Skip to main content

Glosarium prinsip dasar penelitian sejarah

Glosarium prinsip dasar penelitian sejarah - Sejarah sebagai suatu peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau, sangat sulit untuk dapat mengetahui secara keseluruhan dari peristiwa yang terjadi. Untuk dapat mengetahui suatu peristiwa sejarah yang telah terjadi pada masa lampau, para ahli memerlukan tahap-tahap penelitian seperti informasi sejarah dan pengumpulan sumber-sumber sejarah.

Data-data yang berhasil dikumpulkan kemudian di verifikasi dan selanjutnya diinterpretasi. Namun, dipihak lain perlu adanya sumber-sumber sejarah seperti sumber lisan, sumber tertulis, dan sumber benda.

Prinsip dasar dalam penelitian sejarah lisan memerlukan beberapa hal seperti, sumber yang berasal dari para pelaku sejarah, saksi sejarah, tempat terjadinya suatu peristiwa, latar belakang munculnya peristiwa sejarah, bahkan sampai kepada pengaruh dari peristiwa sejarah tersebut.

Untuk menemukan jejak-jejak masa lampau dari suatu peristiwa sejarah dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan sejarah, monumen peringatan peristiwa bersejarah atau menemukan kronologi sejarah Indonesia melalui berbagai sumber sejarah lainnya.

Foto Monumen Serangan Umum 1 Maret
Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, merupakan
tugu peringatan peristiwa bersejarah ketika TNI melakukan penyerangan terhadap Belanda.

Glosarium
Berikut beberapa istilah sejarah dalam prinsip dasar penelitian sejarah lengkap dengan penjelasannya.
  • Informasi sejarah adalah: pemberitahuan dari orang lain tentang suatu peristiwa sejarah yang telah terjadi, informasi ini datang dari para pelaku atau saksi dari suatu peristiwa sejarah.
  • Heuristik adalah: upaya penelitian yang mendalam untuk menghimpun jejak-jejak sejarah atau mengumpulkan dokumen-dokumen untuk mengetahui segala bentuk peristiwa sejarah yang telah terjadi.
  • Verifikasi adalah: pemeriksaan terhadap kebenaran suatu laporan.
  • Verifikasi sejarah adalah: pemeriksaan terhadap kebenaran suatu laporan tentang suatu peristiwa sejarah.
  • TNI adalah: Tentara Nasional Indonesia.
  • Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah: serangan yang dilakukan oleh pasukan TNI dari Brigade X kota Yogyakarta terhadap Belanda dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa TNI masih kuat. Serangan umum ini dipimpin oleh Letkol Soeharto, selengkapnya bisa anda baca di Arti penting Serangan Umum
  • Interpretasi sejarah adalah: penafsiran terhadap suatu peristiwa sejarah, serta memberikan pandangan secara teoritis terhadap peristiwa itu.
  • Peristiwa Bubat adalah: peristiwa yang terjadi di Lapangan Bubat akibat penolakan Gajah Mada terhadap pengangkatan Putri Pajajaran menjadi permaisuri Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Baca kisahnya di artikel zaman Kerajaan Majapahit
  • Sumber primer adalah: bukti sejarah yang diuraikan oleh para pelaku atau saksi yang mengalami peristiwa sejarah.
  • Artefak adalah: merupakan peralatan atau alat-alat yang dibuat oleh manusia untuk membantu kehidupannya. Baca selengkapnya Artefak sejarah
  • Palaeolitikum adalah: suatu masa manusia sudah menggunakan peralatan yang terbuat dari batu walaupun masih sangat kasar.
  • Mesolitikum adalah: suatu masa manusia sudah menggunakan peralatan yang terbuat dari batu sudah diasah tetapi belum sempurna.
  • Neolitikum adalah: suatu masa dimana manusia sudah menggunakan peralatan dari batu yang sudah diasah dan sempurna.
  • Nomaden adalah: kehidupan manusia yang masih berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya yang menyediakan kebutuhan hidupnya.
  • Food Gathering adalah: manusia mengumpulkan bahan makanan yang berhasil diperoleh di dalam hutan.
  • Kjokkenmoddinger adalah: sampah dapur dari manusia purba berupa kulit-kulit kerang maupun siput setinggi 7 meter yang ditemukan di pantai timur Pulau Sumatra.
  • Abris Sous Roche adalah: goa yang dijadikan sebagai tempat tinggal oleh manusia purba.
  • Kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah: kebudayaan manusia purba yang terbuat dari batu dan paling banyak ditemukan di daerah Bacson pegunungan Hoabinh.
  • Toala adalah: nama salah satu daerah di Sulawesi Selatan.
  • A cire Perdue adalah: pembuatan benda-benda dari logam zaman dahulu. Selengkapnya silahkan baca Teknik cetakan Bivalve dan A Cire Perdue
  • Perang Diponegoro adalah: perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro untuk mengusir bangsa Belanda dari Keraton Yogyakarta. Baca kisahnya di terjadinya Perang Diponegoro
  • Proklamasi Kemerdekaan adalah: suatu pernyataan bahwa suatu bangsa telah berhasil memerdekakan dirinya dari penjajahan asing.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …