Skip to main content

Pantauan google tentang Jokowi dan Prabowo

Semakin hari hari pemilihan Presiden Republik Indonesia semakin dekat. Seperti yang telah ditulis sebelumnya pada artikel Siapa saja calon presiden indonesia 2014, bahwa kandidat calon presiden ada 2, yaitu Joko Widodo yang akrab di panggil Jokowi dan Prabowo Subianto yang akrab dipanggil Prabowo.

Bisa dilihat sendiri baik di kehidupan sehari-hari, televisi maupun media, para pendukung keduanya saling mengunggulkan jago mereka masing-masing. Tak sedikit yang adu mulut hingga baku hantam.

Jika hanya seorang atau dua orang saja mungkin tak begitu mengkhawatirkan, namun jika ini sudah membawa kelompok atau golongan maka hancurlah negeri ini karena tingkah warganya sendiri.

Dalam pemilu nanti, pasti ada yang kalah dan pasti ada yang menang. Kalaupun kita gembar-gembor sekarang membela jago kita sedangkan perdamaian terancam apalah artinya? Dan bagaimana jika jago kita nantinya kalah, bukankah tak ada artinya? Semoga saja semua warga negara Negeri Nusantara tercinta ini jauh dari hasutan orang-orang yang menyalahgunakan kesempatan untuk mengadu domba rakyat Indonesia.

Siapapun yang akan menjadi presiden kita nanti akan terlihat bagaimana kinerja mereka. Kalaupun mereka baik dan mampu membawa negeri ini ke perubahan yang lebih baik (meski ada kekurangan) bolehlah kita pilih kembali. Tetapi, jika ternyata jauh dari itu sepertinya kita tak perlu melakukannya lagi.

Bukan hanya di darat atau televisi, ternyata raja internet dunia "Google" khususnya Google Indonesia terus memantau perkembangan dari pendukung kedua kandidat. Hal ini tidak mustahil, karena pengguna internet di Indonesia makin hari makin berkembang pesat.

Dari hasil pantauan Google Indonesia sampai saat ini terkait dengan kandidat presiden Indonesia, pencarian Jokowi (Joko Widodo) lebih unggul di bandingkan Prabowo. Ini bukan akhir, di hari ke depan bisa saja pencarian unggul berbalik ke Prabowo. Kita lihat saja nanti.

Pantauan google tentang Jokowi dan Prabowo
Sumber Gambar : Google Indonesia
Apapun adanya Bersatulah Indonesiaku.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …