Skip to main content

Peta Sumatra Barat lengkap dengan 12 nama kabupaten dan kota

Sesuai namanya, Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi Republik Indonesia yang terletak di Pulau Sumatra bagian barat dengan ibukotanya Padang. Karena letaknya yang memanjang di pesisir bagian barat Pulau Sumatra, sehingga sebagian wilayahnya bagian berupa pantai.

Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) hingga ke lepas pantai, beberapa pulau yang berada di sebelah barat pantai antara lain : Kepulauan Mentawai; Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Bagai utara, Pulau Bagai selatan dan beberapa pulau kecil. Sayangnya Sumatra Barat rawan sekali gempa bumi, karena letaknya tepat di patahan bumi Semangko yang merupakan pertemuan antara patahan Eurasia dan Indo-Australia.

Seperti provinsi-provinsi lainnya, Sumatra Barat banyak menyimpan catatan sejarah terutama masa perang kemerdekaan. Salah satunya yang masih terkenal hingga sekarang adalah Perang Padri/Perang Paderi.

Selengkapnya bisa anda baca di artikel sejarah : Terjadinya Perang Padri abad ke-19

Peta Sumatra Barat
Jika dilihat dari petanya, batas-batas provinsi Sumatra Barat adalah :
  • bagian barat berbatasan dengan Samudera Indonesia/Samudera Hindia
  • bagian utara berbatasan dengan Provinsi Sumatra Utara
  • bagian timur berbatasan dengan Provinsi Riau
  • bagian selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Bengkulu
Untuk mengenal lebih jauh tentang Provinsi Sumatra Barat, di sini kami sertakan peta Sumbar lengkap dengan nama kota/kabupaten, gunung, dan pulau. Jika ingin melihatnya lebih jelas silahkan klik gambarnya agar mendapatkan gambar peta ukuran maksimal. Berikut gambar peta Sumatra Barat

Peta Sumatra Barat lengkap
Peta Sumatra Barat lengkap dengan 12 nama kabupaten dan kota

Daftar nama Kabupaten dan Kota
Sampai admin menuliskan ini, Sumatra Barat dibagi menjadi 12 kabupaten dan 7 kota administratif. Pada peta Sumbar di atas terlihat titik-titik hitam yang yang menunjukkan nama Kabupaten atau kota yang ada, namun mungkin saja anda kesulitan untuk mencatat satu persatu. Agar lebih jelas disini kami cantumkan nama kabupaten/kota yang ada.

12 nama Kabupaten di Sumatra Barat
  1. Kabupaten Agam, ibukota : Lubuk Basung
  2. Kabupaten Dharmasraya, ibukota : Pulau Punjung
  3. Kabupaten Kepulauan Mentawai, ibukota : Tuapejat
  4. Kabupaten Lima Puluh Kota, ibukota : Sarilamak
  5. Kabupaten Padang Pariaman, ibukota : Parit Malintang
  6. Kabupaten Pasaman, ibukota : Lubuk Sikaping
  7. Kabupaten Pasaman Barat, ibukota : Simpang Ampek
  8. Kabupaten Pesisir Selatan, ibukota : Painan
  9. Kabupaten Sijunjung, ibukota : Muaro Sijunjung
  10. Kabupaten Solok, ibukota : Arosuka
  11. Kabupaten Solok Selatan, ibukota : Padang Aro
  12. Kabupaten Tanah Datar, ibukota : Batusangkar

7 nama Kota di Sumatra Barat
  1. Kota Bukittinggi
  2. Kota Padang
  3. Kota Padangpanjang
  4. Kota Pariaman
  5. Kota Payakumbuh
  6. Kota Sawahlunto
  7. Kota Solok

Lihat juga peta provinsi lainnya di Pulau Sumatra, yaitu  :

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Provinsi Sumatra Barat silahkan kunjungi situs resminya di : www.sumbarprov.go.id

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Peta Sumatra Barat lengkap dengan 12 nama kabupaten dan kota. Semoga menjadi catatan sejarah di masa yang akan datang.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …