Skip to main content

8 tugas Khulafaur Rasyidin Pengganti Rasulullah

Nabi Muhammad sebagai utusan Allah mempunyai tiga tugas utama, yaitu sebagai Rasulullah, pemimpin negara dan pemimpin agama. Diantara ketiga tugas utama itu, tugas sebagai Rasulullah tidak dapat digantikan oleh siapapun. Tugas Nabi Muhammad sebagai Rasulullah yaitu sebagai pembawa risalah yang harus menyampaikan wahyu kepada umat manusia agar menjadi pedoman hidup manusia.

Tugas Rasulullah tidak dapat digantikan karena Nabi Muhammad adalah nabi terakhir. Allah tidak menurunkan wahyu lagi setelah Nabi Muhammad meninggal dunia.

Untuk tugas Nabi Muhammad sebagai pemimpin Negara, beliau memimpin umat Islam dan non Islam. Beliau menjaga kemaslahan kehidupan seluruh warganya baik yang beragama Islam, Yahudi maupun Nasrani.

Sebagai pemimpin agama, beliau memimpin umat Islam dalam menjaga kemurnian ajaran Islam. Beliau yang menjadi imam dalam setiap salat dan memberi jalan keluar terhadap setiap masalah agama yang dihadapi umatnya dalam berbagai aspek kehidupan.

Oleh karena itu, untuk tugas Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin agama dan pemimpin negara dapat digantikan oleh orang lain setelah beliau wafat. Untuk melanjutkan kedua tugas inilah maka diangkat Khulafaur Rasyidin sebagai pengganti beliau.

Setelah Rasulullah SAW wafat, tugas-tugas yang bersangkutan dengan ketatanegaraan diteruskan oleh khalifah yang empat atau disebut Khulafaur Rasyidin. Tentang siapa saja Khulafaur Rasyidin selengkapnya dapat di baca pada artikel sejarah Islam 4 Khulafaur Rasyidin pengganti Rasulullah

Adapun tentang tugas kenabian telah berakhir dan tidak tergantikan oleh siapa pun. Sebagaimana friman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 40, yang berbunyi :

40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

[1223] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w.

Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa tugas pokok Khulafaur Rasyidin, adalah :
1. Melanjutkan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam.
2 Memimpin negara dan pemerintahan sesuai ajaran Islam yang berpedoman pada Al-Qur'an dan hadits.
3. Mengatur kehidupan masyarakat yaitu membina umat Islam dalam menjalankan ajaran Islam dan memberi kebebasan umat non Islam dalam menjalankan ajarannya di wilayah Islam.
4. Memutuskan perkara yang terjadi di masyarakat sesuai dengan ajaran Islam yang berpedoman pada Al-Qur'an.
5. Melanjutkan pemerintahan Nabi.
6. Memperluas wilayah Islam.
7. Memerangi orang yang berusaha merusak Islam.
8. Mengembangkan ajaran Islam kepada umat yang belum memahami Islam.

Kelompok-kelompok ini banyak bermunculan setelah Nabi wafat, adapun faktor-faktor yang menjadi penyebabnya antara lain sebagai berikut :
1. Mereka belum kuat imannya.
2. Mereka masuk Islam karena takut diperangi Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin.
3. Mereka menginginkan harta rampasan dan kedudukan dari Rasulullah SAW.
4. Memperluas wilayah kekuasaan Islam. Dalam masa Khulafaur Rasyidin kekuasaan Islam telah sampai ke beberapa negeri, yaitu : Syam, Irak, Palestina, Mesir, Sudan, dan Afrika.
5. Mengembangkan ajaran agama Islam kepada mereka yang belum mengetahui tentang ajaran Islam.

Nama-nama Khalifah yang termasuk Khulafaur Rasyidin adalah :
1. Abu Bakar as Siddiq (11 - 13 H / 632 - 634 M)
2. Umar bin Khatab (13 - 23 H / 634 - 644 M)
3. Usman bin Affan (23 - 35 H / 644 - 655 M)
4. Ali bin Abi Thalib (35 - 40 H / 655 - 660 M)

Empat Khalifah di ataslah yang termasuk dalam Khulafaur Rasyidin. Mereka semua adalah sahabat-sahabat dekat Rasulullah yang dapat dipercaya. Islam pun berkembang, tampak kemajuan di berbagai bidang, seperti ekonomi, pemerintahan, pertahanan, bahkan ilmu pengetahuan.

Baca juga: 2 cara pengangkatan Khulafaur Rasyidin

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …