Skip to main content

Tokoh sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di Kepulauan Maluku Utara. Beberapa raja atau sultan yang pernah berkuasa pada masa Kerajaan ini adalah sebagai berikut :

1. Sultan Zainal Abidin
Sultan Zainal Abidin merupakan pendiri Kerajaan Ternate pada abad ke-13 Masehi. Ia memerintah dari tahun 1486 sampai 1500.

2. Sultan Nuku
Sultan Nuku merupakan pendiri Kerajaan Tidore pada abad ke-15 Masehi. Pada abad ke-15 rakyat Ternate dan Tidore telah memeluk agama Islam.

3. Sultan Bayansirullah
Sultan Bayansirullah merupakan pengganti Sultan Zainal Abidin. Ia terkenal dengan sebutan Abu Hayat. Ia memerintah dari tahun 1500 sampai 1522.

4. Sultan Hairun
Sultan Hairun merupakan raja Ternate yang memerintah dari tahun 1536 sampai 1570. Sultan Hairun menjadi semakin geram dan marah melihat keangkuhan penjajah. Sultan Hairun bertempur melawan Portugis dan akhirnya gugur dalam pertempuran tersebut.

Baca selengkapnya di artikel : Perlawanan ternate terhadap portugis

5. Sultan Baabullah
Sultan Baabullah merupakan pengganti Sultan Hairun yang memerintah dari tahun 1570 sampai 1583. Pada masa ini Kerajaan Ternate mencapai puncak masa kejayaan. Sultan Baabullah terkenal sebagai raja 27 pulau.

Selengkapnya bisa di baca pada artikel : Puncak kejayaan kerajaan Ternate

Tokoh sejarah yang terkenal pada masa Kerajaan Ternate-Tidore adalah Sultan Baabullah dan Sultan Nuku. Sultan Baabullah berhasil memajukan Kerajaan Ternate. Bukti keberhasilannya antara lain sebagai berikut :
a. Berhasil merebut benteng Portugis dan mengusirnya dari Ternate pada tanggal 18 Desember 1577.
b. Kerajaan Ternate memperluas wilayah sampai ke Mindanau (bagian utara), Bima (bagian selatan), Papua (bagian timur), dan Makassar (bagian barat).

Pada masa Sultan Nuku, Kerajaan Tidore mampu memperluas wilayah hingga ke Halmahera, Seram, dan Papua. Pada abad ke-15 rakyat Ternate-Tidore telah memeluk agama Islam.

Baca juga artikel Kerajaan Ternate dan Tidore
Semoga menjadi tambahan catatan sejarah nusantara.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …