Skip to main content

The definition of culture by Edward Burnett Tylor

The definition of culture by Edward Burnett Tylor - The anthropologist Edward Burnett Tylor 1871 year defines culture as a complex whole which includes knowledge, belief, art, morals, law, tradition, other capabilities and habits acquired by man as a member of the community.

Similar to the definition of culture by Edward Burnett Tylor, Indonesia historian named Ki Hajar Dewantoro formulate culture as all copyright works, and the desire of human beings.

Clyde Klukchohn added that it has seven cultural element that is universal. Universal means the contents of the principal elements of the culture of the seven can be found in all communities in the world.

The seven elements of the culture in question is: the system of livelihood, living equipment systems, the system of science and technology, a system of social organization and civic, religious and belief systems, art and language.

Profile Of Edward Burnett Tylor
Edward Burnett Tylor, anthropologist was a famous United Kingdom nation through service on the research of cultural evolution.
  • Born: October 2, 1832, in Camberwell, United Kingdom
  • Died: January 2, 1917, Wellington, United Kingdom
  • Parents: Harriet Skipper, Joseph Tylor
  • Siblings: Alfred Tylor
  • Nephew: Joseph John Tylor

Profil Of Ki Hajar Dewantoro
Ki Hajar Dewantoro actually named Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. He is an activist movement of the independence of Indonesia, columnist, politician, and pioneer of education for the people of Indonesia from the Netherlands colonial era.
  • Born: May 2, 1889, Yogyakarta
  • Died: April 28, 1959, Yogyakarta
  • Education: School tot Opleiding van Indische Artsen
  • Spouse: Nyi Sutartinah
  • Book: towards an independent man
  • Organization: National Indische Partij

Profil Of Clyde Kluckhohn
Clyde Kluckhohn was an American anthropologist and social theory, his work is long-term Ethnography among the Navajo and his contributions to the development of the theory of cultural anthropology in America.
  • Born: January 11, 1905, Le Mars, Iowa, us
  • Died: July 28, 1960, of Santa Fe, New Mexico, USA
  • Education: Harvard University (1934 – 1936), other
  • Awards: Guggenheim Fellowships for social studies, us & Canada
  • Famous Pupils: Laura Nader

Thus the definition of culture according to Edward Burnett Tylor who were with two other characters, namely Ki Hajar Dewantoro and Clyde Klukchohn.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …