Skip to main content

The development of Islamic in Cirebon Kingdom

History-One of the Islamic kingdoms in West Java was Cirebon. The existence of Cirebon was mentioned, among others, among others by the book Suma Oriental which was written by Tome Pires, a Portuguese traveler, and also in the book Carita Caruban written by Pangeran Aria Cirebon. It was assumed that the name 'Cirebon' derived from the word 'caruban' which means mixture.

It was also assumed that the people of Cirebon were a mixture of native merchants and Chinese merchants who had become Muslims. As the story goes. There was a group of Chinese families that landed and settled in Gresik.

The most outstanding of them was Cu-cu. The family of Cu-cu who had professed Islam then landed in Demak to build a village in the west. As a result of their hardwork, they could successfully build a village which was named Cirebon. It belonged to the territory of Demak.

Cirebon Kingdom was first ruled by Pengeran Pasarean. He was one of the sons of Fatahillah who was assigned to be the sultan of Cirebon. But when Pangeran Pasarean died in 1522, the leadership of Cirebon was taken back by Fatahillah and he himself became the sultan of Cirebon. Meanwhile, the government of Banten which was under his control was handed over his other son, Sultan Hasanuddin.
Kasepuhan Palace of Cirebon which was built in 16th century
Kasepuhan Palace of Cirebon which was built in 16th century
Cirebon Kingdom reached its golden period during the reign of Fatahillah, then it was split into two paris as follows :
1. Kasepuhan, the first king was Pangeran Martawijaya who was titled Sultan Raja Syamsudin and assisted by Panembahan Toh Pati.

2. Kanoman, the first king was Pangeran Kartawijaya who was  titled Sultan Muhammad Bahrudin.

Finally, in the 17th century, Cirebon was put the control of this Dutch.

In 1570, Fatahillah died at the age of 80. He was buried at Gunung Jati kill. After the death of Fatahillah, Islam continued to spread all over West Java. In honour of his role in propagating Islam, many people still visit his grave up to now.

Next article : The development of Islamic in Banten Kingdom
Thanks you for visited website history

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …