Skip to main content

Glosarium kehidupan awal masyarakat Indonesia

Kehidupan awal masyarakat Indonesia berawal dari kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan. Pada masa ini masyarakat hanya mengandalkan apa yang telah tersedia di dalam hutan. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 10-15 orang. Kebudayaan yang mereka miliki seperti kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, alat-alat dari tulang dan lain sebagainya.

Selengkapnya silahkan baca: masa berburu dan meramu tingkat lanjut

Masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan telah mengenal kepercayaan. Hal ini dibuktikan dengan adanya upaya penguburan orang yang telah meninggal.

Pada masa beternak dan bercocok tanam, kehidupan masyarakat semakin bertambah maju, karena mereka telah dapat mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan mereka telah memiliki tempat tinggal untuk menetap. Kelompok mereka semakin bertambah besar dan pola hidup bergotong royong menjadi inti dari kehidupan sosial masyarakatnya. Pada masa ini mereka telah mengenal sistem perekonomian, walaupun dilakukan melalui pertukaran barang dengan barang atau dikenal dengan istilah barter.

Sejarah selengkapnya silahkan baca: masa bercocok tanam dan hidup menetap

Kepercayaan mereka semakin berkembang, bahkan mereka telah mengenal kepercayaan yang bersifat animisme dan dinamisme. Kebudayaannya terbuat dari batu seperti beliung persegi, kapak lonjong, mata panah dari batu, gerabah dan sebagainya. Mereka juga telah mengenal perhiasan yang terbuat dari batu.

Perkembangan teknologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia diawali dengan penemuan logam yang dipergunakan untuk membuat berbagai bentuk peralatan dan perhiasan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, pada masa ini tidak semua anggota masyarakat dapat membuat benda-benda dari logam, melainkan hanya beberapa orang yang memiliki keahlian untuk membuatnya.

Orang yang ahli membuat kerajinan dari logam dikenal dengan sebutan undagi dan tempat pembuatannya disebut dengan perundagian. Oleh karena itu, pada masa ini masyarakat telah mengalami perkembangan yang cukup maju. Hasil kebudayaan yang berasal dari logam seperti nekara, kapak perunggu, bejana perunggu, arca perunggu, perhiasan dan lain sebagainya.

Bagaimana kehidupan pada masa ini? Silahkan baca: Kehidupan masyarakat perundagian

Wajah manusia purba
Gambar ilustrasi wajah manusia purba dewasa dan anak-anak.


Glosarium
Berikut beberapa istilah sejarah kehidupan awal masyarakat Indonesia yang perlu anda ketahui:
  • Barter adalah: sistem perekonomian pada masa lampau yang dilakukan melalui pertukaran barang dengan barang.
  • Berhuma adalah: cara bercocok tanam yang sangat sederhana yaitu dengan membersihkan hutan dan kemudian membakarnya. Selanjutnya menanam tumbuh-tumbuhan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.
  • Bersawah adalah: cara bercocok tanam di sawah dengan menanam tanaman padi.
  • Goa adalah: sebuah ceruk yang terdapat pada bukit atau batu padas yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal oleh manusia purba. Terdapat dua jenis goa berdasarkan proses pembentukannya, yaitu goa yang dibuat oleh manusia dan goa yang terjadi karena proses alam.
  • Gotong-royong adalah: cara bekerja bersama-sama dan saling membantu antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat yang lainnya.
  • Monoisme adalah: suatu kepercayaan dimana manusia mengakui adanya kekuatan yang lebih besar di luar dirinya yaitu kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.
  • Pithecanthropus erectus adalah: fosil manusia purba yang ditemukan oleh Van Reitschotten dan diteliti oleh Eugene Dubois. Adapun jenis fosil ini selengkapnya silahkan baca: jenis Pithecanthropus
  • Rakit adalah: bambu atau kayu yang dijejer dan diikat menjadi satu serta dijadikan sarana untuk menyeberangi sungai.
  • Sanksi adalah: hukuman atau teguran terhadap suatu kesalahan yang dilakukan oleh seseorang di dalam suatu kelompok masyarakat, lembaga, atau pada tempat lainnya.

Demikian rangkuman dan glosarium kehidupan awal masyarakat Indonesia, semoga bermanfaat bagi yang suka dengan sejarah baik sejarah nasional maupun sejarah dunia.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …