Skip to main content

Klasifikasi partai politik negara di dunia

Meurice Duverger dalam bukunya "Political Parties" mengklasifikasikan partai politik menjadi sistem partai tunggal (only party system), sistem dwipartai (two party system), dan sistem banyak partai (multiparty system), sebagai berikut :

1. Sistem Satu Partai/Partai Tunggal
Negara yang menggunakan sistem satu partai, pada pelaksanaannya ternyata bukan karena segenap lapisan masyarakat tidak mempunyai cita-cita politik lain selain yang dianut oleh partai yang ada, melainkan kehidupan partai yang lain ditekan oleh yang berkuasa. Partai-partai yang ditekan akhirnya mati sama sekali dan tinggal partai yang dianut oleh yang berkuasa saja, serta tetap berdiri sendiri. Akibatnya pemerintah yang berkuasa menjadi diktator.

2. Sistem Dua Partai/Dwipartai
Negara yang menggunakan sistem ini tidak terdapat pemerintahan yang diktator. Partai yang memang memegang pimpinan negara, sedang yang kalah menjadi partai oposisi. Negara dengan sistem dua partai adalah negara demokrasi dengan pemerintahan yang selalu stabil tidak pernah terganggu dengan adanya krisis kabinet, seperti negara yang menganut sistem banyak partai. Negara yang menggunakan sistem Dua Partai atau Dwipartai misalnya Amerika Serikat dan Inggris.

3. Sistem banyak partai/multipartai
Negara dengan sistem banyak partai untuk dapat menyusun suatu pemerintahan yang mendapat dukungan cukup dari Dewan Perwakilan Rakyat, biasanya memerlukan kerja sama beberapa partai. Oleh karena itu, pembentukan suatu kabinet di negara yang menggunakan sistem banyak partai membutuhkan waktu yang lama.

Jika kerja sama partai-partai pendukung ini kurang kokoh, maka suatu perselisihan antarpartai pendukung kabinet dapat menyebabkan sebagian pendukung kabinet tidak lagi menyokong kabinet di DPR. Inilah yang menyebabkan di negara berrsistem banyak partai sering terjadi krisis kabinet.

Negara-negara yang menggunakan sistem multipartai ini misalnya Prancis, Jerman, Italia, dan Indonesia sekarang ini.

Selanjutnya : 

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …