Skip to main content

Raja raja yang pernah menguasai Kerajaan Banten

Kerajaan Banten terletak di Provinsi Banten yang berada di ujung barat pulau Jawa. Lalu siapa sajakah raja-raja yang pernah berkuasa di Banten? Dari hasil penelusuran sumber sejarah Banten, admin menemukan berbagai versi raja-raja yang pernah berkuasa di Banten. Mengapa berbeda-beda pendapat mengenai jumlah raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Banten?

Sejarah merupakan peninggalan masa lalu yang kesemuanya hanya perkiraan berdasarkan penelitian dan berbagai sumber sejarah seperti buku, benda peninggalan sejarah, prasasti dan berbagai hal yang mendukung. Penulis sendiri tidak ingin membenarkan satu dan menyalahkan yang lainnya. Karena kami hanya bermaksud memberikan sedikit pengetahuan sejarah bahwa negeri ini dari zaman dahulu telah memiliki berbagai kerajaan yang kaya akan budaya.

7 raja yang pernah berkuasa di Banten
Di sini admin akan share hanya 7 raja saja yang pernah berkuasa di Kerajaan Banten beserta sedikit kisahnya. Mohon maaf jika ada yang kurang. Penulis akan sangat senang jika ada rekan yang mungkin mengetahui lebih jelas tentang raja-raja di Banten.

1. Fatahilah
Fatahilah merupakan seorang musafir Cina yang sebelumnya bernama Faletehan. Dia memperdalam ajaran agama Islam di Kerajaan Demak. Pada mulanya daerah Banten dikuasai oleh Fatahillah, kemudian pindah ke Cirebon karena putra penguasa Cirebon yaitu Pangeran Pasarean wafat.

Kerajaan Banten diserahkan kepada putra Fatahillah yang lain, yaitu Sultan Hasanudin. Fatahillah tetap menekuni agama Islam dan mengundurkan diri ke Gunung Jati. Ia menjadi penyiar agama Islam dan bergelar Sunan. Fatahillah wafat kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Bagaimana kiprahnya baca selengkapnya di artikel Kisah Faletehan, Sang Sunan Gunungjati

2. Sultan Hasanudin
Sultan Hasanudin adalah raja pertama di Kerajaan Banten. Perjuangannya sangat gigih. Pada tahun 1568 Sultan Hasanudin mampu melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Demak. Pada saat itu di Demak terjadi perebutan kekuasaan setelah Sultan Trenggono wafat. Wilayah kekuasaan Kerajaan Banten hingga ke Lampung. Banten menjadi pusat penjualan dan perdagangan lada. Pada tahun 1570 Sultan Hasanudin wafat.

3. Syeh Maulana Yusuf
Ia merupakan putra Sultan Hasanudin. Ketika menjadi raja dikenal dengan sebutan Panembahan Yusuf.

4. Maulana Muhammad
Maulana Muhammad merupakan pengganti Panembahan Yusuf. Ia menjadi raja dengan gelar Kanjeng Ratu Banten. Maulana Muhammad memperluas kerajaan Banten dengan menyerang Palembang. Dalam sejarah diceritakan penyerangan ke Palembang dipimpin oleh Ki Gede Ing Suro. Ki Gede Ing Suro adalah seorang penyiar agama Islam yang berasal dari keturunan orang Surabaya yang telah berhasil meletakkan dasar-dasar keislaman di Palembang. Dalam pertempuran tersebut Sultan Banten gugur.

5. Abdulmufakhir
Abdulmufakhir merupakan pengganti Maulana Muhammad yang telah gugur. Namun, karena usianya masih muda belia maka ia didampingi oleh Pangeran Ranamenggala sebagai mangkubumi. Pangeran Ranamenggala mengendalikan pemerintahan dari tahun 1608 sampai 1624.

Selama pemerintahan raja tersebut Kerajaan Banten menjadi pusat perdagangan lada dan cengkih. Cournelis de Houtman seorang pedagang Belanda berkunjung ke Banten tanggal 22 Juni 1596. Selengkapnya silahkan baca di artikel sejarah Belanda pertama kali tiba di Banten tahun 1596

6. Sultan Ageng Tirtayasa
Sultan Ageng Tirtayasa adalah raja Banten yang memerintah dari tahun 1651 sampai 1692. Pada masa ini Banten semakin maju. Hasil pertanian melimpah. Penyiaran agama Islam semakin pesat dengan ditunjang oleh ulama besar seperti Syekh Yusuf dari Sulawesi.

Kerajaan Banten menjalin hubungan baik dengan negara luar negeri, seperti Turki dan Moghul. Meskipun demikian, Sultan Ageng Tirtayasa tidak bersedia bekerja sama dengan belanda.

7. Sultan Abdulnasar Abdul-Kahar
Sultan Abdulnasar Abdul-Kahar merupakan raja pengganti Sultan Ageng Tirtayasa. Sikap kerajaan ini masih tetap tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Namun, kekuasaan Belanda semakin kuat di Banten. Akibatnya, kerajaan Banten menjadi runtuh. Peninggalan Kerajaan Banten antara lain adalah Masjid Agung Banten dan sebuah meriam "Ki Amuk".

Baca perlawanan kerajaan ini selengkapnya di artikel Perlawanan kerajaan Banten terhadap VOC

Tokoh sejarah yang terkenal pada masa pemerintahan Kerajaan Banten adalah Fatahillah dan Panembahan Yusuf. Fatahillah memimpin Banten sampai tahun 1522. Jasa fatahillah dalam merintis Kesultanan Banten sangat besar. Ia berhasil mengusir pasukan Portugis dari Sunda Kelapa hingga terdesak dan meninggalkan Sunda Kelapa.

Penembahan Yusuf dikenal sebagai Maulana Yusuf. Ia memerintah Banten selama 10 tahun, dari tahun 1570 sampai 1580. Tahun 1579 ia menyerang Kerajaan Pajajaran. Pada masa pemerintahannya Banten mengalami kemajuan.

Itulah sekilas tentang tujuh raja yang pernah memerintah Banten dengan sekilas kisahnya. Semoga menjadi catatan sejarah yang bermanfaat bagi sejarah nasional nusantara.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …