Skip to main content

Persetujuan Linggajati 25 Maret 1947 dan isinya

Pasukan Sekutu datang di Indonesia dengan diboncengi oleh Belanda (NICA). Sejak itulah terjadi perlawanan Indonesia terhadap Belanda. Bangsa Indonesia dalam perlawanannya terhadap Belanda tidak seluruhnya dilakukan secara phisik atau pertempuran. Untuk mengatasi kesulitan dan pertentangan dengan Belanda, bangsa Indonesia juga melakukan perjuangan diplomasi yaitu perjuangan yang dilakukan di meja perundingan. Di antaranya ialah Perundingan Linggajati dan Perundingan Renville.

Untuk posting kali ini kita akan mengulas Perundingan Linggajati yang sampai sekarang masih menjadikan catatan sejarah yang tak terlupakan.

Tentara Inggris merasa payah di dalam menghadapi perlawanan-perlawanan yang hebat dari rakyat Indonesia. Dan juga Inggris menyadari bahwa sengketa antara Indonesia dengan Belanda tidak mungkin dapat diselesaikan dengan kekuatan senjata.

Perundingan linggajati
Perundingan linggajati

Maka Inggris berusaha untuk membawa wakil-wakil bangsa Indonesia dan Belanda ke meja perundingan. Usaha Inggris tersebut berhasil, sehingga terjadilah perundingan Indonesia - Belanda dengan Inggris sebagai penengahnya.

Selanjutnya perundingan dimulai pada tanggal 10 Nopember 1946 di Linggajati, Cirebon. Perundingan ini dipimpin oleh wakil Inggris yang bernama Lord Killearn. Delegasi Indonesia yang hadir dalam perundingan tersbut adalah :

Ketua  delegasi : Perdana Menteri Sutan Syahrir
Anggota delegasi :
- Mr. Muh. Rum
- Mr. Susanto Tirtoprojo
- dr. A.K. Gani
Sedangkan delegasi Belanda diketuai oleh Dr. H.J. Van Mook.

Tokoh-tokoh Indonesia itulah yang menandatangani Persetujuan Linggajati. Sedang dari Belanda yang menandatangani ialah Prof. Schermerhorn, Dr. H.J. Van Mook dan Van Poll.

Persetujuan Linggajati tersebut ditandatangani oleh pihak Indonesia dan Belanda pada tanggal 25 Maret 1947 di Istana Rijswijk, yang sekarang bernama Istana Merdeka Jakarta.

Adapun isi Persetujuan Linggajati adalah sebagai berikut :
1. Belanda mengakui secara de-facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa dan Madura. Belanda harus meninggalkan daerah de-facto paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949.

2. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk Republik Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia.

3. Republik Indonesia Serikat akan membentuk Uni Indonesia - Belanda dengan Ratu Belanda sebagai Kepala Uni.

Dengan persetujuan Linggajati, cita-cita Proklamasi yang menghendaki terbentuknya negara kesatuan yang meliputi seluruh Indonesia belum dapat terpenuhi. Maka bangsa Indonesia berjuang terus baik dengan kekuatan senjata maupun dengan cara melalui meja perundingan.

Sesudah persetujuan tercapai, Inggris mengakui secara de-facto kekuasaan Rapublik Indonesia atas Jawa, Madura dan Sumatera. Juga Amerika Serikat segera mengakui pula kekuasaan Republik Indonesia secara de-facto.

Setelah beberapa waktu persetujuan Linggajati dilaksanakan, Belanda memang tak dapat dipercaya, mereka berbuat curang dan tidak menepati perjanjian seperti yang telah diputuskan dalam perjanjian Linggajati.

Belanda pun melancarkan 2 agresi yang saya bahas pada artikel sejarah Agresi militer Belanda 1 dan 2

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …