Skip to main content

Sejarah pengeboran pemburu minyak bumi zaman kuno

Keberhasilan Drake di Titusville seperti yang telah saya tulis di artikel Sejarah pengeboran minyak di Amerika Serikat, menimbulkan "demam minyak". Para pengebor yang sebagaian merupakan orang-orang yang buta atau masih hijau dalam hal mencari minyak mulai mencaplok daerah konsesi. Menara pengeboran bertebaran di daerah itu seperti jamur di musim hujan.

Banyak dari pencari minyak ini yang tidak tahu bahwa minyak bisa ditemukan pada kedalaman yang berbeda-beda. Karena itu, ketika mereka mencapai kedalaman 23 meter seperti kedalaman sumur Drake, dan tidak menjumpai minyak maka dengan kecewa mereka menghentikan pengeboran dan pindah ke tempat lain. Untuk pengeboran yang baru ini tentu harus dibutuhkan lagi sejumlah besar uang.

Beratus-ratus lobang dibor dan tak mengeluarkan minyak. Tetapi banyak pula lobang yang tanpa disangka memancarkan minyak dengan deras. Karena minyak itu keluar dengan tiba-tiba sebelum mereka bersiap menampungnya maka terpaksa minyak itu harus terbuang percuma dalam jumlah besar.

Setahun setelah penemuan Drake, terdapat lebih dari 70 sumur minyak yang memberikan hasil. Pada akhir tahun 1864, daerah Oil Creek menghasilkan 200 ribu galon minyak setiap hari.

Setelah penemuan yang pertama pada tahun 1859 pencarian minyak makin meluas. Pada tahun 1862 ditemukan pula minyak di Colorado. Demam minyak dimulai lagi. Karena pencarian minyak tidak tahu bagaimana menemukan tempat yang paling tepat untuk pengeboran, maka banyak dari sumur yang baru dijumpai dalam keadaan kering. Para pemburu minyak modern memakai cara-cara ilmiah untuk mengetahui di mana seharusnya mengadakan pengeboran dan kemungkinan mereka menjumpai minyak jauh lebih besar.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …