Skip to main content

Akulturasi Islam dan tradisi lokal di Lampung

Akulturasi Islam dan tradisi lokal di Lampung-Selain situs berupa masjid dan makam para penyebar agama Islam, jejak Islam di Lampung bisa ditelusuri lewat budaya. Hampir tidak ada peristiwa adat di Lampung yang tidak berbau Islam. Mulai dari perkawinan, kelahiran, hingga kematian, nafas-nafas Islami selalu mewarnai peristiwa ini.

Di Lampung, Islam yang masuk lewat tradisi lokal juga mampu mempengaruhi kesenian tradisional daerah. Di daerah Lampung pesisir misalnya, nafas-nafas keislaman sangat terasa dalam seni tradisional musik butabuh atau hadrah.

Syair lagu hadrah adalah dari kitab Barzanji, berisi pujian kepada rasul dan dzikir-dzikir mengagungkan kebesaran Allah SWT. Syair lagu ini diiringi dengan alat musik berupa terbangan seperti rebana yang biasa dipakai pada lagu khasidah dan kerenceng.

Hadrah dan dzikir ini sering kita jumpai saat pesta adat atau nayuh yang dilantunkan malam hari menjelang pelaksanaan pesta atau begawi.

Dalam adat perkawinan di Lampung juga dikenal dengan istilah ngarak maju, yaitu arak-arakan pengantin yang dilakukan di tempat pengantin pria sebagai pertanda si pria telah resmi menikahi si wanita.

Dalam tradisi ngarak, unsur yang terpengaruh Islam adalah penggunaan alat musik rebana sebagai alat musik pengiring dan pelantunan salawat nabi serta syair-syair Arab yang dikenal dengan zikir lama dan zikir baru, yang isinya syair-syair Barzanji.

Adapula peraturan bujang gadis yang dikela dengan istilah cempala khua belas yang mengatur tentang pergaulan bujang gadis, siapa saja yang melanggar aturan adat tersebut akan dikenakan sanksi.

Dalam tata cara pergaulan bujang gadis ini juga terasa benar pengaruh hukum Islam, seperti hubungan pria dan wanita yang belum muhrim, aturan kesopanan dan kesusilaan dan cara-cara hidup bermasyarakat lainnya.

Pengaruh Islam lainnya dalam kesenian tradisional Lampung adalah acara betamat. Ytiu membaca ayat-ayat suci Al-Quran di acara khitanan dan perkawinan. Biasanya dibaca malam hari. Dalam acara ini juga ada peristiwa mengarak anak yang dikhitan dari tempat guru ngaji.

Ketika terjadi musibah, seperti ada kerabat atau tetangga dan saudara meninggal dunia, pengaruh Islam cukup dominan. Acara khatam Alquran, yaitu membaca ayat-ayat Alquran selama tujuh hari selain acara tahlilan akan terdengar di tempat ini.

Silahkan baca juga: Alat musik tradisional Nusantara

Demikian Akulturasi Islam dan tradisi lokal di Lampung, semoga memberikan manfaat bagi pembaca pecinta nusantara.

Baca juga: Akulturasi sistem bangunan dan tata kota di Indonesia

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …