Skip to main content

Munculnya pola Utara Selatan

Pada masa perang dingin, kondisi kemenangan ideologi liberalisme menimbulkan dua akibat mendasar dalam kehidupan masyarakat internasional. Akibat yang pertama, untuk mencapai kesejahteraan, ideologi liberalisme mengharuskan adanya hubungan kerja sama yang harus dibangun antarnegara. Hubungan tersebut dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan ekonomi tiap-tiap negara secara timbal balik.

Akibat yang kedua, orientasi ekonomi yang diterapkan dalam kebijakan negara sudah tidak lagi bersifat domestik atau berorientasi pada penguatan sektor dalam negeri, tetapi sudah berorientasi pada ekspor agar terjadi proses pertukaran barang dan jasa secara internasional sebagai dinamika sistem ekonomi liberalisme. Oleh karena itu, kerja sama antarnegara harus dibangun.

Negara-negara pada era pasca Perang Dingin sudah tidak berkelompok lagi berdasarkan ideologi (liberalisme atau komunisme), tetapi berdasarkan tingkat kapabilitas perekonomian. Oleh karena itu, muncullah konsep negara maju dan negara berkembang atau negara-negara Kelompok Utara dan Kelompok Selatan.

1. Negara-negara Kelompok Utara
Negara-negara Kelompok Utara adalah sebutan bagi negara maju atau negara industri yang disebut pula negara G-7 yang mayoritas terletak di belahan bumi bagian utara dengan kondisi perekonomian yang baik.

2. Negara-negara Kelompok Selatan
Negara-negara Kelompok Selatan adalah negara-negara berkembang (dunia ketiga) yang kebetulan mayoritas terletak di belahan bumi bagian selatan seperti negara di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Oceaina.

Negara-negara berkembang ini dahulu merupakan bekas negara koloni yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Berkebudayaan tradisional.
b. Ekonomi agraris dan pendapatan per kapita rendah.
c. Tingkat kelahiran yang tinggi.
d. Kemiskinan dan pengangguran tinggi.

Dalam menghadapi Kelompok Utara yang menguasai perekonomian dunia, Kelompok Selatan membentuk persekutuan yang dikenal dengan sebutan Kelompok 77. Disebut Kelompok 77 karena saat pertama berdiri anggotanya terdiri dari 77 negara pada tahun 1964.

Hubungan Utara-Selatan muncul dari konteks geopolitik, bahwa negara-negara maju mayoritas terletak di bagian utara dunia dan negara-negara berkembang terletak di bagian selatan dunia. Perubahan pola yang didasari oleh kecenderungan kerja sama ekonomi itu mengarahkan dunia pada sebuah kondisi interdependensi (ketergantungan) ekonomi.

Akibatnya, kerja sama ekonomi secara bilateral maupun multilateral ini akan mereduksi potensi terjadinya konflik seperti pada era Perang Dingin.

Pada pasca Perang Dingin dengan melalui hubungan ekonomi Utara-Selatan, ekonomi dan politik dunia mengalami kemajuan pesat seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Adapun lembaga yang mengatur hubungan perdagangan di antara negara-negara bagian utara dan selatan, antara lain adalah WTO (World Trade Organization).

Bcaa juga: Sejarah konflik di Yugoslavia

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …