Skip to main content

Sejarah berburu dan meramu

Berburu dan meramu adalah kegiatan ekonomi yang paling tua dan paling sederhana. Dalam kegiatan ini manusia tinggal mengambil apa-apa yang telah disediakan oleh alam. Peralatan yang dipergunakan masih amat sederhana.

Di samping berburu binatang di hutan, mereka biasanya juga mengumpulkan buah-buahan, tumbuhan dan terkadang mencari ikan. Ketiga sistem mata pencaharian itu sering disebut dengan sebutan saja, yaitu Ekonomi pengumpulan pangan (food gathering economics).

Kegiatan berburu dan meramu sebagai satu-satunya mata pencaharian, telah berlangsung amat lama, yaitu sejak munculnya manusia purba di bumi ini.

Gambar ilustrasi sejarah berburu dan meramu
Gambar ilustrasi sejarah berburu dan meramu

Setelah manusia dapat menemukan sistem bercocok tanam, kegiatan berburu dan meramu berangsur-angsur mulai berkurang dan terus terdesak. Sehingga pada akhir abad ke-19 suku-suku bangsa yang hidup dari berburu dan meramu itu hanya tinggal di beberapa tempat yang paling miskin atau ukar di bumi ini, yaitu :

1. Di hutan-hutan tropika di negara-negara Togo, Kamerun, dan Kongo di Afrika, yang dilakukan oleh suku bangsa Pygmee (kerdil).
2. Di gurun Kalahari, Afrika Selatran yang dilakukan oleh suku-suku bangsa dari ras Bushman.
3. Di kepulauan Andaman, Burma dan hutan tropis Malaya (suku Negrito).
4. Pada sebagaian besar penduduk di daerah rawa-rawa hutan tropis di Irian Utara yang hidup dari meramu sagu di hutan.
5. Di daerah gurun di Australia oleh penduduk asli, yaitu orang-rang Habshy (Aborigin). Senjata mereka adalah bumerang.
6. Di Siberia Timur Laut (Rusia), mereka berburu rusa kutub yang bernama reindeer.
7. Di pedalaman pulau Hokaidao, Jepang, orang-orang Ainu berburu rusa, beruang dan juga meramu.
8. Di Alaska, pantai Greenland, Kanada Utrara, orang-orang Eskimo berburu beruang dan menangkap ikan paus.
9. Di daerah muara sungai Yukon dan Mackenzie, Kanada Barat, suku Indian Athaspaskan berburu binatang dan menangkap ikan zalm.
10. Di daerah Prairie (USA), orang-orang Indian berburu banteng Bison.
11. Di lembah Amazone di daerah pampa Argentina, dan pulau-pulau Tiera de Fuego di ujung Selatan Amerika Selatan.

Kelompok suku-suku bangsa berburu dan meramu itu membentuk suatu masyarakat setempat (komunitas yang kecil yang disebut BAND. Jika jumlah warganya kecil (kurang lebih 50 orang) dengan sistem kekerabatan patrilineal dan adat perkawinan exogam, kelompok ini disebut patrilineal hunting band.

Akan tetapi jika warganya lebih besar dengan sistem patrilineal yang sudah kabur dan adat perkawinan yang tidak exogam lagi, dan biasanya binatang buruannya itu hidup secara berkelompok yang mengembara. Pada kelompok ini disebut composite hunting band.

Kelompok patrilineal hunting band biasanya menguasai wilayah tertentu dengan hak ulayat (hak bersama memanfaatkan wilayah itu bagi anggota-anggotanya). Senjata yang dipergunakan untuk berburu adalah alat-alat pukul, alat-alat lempar seperti bumerang dan bolas (batu yang diikat tali), tombak dan panah, serta ramuan racun atau ramuan untuk memabukkan ikan-ikan di sungai.

Baca juga: Sejarah masa berburu dan meramu tingkat lanjut

Sumber : Antropologi Sosial, Koentjoroningrat

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …