Skip to main content

3 manfaat kegiatan import Indonesia

Import barang di Indonesia mendatangkan berbagai manfaat, antara lain sebagai berikut :
1. Memperoleh barang dan jasa yang tidak bisa dihasilkan di dalam negeri.
Negara memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyediakan semua kebutuhan masyarakatnya. Keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi menjadi penyebabnya. Akibatnya, negara tidak dapat menyediakan alat pemuas kebutuhan bagi masyarakat. Untuk itulah perlu mendatangkan alat pemuas kebutuhan ke dalam negeri

2. Memperoleh teknologi modern
Import barang memberikan kesempatan terjadinya alih teknologi. Bagi Indonesia, salah satu komoditas import alat pemuas kebutuhan adalah produk otomotif, seperti mobil dan sepeda motor Indonesia. Indonesia mengimport produk otomotif dari Jerman dan Jepang.

3.Memperoleh bahan baku
Setiap produksi membutuhkan bahan baku. Misalnya, untuk memproduksi pesawat terbang, produsen memerlukan bahan baku berupa besi dan baja. Bagi produsen, tidak semua bahan baku tersedia di dalam negeri. Untuk ituah produsen perlu mendatangkan bahan dari luar negeri.

4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Salah satu syarat terciptanya kesejahteraan adalah terpenuhnya kebutuhan. Makin banyak kebutuhan yang terpenuhi, berarti makin tinggi tingkat kesejahteraan masyarakat. Melalui import, masyarakat memiliki banyak pilihan alat pemuas kebutuhan. Masyarakat dapat dengan mudah memperoleh alat pemuas kebutuhan

Baca juga: Komoditas import Indonesia dan manfaatnya

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …