Skip to main content

Sejarah sebagai sarana mengenal bangsa lain

Sejarah sebagai sarana mengenal bangsa lain - Sejarah mengajarkan kepada kita untuk memahami masyarakat bangsa sendiri dan mengenal bangsa-bangsa lain. Dengan mempelajari sejarah, kita akan lebih menghargai hal-hal yang telah kita miliki sebagai bangsa mulai dari awal perkembangannya di Nusantara sampai terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia.

Di dalamnya juga termasuk penghargaan terhadap keberagaman baik suku, ras, maupun agama, penghargaan terhadap identitas kita sebagai bangsa yang besar dan sebagainya. Selain sikap nasionalisme dan patriotisme yang terwujud dalam sikap dan perilaku kerja keras membangun bangsa, muncul pula rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa yang begitu besar bagi bangsa Indonesia.

Mempelajari sejarah juga membuat kita mengenal bangsa-bangsa lain, baik sistem politik-ekonomi maupun kehidupan sosial dan kebudayaannya. Hal ini akan membuat kita mendapat banyak inspirasi dan wawasan, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku dan pandangan hidup kita, baik secara pribadi maupun sebagai bangsa.

Sebagai contoh: kita dapat belajar banyak dari tokoh-tokoh nasional atau spiritual bangsa lain seperti:

Ketiga tokoh dunia tersebut sangat berpengaruh membentuk jati diri dan karakter bangsanya. Sikap-sikap dan pilihan tindakan mereka dapat menjadi inspirasi bagi kita juga. Tidak hanya tokoh tertentu, pengalaman jatuh bangun sebuah bangsa dalam membangun negerinya juga dapat memberikan pelajaran tentang cara kita seharusnya membangun bangsa, khususnya bangsa Indonesia.

Memperkokoh identitas bangsa
Sejarah berperan penting dalam membentuk identitas dan kepribadian suatu bangsa. Suatu masyarakat atau bangsa tak mungkin akan mengenal identitas dan perkembangan mereka hingga sekarang tanpa mengenal sejarah.

Sejarah dan identitas bangsa memiliki hubungan timbal-balik. Akar sejarah yang dalam dan panjang akan memperkokoh eksistensi, identitas, serta kepribadian suatu bangsa. Dengan demikian, suatu bangsa akan bangga dan mencintai sejarahnya.

Latihan berpikir menyeluruh (Holistik) dan multiperspektif
Dalam kaitannya dengan proses belajar sejarah, sejarah melatih kita untuk berpikir holistik (menyeluruh) dan multi-sudut pandang dalam memandang suatu peristiwa. Suatu peristiwa sejarah itu tidak sederhana.

Suatu peristiwa sejarah juga tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan peristiwa-peristiwa lain sebelumnya. Peristiwa lain tersebut juga dipicu oleh peristiwa-peristiwa yang lain lagi. Ada banyak aspek terlibat dalam suatu peristiwa.

Dengan membuat penelitian tentang suatu peristiwa sejarah, kita dilatih untuk melihat peristiwa dalam konteks yang besar dan menggunakan banyak sudut pandang. Dalam proses tersebut, kita belajar menarik benang merah dan sebab-akibat-dampak yang logis dan dapat dipercaya.

Demikian sekilas ulasan bahwa Sejarah sebagai sarana mengenal bangsa lain. Dengan begitu kita dapat mempelajari lebih mendalam sejarah suatu bangsa.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …