Skip to main content

Pemberontakan MMC, PRRI dan Permesta

Disamping pemberontakan yang digerakkan oleh DI/TII dan sisa-sisa kolonial, Indonesia yang baru saja mengatasi persoalan perjuangan dengan Belanda, masih banyak menghadapi gangguan keamanan yang ditimbulkan oleh berbagai kelompok yang timbul di dalam negeri sendiri. Gangguan tersebut adalah:

1. MMC
Di Jawa Tengah terdapat gerombolan yang menamakan dirinya Merapi Merbabu Complex (MMC). Gerombolan ini terdiri dari orang-orang yan kecewa terhadap pemerintahan RI dan penjahat. Mereka mengadakan pengacauan dan penggarongan, sehingga menimbulkan korban dan mengganggu kelancaran ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah segera bertindak. Berkat keuletan TNI MMC pun dapat ditumpas.

2. Berdirinya Dewan-dewan
Akhir tahun 1956 beberapa penglima di daerah membentuk dewan-dewan, yaitu:
  • Dewan Banteng, di Sumatera Barat dipimpin Letkol Ahmad Husein.
  • Dewan Gajah, di Medan dipimpin Kolonel Simbolon.
  • Dewan Garuda, di Palembang dipimpin Letkol Barlian.
  • Dewan Manguni, di Manado dipimpin oleh Letkol Vence Sumual.

Dewan-dewan itu membuat kekacauan dan mendukung gerakan pemisahan diri (Sparatisme) dari wilayah RI.

3. PRRI
Ahmad Husein yang mendirikan Dewan Banteng tersebut, kemudian pada tanggal 15 Pebruari 1958 mengumumkan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia atau di singkat PRRI, dengan Syarifuddin Prawiranegara sebagai Perdana menterinya. Untuk mengatasinya TNI mengadakan operasi gabungan Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang disebut Operasi 17 Agustus. Operasi ini dipimpin oleh Kolonel Akhmad Yani. Pada pertengahan tahun 1958 pemberontakan PRRI dapat ditumpas.

4. Permesta
Kolonel Vence Sumual dari Dewan Manguni menlancarkan pemberontakan di Sulawesi Utara. Gerakannya disebut Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta). Pemberontak ini mendapat bantuan dari lar negeri. Pope seorang penerbang Amerika Serikat telah menyerang kota Ambon dari udara.

Pemerintah segera ambil tindakan dengan melancarkan operasi militer yang diberi nama Operasi Merdeka. Operasi ini dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat. Bulan Agustus 1958 pemberontakan Permesta dapat dilumpuhkan.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …