Skip to main content

Catatan sekilas perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman

Tak asing lagi bukan dengan Pahlawan Nasional Panglima Besar Jenderal Soedirman? Dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia beliau juga merupakan tokoh pejuang hebat yang patut kita hargai semua jasa-jasanya. Rangkuman catatan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman antara lain sebagai berikut :

1. Pada tanggal 23 Agustus 1949, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat atau disingkat BKR. Soedirman diangkat menjadi ketua BKR untuk wilayah Banyumas, Jawa Tengah.

2. Tanggal 12 Desember 1945, Kolonel Soedirman memimpin TKR (Tentara Keamanan Rakyat) mengusir Sekutu dari Ambarawa dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pengaruh Sekutu. Pembahasan tentang pertempuran tersebut bisa anda baca di artikel sejarah : Pecahnya pertempuran ambarawa

3. Tanggal 18 Desember 1945. Kolonel Soedirman dinaikkan pangkatnya menjadi jenderal dan menjabat sebagai Panglima Besar TKR yang memangku tugas besar untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

4. Panglima Besar Jenderal Soedirman keluar dari Yogyakarta untuk bergerilya mengusir penjajah Belanda. Setelah bergerilya, kondisi kesehatan beliau semakin parah, sehingga terpaksa harus ditandu oleh anak buahnya. Kemudian pada tanggal 10 Juli 1949 Panglima Besar Jenderal Soedirman kembali ke Yogyakarta dan disambut dengan hangat oleh seluruh rakyat dan para petinggi negara.

Gambar ilustrasi Perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman
Gambar ilustrasi Perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman

Demikian sekilas perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, anda juga bisa melihat gambaran perjuangan beliau pada artikel "Gambaran Long March Divisi Siliwangi". Semoga sedikit artikel ini bermanfaat bagi kita sebagai generasi muda yang wajib mengingat, menghormati, dan melanjutkan perjuangan beliau untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …