Skip to main content

Tipe fauna Asia, fauna peralihan dan fauna Australia

Persebaran fauna di Indonesia terdiri atas tiga wilayah tipe fauna, yaitu fauna tipe Asia, fauna tipe peralihan, dan fauna tipe Australia. Pengelompokan ini dilakukan oleh ilmuwan asal Inggris bernama Alfred Russel Wallace.

Alfred Russel Wallace lahir di Inggris pada tanggal 8 Januari 1823. Ia adalah seorang ahli ilmu hewan. Tahun 1854 - 1862 ia mengadakan penyelidikan tentang hewan-hewan di Indonesia. Wallace membagi hewan-hewan di Indonesia menjadi 2 golongan, yaitu golongan hewan yang berada di bagian barat dan timur dengan Selat Lombok dan Selat Makassar sebagai batas pemisah. Garis pembatas tersebut dikenal dengan sebutan Garis Wallace.

3 tipe fauna
1. Fauna Asia
Fauna tipe Asia berada di wilayah bagian barat Indonesia. Wilayah bagian barat Indonesia meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Madura, dan Kalimantan. Contoh hewan yang terdapat di wilayah ini adalah : gajah, badak Jawa, badak Sumatra, banteng, beruang, kancil, kukang, pesut, orang utan, macan tutul, dan burung beo.
Gajah Sumatra
Gajah Sumatra

2. Fauna peralihan
Fauna tipe peralihan berada di bagian tengah Indonesia. Wilayah bagian tengah Indonesia meliputi Sulawesi, NTB, NTT, Maluku Tengah, dan Maluku Tenggara. Contoh hewan di wilayah ini adalah : anoa, komodo, kerbau liar, kuda liar, burung nuri, biawak, dan burung maleo.

3. Fauna Australia
Fauna tipe Australia berada di wilayah bagian timur Indonesia. Wilayah bagian timur Indonesia meliputi Maluku Utara dan Papua. Contoh hewan yang hidup di wilayah ini adalah : kuskus, rusa, buaya, kanguru, cendrawasih, burung kakatua, dan ikan payang.

Baca juga artikel Flora yang tumbuh di Indonesia

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai tipe-tipe fauna yang dirangkum pada artikel Tipe fauna Asia, fauna peralihan dan fauna Australia. semoga menjadikan tambahan wawasan kita sebagai bangsa Indonesia.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …