Skip to main content

10 gambar Pahlawan Revolusi

Seperti telah dibahas pada artikel sejarah proses terjadinya G.30.S/PKI, bahwa aksi tersebut banyak merenggut korban jiwa, termasuk para Perwira negeri kita waktu itu. Mungkin generasi muda saat ini tidak begitu tahu wajah-wajah para korban keganasan Gerakan 30 September yang selanjutnya diangkat pemerintah sebagai Pahlawan Revolusi.

Untuk itu, kali ini saya coba postingkan 10 gambar/foto Pahlawan Revolusi RI dengan maksud agar generasi sekarang paling tidak menghargai jasa-jasa pahlawan tersebut. Betapa sengsaranya mereka waktu itu, rela mengorbankan jiwa dan raga demi bumi Republik Indonesia tercinta, Dasar negara Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

1. Letnan Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Koti.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 111/KOTI/1965.
Foto Letnan Jenderal Ahmad Yani
Letnan Jenderal Ahmad Yani
2. Mayor Jenderal R. Soeprapto, Deputi II Men/Pangad.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 111/KOTI/1965.
Foto Mayor Jenderal R. Soeprapto
Mayor Jenderal R. Soeprapto

3. Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan, Asisten IV Men/Pangad.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 111/KOTI/1965.
Foto Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan
Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan

4. Brigadir Jenderal Soetojo Siswomiharjo (Sutoyo), Inspektur Kehakiman Angkatan Darat.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 111/KOTI/1965.
Foto Brigadir Jenderal Soetojo Siswomiharjo
Brigadir Jenderal Soetojo Siswomiharjo

5. Mayor Jenderal Harjono Mas Tirtodarmo (M.T. Haryono), Deputi III Men/Pangad.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 111/KOTI/1965.
Foto Mayor Jenderal Harjono Mas Tirtodarmo
Mayor Jenderal Harjono Mas Tirtodarmo

6. Mayor Jenderal Suwondo Parman (S. Parman), Asisten I Men/Pangad.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 111/KOTI/1965.
Foto Mayor Jenderal Suwondo Parman
Mayor Jenderal Suwondo Parman

7. Letnan Satu Pierre Andreas Tendean, Ajudan Menko Menhankam/Kasab.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 111/KOTI/1965.
Foto Letnan Satu Pierre Andreas Tendean
Letnan Satu Pierre Andreas Tendean

8. Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubun
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 5 Oktober 1965, Keppres No. 114/KOTI/1965.
Foto Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubun
Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubun

9. Kolonel  Katamso Dharmokusumo, Komandan Korem 072/Yogyakarta.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 19 Oktober 1965, Keppres No. 118/KOTI/1965
Foto Kolonel Katamso Dharmokusumo
Kolonel Katamso Dharmokusumo

10. Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwijoto, Kepala Staf Korem 072/Yogyakarta.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi : 19 Oktober 1965, Keppres No. 118/KOTI/1965
Foto Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwijoto
Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwijoto
Memang kita tidak harus berjuang memanggul senjata seperti mereka, namun tugas kita adalah mengisi kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan dengan membangun negeri ini. Semoga menjadikan renungan.

Baca juga: Proses terjadinya peristiwa G.30.S/PKI

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …