Skip to main content

Distribusi minyak modern

Sejak Perang Dunia II telah terjadi perubahan besar hampir pada semua pemakaian minyak. Cara-cara distribusi telah benar-benar berubah. Negara-negara pengimport tidak lagi mengimport minyak yang sudah dimurnikan lebih dulu di ladang-ladang minyak negara pengeksport.

Kini negara-negara pengimport juga telah mengimport minyak mentah dan memurnikannya di negara mereka sendiri. Kilang-kilang minyak ini letaknya di daerah pantai, dimana kapal-kapal tangker besar bisa merapat dan membongkar muatannya dengan mudah. Pemakaian minyak semakin meluas, karena semakin membutuhkan kapal-kapal tangker yang besar.

Pada tahun 1945, kapal tangker yang paling besar berukuran 24 ribu ton. Tahun 1967 telah dibuat pula tangker yang berukuran 250 ribu ton. Dan kini telah beroperasi kapal-kapal tangker berukuran jutaan ton.

Produk-produk kilang pemurnian didistribusikan lewat tangker-tangker yang kecil, atau mobil-mobil tangki, atau iring-iringan kereta api. Kini iringan gerbong minyak yang panjang sudah merupakan pemandangan sehari-hari. Mobil-mobil tangki yang berukuran sampai 30 ton dengan teratur mengantarkan minyak ke pabrik-pabrik atau agen minyak.

Cara penyaluran minyak yang paling baru adalah lewat pipa. Kilang minyak dihubungkan dengan pipa-pipa bawah tanah ke depot penyimpanan yang besar. Bensin, paraffin dan produk-produk minyak bumi lainnya dipompa lewat pipa ke dalam tangki-tangki penyimpanan. Pipa-pipa minyak tidak bisa terlihat. Dan sekali dipasang hubungan akan terjadi dengan teratur dan terus-menerus.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …