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian.

Tharif bin Malik (710-712), Musa bin Nusair mengutusnya pada 710 M dengan jumlah pasukan 500 orang.

Meraka berhasil menyebrangi selat diantara Maroko dan Benua Eropa. Ia merupakan gubernur terkemuka di Afrika Utara periode Umayyah mendarat di semenanjung kecil saat ini disebut Tarifa atau Jazirah Tharif berhasil memukul mundur pasukan Bizantium dari Kartagoidan perlahan meluaskan wilayahnya ke Atlantik. (Hitti, 2005:627). Penyerangan pertama, Tharif bin Malik tidak memperoleh perlawanan, mereka menang dan membawa pulang harta rampasan yang lumayan banyak ke Afrika.

Thariq bin Zyad, sebagai pasukan penakluk

Berangkat pada 711 M juga diutus Musa dengan pasukan sebanyak 7000 orang. Sebagian besar pasukannya adalah suku Barbar dan sebagian lagi adalah orang Arab yang dikirim khalifah al-Walid. Pasukan mereka menyebrangi Selat dan pasukannya mendarat kemudian menyiapkan penyerangan yang disebut dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Raja Roderik mendengar kedatangannya, ia mempersiapkan pasukan Ghathia sebanyak 70.000 ada juga yang mengatakan 100.000 orang terdiri dari orang Yahudi dan orang-orang yang selama ini di tindas oleh raja Roderik.

Maka Musa mengirim pasukan tambahan sebanyak 5000 orang atas permintaan Thariq, sehingga jumlahnya menjadi 12.000 orang. Sebelum memulai pertempuran Thariq berpidato agar berjihad di jalan Allah. Ada yang mengatakan Roderik tidak sampai matiimelainkan hanya luka saja, kemudian ia melemparkan diri ke lembah Lakkah, maka jasadnya terbawa hanyut hingga ke Samudra Atlantik.

Musa bin Nusair, berangkat denagn pasukan besar menyebrangi selat tahun 712 M.

Satu persatu kota yang dilaluinya dapat ditaklukkan, seperti Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida. Pasukannya berhasil bergabung dengan pasukan Thariq di Toledo. Selanjutnya mereka berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa hingga Navarre.

Hingga saat mereka akan melanjutkan pertempuran ke pegunungan Pyrenia di utara dan selatan Prancis, datanglah panggilan dari khalifah al-Walid untuk menghadap khalifah di Damaskus dan melaporkan hasil penakulkkan mereka. Padahal mereka sebenarnya dapat menguasai seluruh Spanyol sampai Prancis, hingga Italia bahkan Eropa barat.

Gelombang kedua penaklukkan Spanyol masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717 M) sasarannya menguasai pegunungan Pyrenia dan Perancis selatan. Selanjutnya dalam Daulah Umayyah, pemimpin pasukan diserahkan pada Abdul Rahman bin Abdullah, tapi penyerangannya gagal ke Prancisi dan ia beserta pasukannya bergerak mundur ke Spanyol.

Dengan begitu, dapat dikatakan penyerangan Islam ke Spanyol hanya berhasil pada gelombang pertama, sedangkan ini gagal karena keadaan sosial, politik dan ekonomi sudah berubah walaupun hanya dalam waktu singkat. (Syalabi, 1983 dalam Nasution, 2013:141-144).

Kemenangan-kemenangan yang dicapai tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal. (Yatim, 2015:92). Faktor eksternal yaitu pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan yang tidak begitu baik.

Begitu juga dengan adanya perebutan kekuasaan di antara elite pemerintahan, adanya konflik umat beragama yang menghancurkan kerukunan dan toleransi di antara mereka. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick. Awal kehancuran Ghot adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo diberhentikan begitu saja.

Hal yang menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang. Selain itu orang Yahudi yang selama ini tertekan juga telah mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin.

Faktor internalnya yaitu suatu kondisi yang ada didalam tubuh penguasa, tokoh-tokoh perjuangan dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu dan penuh percaya diri.

Merekapun cakap, berani, tabah, toleransi, persaudaraan dan tolong menolong sesuai ajarran Islam. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut hangat kehadiran Islam di sana. (Yatim, 2015:93).

Ciri khusus terpenting dari peradaban Islam adalah bahwa merupakan peradaban keseimbangan dan jalan tengah, karena ia telah menyatukan pembelajaran dan iman, membangun keseimbangan antara roh dan materi, dan tidak memisahkan dunia ini dari dunia berikutnya.

Inilah yang membedakan peradaban Islam dari peradaban lain yang mencurahkan perhatian utama pada sisi materi kehidupan, kebutuhan jasmani dan dorongan hati manusia, lebih mementingkan kehidupan duniawi dengan cara memikirkan cara untuk memuaskan kebutuhan kita akan kesenangan dengan lebih cepat, tidak menemukan tempat yang cocok untuk Tuhan dan akhirat dalam filosofi dan organisasi reflektif dan pendidikannya.

Peradaban Islam menyatukan manusia dengan Tuhan, menghubungkan Bumi dengan langit, menundukkan dunia ini ke akhirat, menyatukan roh dan materi, membentuk keseimbangan antara akal dan hati, menyatukan pembelajaran dan iman – mengangkat signifikansi pemeliharaan moral ke tingkat yang lebih tinggi. pentingnya kemajuan materi.

Oleh karena itu, peradaban Islam adalah peradaban spiritual dan material, idealis dan pragmatis, ketuhanan dan manusiawi, moral dan konsumeris, individual dan kolektif, dengan kata lain peradaban keseimbangan dan jalan tengah, di mana komunitas yang adil didirikan, seperti yang dijelaskan oleh Allah Yang Maha Kuasa dalam Alquran, surat al-Baqara, 145: “Demikianlah Kami telah menjadikanmu umat yang seimbang.” (Al Qaradawi 1997:203 dalam Halilovic, 2017).

Kemajuan Peradaban Bidang Intelektual

a. Filsafat

Ketertarikan pada filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangan abad ke-9 M, masa pemerintahan Bani Umayyah ke-V, yaitu Muhammad Ibn Abd Al-Rahman (832-886 M). Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12.

Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah (Avenpace), ia merupakan seorang filosof, ilmuwan, dan dokter yang tumbuh di Granada dan Saragosa.

Tokoh filsafat selanjutnya, yang merupakan filosof muslim terbesar dilihat dari pengaruhnya dalam dunia Barat yaitu Abu al-Walid Muhammad ibn Ahmadibn Rusyd (Averoes), lahir di Cordova padaxtahun 1126. Ia adalah seorang astronom, dokter, dan komentator Aristoteles.

Sumbangsihnya yang paling penting untuk ilmu kedokteran yaitu karya ensiklopedia yang berjudul al-kulliyat fi al-Thibb (generalitas dalam kedokteran), yang didalamnya menjelaskan bahwa orang yang sudah terkena cacar air tak mungkin terkena lagi, serta menjelaskan mengenai fungsi retina. Sedangkan karya filsafatnya adalah Tahafut al-Tahafut, karena karyanya itulah Ibn Rusyd menjadi filosof yang paling tenar di dunia muslim. (Hitti, 2006)

b. Sains

Segala ilmu-ilmu tentang kedokteran, matematika, astronomi, kimia, dan lainnya berkembang dengan baik. Tokoh yang populer dalam ilmu fisika dan astronomi adalah Abbas ibn Farnas, merupakan orang yang menemukan pembuatan kaca dari batu.

Tokoh selanjutnya adalah Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash yang populer dalam ilmu astronomi, ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari, membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Tokoh lainnya adalah Ahmad ibn Ibas dari Cordova, merupakan ahli dalam bidang obat-obatan.

c. Fikih

Spanyol dikenal sebagai penganut mazhab Maliki. Sedillot berkata, “Mazhab Maliki itulah yang secara khusus memikat pandangan kita karena hubungan kita dengan bangsa Arab Afrika. Pada waktu itu pemerintah Prancis menugaskan Dr. Peron untuk menerjemahkan buku Fiqh Al Mukhtashar karya Al Khalik bin Ishaq bin Ya’qub (1422 M). (Yatim, 2015). Para siswa di kuttab-kuttab tersebut mendapatkan materi fikih cukup lengkap dari ulama-ulama tersebut yang berkompeten pada disiplin ilmunya. (Watt, 1992:61-62).

d. Bahasa dan Sastra

Menurut Hitti (1970:557), di Spanyol sebetulnya (sedikit) tertinggal jika dibandingkan dengan orang-orang Irak, namun kemudian prestasi-prestasi yang cukup spektakuler bermunculan, antara lain ahli bahasa yang terkenal ialah Ibn Mâlik, pengarang kitab Alfiyyah, Ibn Sayyidin, Ibn Khuruf, Ibn al-Hajj, Abu ‘Ali al-Shibli, Abu al-Hasan ibn Usur, dan Abu Hayyân al-Gharnati. Ibn ‘Abd al-Rabbih, seorang pujangga yang sezaman dengan ‘Abd al-Rahmân III mengarang Al-‘Iqd al-Farîd dan Al-Aghânî. ‘

Alî bin Hazm (terkenal dengan nama Ibn Hazm) juga menulis sebuah antologi syair cinta berjudul Tawq al-Hamâmah. Dalam bidang syair, yang digabungkan dengan dengan nyanyian, terdapat tokoh ‘Abd al- Wahîd bin Zaydân (1003-1071) dan Walladah (1087) yang melakukan improvisasi spektakuler dalam bidang ini.

e. Kesejarahan

Bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal. Ibn Jubayr dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim di Mediterania dan Sicilia. Ibn Khaldun (1332-1406 M) dari Tunis adalah perumus filsafat sejarah.

Itulah sebagian nama-nama besar dalam bidang sains (Yatim,2003:102). Bahkan dikatakan, perkembangan ilmu kesejarahan di Spanyol tidak bisa lepas dari peran Ibn Khaldun sebagai sosok reformer, baik analisis sejarah murni ataupun historiografi.

Dengan berkembangnya segala pengetahuan atau intelektual ini, mereka memanfaatkannya untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi. Dari sinilah perkembangan bidang lainnya dapat menyusul hingga saat ini yang bisa kita rasakan. Adapun perkembangan yang dibawa ialah adanya perkembangan dalam bidang pendidikan, perkembangan dalam seni dan arsitektur, perkembangan musik, dan sebagainya.

Kemajuan Peradaban Bidang Pendidikan

Spanyol Islam dalam pendidikan dasarnya berfokus pada pendidikan agama yaitu kemampuan membaca dan menulis al-qur’an, tata bahasa, dan puisi Arab. Sedangkan pendidikan yang lebih tinggi difokuskan pada tafsir al-qur’an, teologi, filsafat, tata bahasa Arab, puisi, sejarah, leksikografi, dan geografi. Beberapa kota di Spanyol memiliki universitas besar diantaranya ada di Cordova, Seville, Malaga, dan Granada.

1. Kuttab

Lembaga Kuttab ini bisa dipadankan dengan lembaga pendidikan pesantren atau minimal halaqah atau pengajian tradisional. Pada lembaga pendidikan kuttab ini para siswa mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran-pelajaran yang meliputi fikih, bahasa dan sastra, serta musik dan kesenian.

2. Al-Ma’had al-Âlî (Pendidikan Tinggi)

Masyarakat Arab yang berada di Spanyol merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan, antara pertengahan abad VIII sampai dengan akhir abad XIII. Bani Umayyah yang berada di bawah kekuasaan Al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan membangun Universitas Cordova berdampingan dengan mesjid ‘Abd al-Rahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terkenal di antara jajaran lembaga pendidikan tinggi lainnya di dunia.

Universitas ini menandingi dua universitas lainnya, yaitu Al-Azhar di Cairo dan Nizamiyah di Baghdad, dan telah menarik perhatian para pelajar tidak hanya dari Spanyol, tetapi juga dari tempat lain seperti dari negara-negara Eropa, Afrika dan Asia (Alawi, 2000:16).

Antar ulama yang bertugas di Universitas Cordova adalah Ibn Qutaybah yang dikenal sebagai ahli tata bahasa dan Abû ‘Alî al-Qâlî yang dikenal sebagai pakar filologi. Universitas ini memiliki perpustakaan yang menampung koleksi sekitar empat juta buku. Universitas ini mencakup jurusan yang meliputi astronomi, matematika, kedokteran, teologi dan hukum.

Jumlah muridnya mencapai seribu orang. Selain itu, di Spanyol terdapat Universitas Sevilla, Malaga, dan Granada. Mata kuliah yang diberikan di universitas-universitas tersebut meliputi teologi, hukum Islam, kedokteran, kimia, filsafat, dan astronomi. (Hitti, 1970:135).

Biodata Penulis

NamaDiayu Putri Permatasari
Diayu Putri Permatasari
Email[email protected]
AlamatDesa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kab. Jember, Jawa Timur : 68172
No. Hp08812848939
PTNUniversitas Jember, FKIP Pendidikan Sejarah