Skip to main content

Henry V's Campaigns taking people's hearts English

Henry V's Campaigns taking people's hearts English. Two generations of sovereigns lay between Edward III and Henry V, the next English monarch ti apply himself puposefully to the war. In the late summer of 1415, he captured Harfleur after a siege lasting two months. But disease and enemy action had robbed him of 3,000 men. Worried about the state of his army, he decided to make for Calais, marching at the rate of fourteen miles a day.

Outside the castle at Agincourt, he came across a French force that (as at Crecy) outnumbered the English by three to one. It had been raining. Henry's troops looked like a collection of scarecrows. They were tired, hungry, sick, clad in rags, and many of them were barefooted. But they had the caurage of desperate men, especially when Henry told them the enemy had threatened to cut off two fingers from the right hand of every archer captured.

The French had to advence across a newly ploughed field, and they seemed reluctant to bagin. Henry knew that his forlorn army could not exist in the field for another day without the spoils of a victory. The battle had to take place.

Henry V's Campaigns taking people's hearts English
After waiting anxiously for three hours, he told his archers to move forward. When they were within 300 meters of the French troops, they let loose a volley of arrows.

Immediately, the French were stung into action. But as their knights rode towards the English, their horses were shot from under them. They fell, helplessy, into the mud. Burdened by very heavy armour, most of them were unable to get up again. The English might be less well protected, but at least they could move freely.

By midday, the French attack seemed to have spent itself. But now there were repots of trouble in the English camp at the rear. Henry ordered all the prisoners to be killed. He had, he protested, not enough men to guard them.

The king himself led the final charge of the day, which completely dispersed the French forces. When the fighting stopped, the French had lost about 10,000 dead and 30,000 wounded. The English casualties totalled no more tahan 300.

From Angincourt, Henry pressed on to Paris, where he married the King of Frane's daughter, on the understanding that he should inherit the French throne. But the French King outlived him. In 1422, Henry V died - and so did England's successes in France.

The French army was given new heart by a 19-year-old girl named Joan of Arc. Bit by bit, the English were shaken loose from their conquests until only Calais remained. As for the English archers, their usefulness ended at the battle of Formigny in 1450, when the French cannon carried out dreadful punishment. Three years later, the war ended. Read previous article: Hundred Years War between England and France, or next article: Shining Armour Throughout the Muddle Ages

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …