Skip to main content

Perbedaan nasionalisme barat dan nasionalisme timur

Pada abad ke-19, pelbagai pemikiran tentang kehidupan umat manusia lahir di Eropa. Pemikiran tersebut begitu mendalam pengaruhnya sehingga berubah menjadi kekuatan moral yang mendorong dan menggugah kesadaran manusia untuk merealisasikan nilai-nilai asasi kemanusiaan khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan hidup. Pemikiran-pemikiran itu salah satunya adalah Nasionalisme.

Paham nasionalisme berasal dari Eropa Barat, lalu menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-19 dan pada abad ke-20 tersebar ke seluruh dunia. Paham ini menjadi paham yang penting dalam mendasari pergerakan kemerdekaan khususnya di Asia dan Afrika.

Hans Khon menyatakan bahwa nasionalisme adalah suatu paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara dan bangsa. Paham ini merupakan suatu kekuatan yang menentukan dalam sejarah modern.

Lothrop Stoddard mengatakan bahwa nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang hidup dalam hati rakyat yang berkumpul menjadi satu bangsa. Bangsa menurut Ernest Renan adalah sekelompok manusia yang berkeinginan untuk hidup bersatu.

Pendapat tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia tentang paham nasionalisme
Prinsip-prinsip nasionalisme juga dianut oleh kaum pergerakan nasional Indonesia setelah disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen. Berdasarkan pertimbangan heterogenitas itu, Indische Partij partai politik yang didirikan tahun 1912, mengembangkan paham Indische Nationalisme (Nasionalisme Hindia). Pengembangan paham tersebut bertujuan mempersatukan penduduk bumiputra, keturunan Belanda (Indo), Arab dan Cina, yang mengakui Hindia sebagai tanah airnya.

Ir. Soekarno, sebagai salah seorang pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI) melihat perbedaan yang tajam antara nasionalisme Barat dan nasionalisme Timur. Menurut Beliau nasionalisme timur bukan tiruan nasionalisme barat, dan bukan nasionalisme yang bersifat chauvinisme, akan tetapi lebih luas, yaitu memberi tempat kecintaan terhadap bangsa lain, bukan harus saling menyerang demi keuntungan sendiri.

Senada dengan Soekarno, Moh. Hatta menyatakan bahwa nasionalisme Indonesia tidak membendi bangsa lain, tetapi harus menjalin persaudaraan. Hal itu dapat tercapai jika bangsa itu telah menjadi bangsa yang merdeka.

Setelah Perang Dunia I, nasionalisme merupakan persoalan upaya menentukan nasib sendiri dari suatu bangsa sebagai akibat dari meningkatnya paham fasisme dan sosialisme. Sesudah Perang Dunia II, nasionalisme ditandai dengan munculnya revolusi kemerdekaan dalam bentuk perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di Amerika Latin, Asia dan Afrika.

Kemampuan untuk memahami nasionalisme dapat terlihat dari simbol-simbol seperti bendera dan lagu kebangsaan. Nasionalisme dapat merangsang individu kuat daripada ideologi apapun. Nasionalisme di Indonesia sangat dirasakan pengaruhnya pada saat perang kemerdekaan dalam rangka merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Baca juga: Munculnya pola Utara Selatan

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …