Skip to main content

Profil Mochtar Kusumaatmadja

Sejarah Indonesia pernah mencatat seorang tokoh nasional bernama Mochtar Kusumaatmadja. Dalam sejarah Indonesia Beliau merupakan salah satu tokoh yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Masa Orde Baru. Pria kelahiran 1929 ini pernah menjadi duta Indonesia untuk membuka kembali perdagangan dengan Republik Rakyat Cina.

Mochtar menegaskan bahwa keinginan Indonesia membuka hubungan tidak ada kaitannya dengan pemulihan hubungan diplomatik, karena Indonesia belum siap untuk normalisasi secara menyeluruh.

Lalu, siapa Mochtar Kusumaatmadja? Berikut Sejarah Nasional dan Dunia akan menyertakan biografi singkat beliau.

Foto atau gambar Mochtar Kusumaatmadja
Mochtar Kusumaatmadja

Mochtar Kusumaatmadja dilahirkan di Jakarta pada tanggal 17 April 1929. Beliau dikenal sebagai ahli hukum laut internasional yang sering ditunjuk mewakili Indonesia dalam berbagai perundingan internasional.

Jabatan menteri pernah beliau duduki pada masa Orde Baru tahun 1978-1988. Beliau menjabat sebagai Menteri kehakiman pada periode tahun 1978-1983. Dan selanjutnya menjabat sebagai menteri luar negeri pada periode 1983 - 1988.

Mochtar Kusumaatmadja juga pernah menjadi wakil : Normalisasi hubungan Indonesia dan RRC

Mochtar juga pernah andil pada KTT 3 ASEAN di Manila. Selengkapnya bisa anda baca pada artikel : KTT ASEAN 3 di Manila

Ketika menjabat sebagai menteri luar negeri Mochtar Kusumaatmadja mencetuskan gagasan "coktail party" dalam upaya penyelesain masalah Kamboja yang kemudian melahirkan Jakarta Informal Meeting yang disingkat JIM.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …