Skip to main content

Lahirnya negara Timor Leste

Pada tahun 1976 Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia dan menjadi provinsi yang ke-27. Timor Timur adalah daerah bekas jajahan Portugal. Proses penyatuan bermula dari perubahan sikap politik pemerintah Portugal. Setelah Jenderal Antonio de Spinola berhasil menggulingkan P.M. Caestano pada tahun 1974, pemerintah Portugal memberikan kemerdekaan kepada seluruh daerah jajahannya. Perubahan tersebut membuka kesempatan Timor Timur untuk menentukan masa depannya. Timor Timur diperbolehkan mendirikan partai politik, partai tersebut yaitu UDT, Fretilin dan Apodeti.

Arah perjuangan ketiga partai tersebut berbeda dalam menentukan masa depan Timor Timur. Partai UDT menginginkan otonomi luas dan menjadi bagian federasi Portugal, Partai Fretilin menghendaki menjadi negara merdeka yang berdiri sendiri, sedangkan Partai Apodeti menginginkan bergabung dengan Indonesia.

Adanya perbedaan kepentingan tersebut mengakibatkan munculnya perang saudara. Dalam perang saudara tersebut dimenangkan oleh Fretilin. Fretilin memproklamasikan berdirinya sebuah Republik Demokrasi Timor Timur pada tanggal 28 November 1975. Sikap Fretilin tersebut kemudian ditandingi partai lainnya dengan menyatakan Proklamasi Balibo pada tanggal 30 November 1975. Pernyataan dalam Proklamasi Balibo berisi keinginan untuk berintegrasi dengan NKRI.

Pada tanggal 7 Desember 1975 kota Dili berhasil diduduki pendukung integrasi yang mendapat bantuan dari Indonesia melalui operasi Seroja. Sebelum rancangan penyatuan Timor-timur dibuat, terlebih dahulu delegasi Indonesia berangkat ke Timtim untuk mengetahui keinginan rakyat. Baru kemudian disusun rancangan undang-undang penyatuan Timtim pada tanggal 17 Juli 1976. Timor Timur menjadi provinsi ke-27 dan dikukuhkan melalui Tap. MPR/MPR RI/No.VI/1978 tanggal 22 Maret 1978.

Dalam perkembangan selanjutnya, bergabungnya Timor-timur sebagai provinsi termuda Republik Indonesia dianggap sebagian pihak tidak membawa perbaikan yang cukup berarti. Pembangunan yang dilakukan masih tertinggal dari provinsi lainnya.

Pada masa reformasi, desakan agar merdeka semakin kuat. Pada Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie, pemerintah mengeluarkan opsi terhadap masalah Timor Timur pada tanggal 3 Februari 1999. Opsi pertama berisi menerima otonomi khusus yang berarti tetap berintegrasi dengan Indonesia. Sedangkan opsi kedua berisi menolak otonomi khusus yang berarti Timor Timur lepas dari Indonesia.

Opsi ini dari pemerintah Republik Indonesia ditindaklanjuti dengan pembicaraan antara Indonesia, Portugal dan PBB. Jejak pendapat disaksikan oleh misi PBB yaitu United Nations Mission East Timor (UNAMET). Akhirnya pada tanggal 20 Mei 2002 Timor Lorosae dinyatakan merdeka dengan presiden pertamanya Zanana Gusmao.

Baca juga sebelum Timor Leste menjadi negara mandiri di artikel : Sejarah integrasi Timor Timur ke wilayah RI

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …