Skip to main content

Kertanegara's foreign policy

History - A continuation of the history article from Kertanegara's domestic policy. Seeing that Sriwijaya was weakening, in 1275. Kertanegara attempted to take control of an area which was strategic for defense tacties, it was Melayu.

Kertanegara sent an expedition to Melayu, so it was called Pamalayu. The expedition was not mean to attack and take over Melayu, it was a peaceful mission. Pamalayu means alliance agreement with Melayu.

The friendly relation was strenghtened by marriage, so it became family relationship. Kertanegara even gave a present of a statue of Buddha Amogapasya to the king of Melayu who happily accepted it.

In 1284, Singasari conquered Bali which opposed the authority of Singasari and was considered dangerous to the security of Singasari. A friendly relation with Campa kingdom was established and then strengthened with family relationship by marrying a sister of Kertanegara, Ratu Tapasi, to the king of Campa.

It seemed that Kertanegara's efforts to extend his authority outside Java were triggered by the threat from China, from Emperor Kubilai Khan, a king of the Mongol Dynasty. In 1280 and 1281 Kubilai Khan sent messengers to Singasari to ask Kertanegara to bow to the the authority of Mongol, but Kertanegara always refused.

The last messenger from China arrived in Singasari in 1289. The messenger was enraged by Kertanegara's refusal, so he prepared troops to attack Singasari. In the end of 1292, the troops were sent to Java under the command of two commanders, Shihpi-lheh-mi-shih and Kau Hsing.

Singasari Kingdom did not stay iddle in facing the possibility of attack by the Mongols. Kertanegara tried to strengthen his troops by increasing the number. Besides, he also made alliances made was with Champa Kingdom in Vietnam.

However, he was dosmestically andermined by Jayakatwang, a descendant of King Kertajaya who wanted to rebuild his kingdom. Seeing that some of the troops of Singasari were positioned in Melayu, he desiced to attack Singasari.

Kertanegara, who was holding a ceremony together with some brahamanas, was killed. Yet his son-in-lows, Raden Wijaya managed to escape and ran away to Madura. So finally Singasari collpased.

Next articel : Majapahit Kingdom in history
Thanks you for visit website history

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …