Skip to main content

Revolusi Hijau di negara berkembang

Teknologi. Negara-negara berkembang seperti India dan Filipina merupakan contoh negara yang mendapat pengaruh besar dari adanya revolusi hijau. Terbukti dengan berhasilnya kedua negara tersebut dalam meningkatkan hasil produksi pangannya. Hal tersebut menimbulkan optimisme bahwa pengembangan revolusi hijau dapat menghasilkan persediaan pangan bagi penduduk di dunia.

Para petani di negara-negara berkembang menyambut baik berbagai metode yang diharapkan dalam revolusi hijau. Hal ini dikarenakan metode-metode tersebut telah terbukti dapat meningkatkan hasil pertanian yang menakjubkan dalam kurun waktu tahun 1967-1970.

Lembaga penelitian seperti IRRI (International Rice Research Institute) atau institut Penelitian Padi Internasional di Filipina telah berhasil mengembangkan bibit baru yang sangat produktif yang dikenal dengan nama IR-8. Varietas baru tersebut merupakan hasil persilangan genetik antara varietas padi kerdil dari Taiwan yang bernama Dee- Geowoogen dan varietas padi jangkung dari Indonesia yang bernama Peta.

Gambar Revolusi Hijau di negara berkembang


IR-8 atau 8-288-3 di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan pada PB-8. Dengan ditopang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, bibit baru tersebut dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di kawasan Asia Tenggara.

Setelah penemuan pada PB-8, disusul dengan penemuan varietas-varietas baru. Jenis-jenis bibit unggul dari IRRI ini di Indonesia disebut Padi Unggul Baru. (PUB). Pada tahun 1966 IR-8 mulai disebarkan di Asia dan diikuti dengan persebaran IR-5 pada tahun 1967.

Pada tahun 1968 di India, Pakistan, Sri Lanka, Filipina, Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan Indonesia telah dilaksanakan penanaman padi jenis IR atau PUB secara luas di masyarakat. Areal sawah di Asia ditanami PUB dan pada tahun 1976 sudah mencapai 24 juta hektar.

IRRI merupakan organisasi nonpemerintah internasional yang berpusat di Los Banos, Filipina. IRRI didirikan pada tahun 1960 dan memulai kegiatannya pada tahun 1962. Institut ini memiliki kantor perwakilan di sepuluh negara.

Tujuan utama IRRI adalah untuk mencari cara meningkatkan kesejahteraan petani, konsumen, serta lingkungannya. IRRI merupakan salah satu dari lima belas pusat penelitian di seluruh dunia dan merupakan bagian dari CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research).

Baca juga: Perkembangan Revolusi Hijau di dunia

Disamping usaha untuk menemukan varietas-varietas unggul yang sesuai dengan daerah tempat produksi hasil pertanian, penelitian juga diikuti dengan upaya pemulihan kondisi tanah. Jenis tanaman unggul ini mempunyai ciri berumur pendek, memberikan hasil produksi berlipat ganda dan mudah beradaptasi dalam lingkungan apapun, asal terpenuhi syarat-syarat seperti tersedia cukup air, pemupukannya teratur, tersedia bahan kimia pemberantasan hama dan penyakit, serta tersedia bahan kimia pemberantas rerumputan pengganggu.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …