Skip to main content

Keadaan Alam dan Kebudayaan Zaman Pleistosen

Menurut teori sejarah, manusia pertama kali muncul ke dunia adalah pada tahap zaman Neozoikum, yaitu kala Pleistosen sekitar 3 juta tahun yang lalu. Kala Pleistosen merupakan zaman termuda dari keseluruhan tahapan zaman dari terbentuknya bumi, dan diperkirakan berproses dalam waktu yang cukup singkat, yaitu dari tiga juta sampai dengan 10.000 tahun yang lalu.

Meskipun sudah dianggap stabil, zaman pleistosen masih diwarnai sejumlah peristiwa alam yang besar yang dapat mengubah kehidupan manusia sewaktu-waktu, seperti :
  • meluasnya es ke sebagian permukaan bumi.
  • munculnya daratan-daratan baru dari dasar laut, karena permukaan air laut yang turun.
  • adanya perubahan iklim.
  • letusan gunung berapi yang sangat besar.
  • muncul dan tenggelamnya sungai-sungai dan danau.

Kerasnya fenomena alam ikut mengembangkan otak manusia purba. Alam memang menyediakan cukup makanan pada masa ini seperti air, hewan, umbi-umbian, dan tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi tubuh, tetapi manusia harus berupaya untuk memperolehnya.

Mereka lalu membuat alat-alat dari batu seperti kapak genggam dengan berbagai bentuk, alat-alat dari kayu, alat-alat dari tulang binatang seperti flakes (alat serpih), pisau, serta pancing untuk menangkap ikan. Dari bentuk awal yang sederhana sampai ke bentuk yang lebih rumit.

Dengan demikian, manusia menjadi terlatih dan selalu mengembangkan akalnya dan mengasah kemampuan otaknya. Tidak mengherankan volume otak manusia mengalami perubahan terus-menerus ke arah yang lebih sempurna sebagaimana tercermin dalam hasil-hasil budaya mereka.

Masa berikutnya adalah masa holosen, yang berlangsung sekitar 10.000 tahun lalu sampai sekarang. Pada masa ini kecerdasan manusia sudah jauh mengalami kemajuan. Hal ini terlihat dari perkembangan dan kemampuan dan hasil budayanya hingga pada akhirnya mendukung mereka menerapkan pola hidup menetap, bercocok tanam, dan membuat barang-barang dari logam.

Foto Edward Burnett Tylor

Edward Burnett Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai suatu keseluruhan yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Senada dengan definisi Tylor, Ki Hajar Dewantoro merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil cipta, karya, dan karsa manusia.

Clyde Kluckchohn menambahkan, kebudayaan itu memiliki tujuh unsur yang bersifat universal; universal berarti isi pokok ketujuh unsur kebudayaan itu dapat ditemui pada seluruh masyarakat yang ada di dunia.

Ketujuh unsur kebudayaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
  1. sistem mata pencarian hidup,
  2. sistem peralatan hidup,
  3. sistem ilmu pengetahuan dan teknologi,
  4. sistem organisasi sosial dan kemasyarakatan,
  5. sistem religi dan kepercayaan,
  6. kesenian, dan
  7. bahasa.

Baca juga: Zaman kuarter pertama

Demikian Keadaan alam zaman Pleistosen, semoga bisa menjadi pembelajaran sejarah manusia.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …