Skip to main content

Kertanegara's domestic policy

History - Kertanegara attempted to create domestic political stability. Below are some of the efforts he had made to create the stability :

1. Hi wiped out bandits that had caused unrest in the society. In 1270 he killed a traitor named Cayaraja. Then in 1280, another traitor who had a lot of followers all over the country was also killed.

2. In governmenr matters, he acted courageously and resolutely, he changed many officials. The chief minister, Rajanathe who was old was replaced by Apanji Aragani from the younger generation. An outstanding figure, Banyak Wide, was appointed regent in Madura and given the title Arya Wiraraja.

3. There were still some potentially dangerous figures inside the country, for instance Jayakatwang, the king of Kediri who was a descendant of Kertajaya. Kediri Kingdom had been destroyed by Ken Arok, the great, great grandfather of Kertanegara.

However, Kediri was not destroyed completely. It still existed and was ruled by the descendants of Kertajaya, it was under the control of Singasari.

In Mula-Malurang inscription of 1255, it was mentioned that Daha was under the authority of Sri Kertanegara, whereas Jayakatwang ruled Gelang-gelang.

Since 1271 Jayakatwang was in control of Daha. King Kertanegara tried to maintain good political relationship with Jayakatwang. A son of Jayakatwang named Ardhareja was married to his daughter, while Kertanegara's sister named Turukbali was married to Jayakatwang.

Later on, Ardhareja was appointed a commander of Singasari army. Mean-while, there was another figure who had the right to inherit the throne, Raden Wijaya. He was the son of Lembu Tal and a grandson of Mahisa Campaka or Narasinghamurti.

So he was still a descendant of Ken Arok and Ken Dedes. According to the family tree, he was a nephew of Kertanegara. So Raden Wijaya was married to Kertanegara's daughter and appointed commander of the entire army of Singasari.

Family tree of Singasari Kings
Family tree of Singasari Kings

Thanks you for visit website history

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …