Skip to main content

Sejarah tanggal 3 oktober di Kota Pekalongan, Jawa Tengah

Mengingat sejarah tanggal 3 Oktober, bahwa tanggal tersebut merupakan hari bersejarah dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Hari itu tepatnya 3 Oktober 1945, rakyat Indonesia melakukan pengusiran tentara Jepang dari salah satu kota di Jawa Tengah, tepatnya dari Pekalongan.

Saat itu, ada 3 kelompok organisasi yang melakukan usaha memindahkan kekuasaan dari Jepang kepada Indonesia. Sebagai kelanjutan pemerintah Jepang melakukan perundingan dengan tiga wakil dari masyarakat pekalongan. Adapun ketiga wakil tersebut adalah, KNID (dipimpin Dr. Sumbadji), BPKKP (dipimpin Dr. Ma’as), dan Angkatan Muda (dipimpin Mumpuni dan Margono Jenggot).

Sejatinya, perundingan antara Jepang dan wakil masyarakat Pekalongan, dilaksanakan tanggal 1 Oktober 1945, tetapi karena ada sesuatu hal, maka perundingan pun diundur menjadi tanggal 3 Oktober 1945 pukul 10.00 WIB yang dilaksanakan di gedung Kempeitai.

Dengan wakilnya Mr. Besar masyarakat Pekalongan berunding dengan perwakilan pemerintah Jepang dalam rangka memantapkan penyerahan sekaligus perpindahan kekuasaan. Perundingan yang diundur 2 hari tersebut ternyata membuat rakyat memanas, tak ayal masyarakat Pekalongan pun berkobar mengepung gedung  Kenpetai.

Sebagai wakil masyarakat, Mr. Besar mendesak pemerintah Jepang, dengan tiga tuntutan, antara lain sebagai berikut:
  1. Jepang harus segera menyerahkan kekuasaannya kepada rakyat Indonesia dengan cara damai.
  2. Melakukan pelucutan senjata terhadap seluruh tentara Jepang.
  3. Mr. Besar menjamin keamanan tentara Jepang meskipun kekuasaan sudah diserahkan kepada rakyat Indonesia.

Perundingan Gagal
Dari ketiga tuntutan tersebut, tak ada satupun yang disetujui perwakilan pemerintah Jepang, alis ditolak mentah-mentah.

Dari uletnya perundingan semakin membuat rakyat diluar gedung Kenpetai, semakin panas. Beberapa pemuda meneriakkan agar perundingan segera diselesaikan. Karena teriakan mereka tak digubris, dengan tanpa gentar, mereka menurunkan bendera Jepang yang berkibar di gedung tersebut kemudian menggantinya dengan bendera Republik Indonesia Sang Merah Putih. Namun, naas, tanpa ampun ketiganya tewas ditembus peluru tentara Jepang.

Maka, tanpa komando ribuan rakyat yang telah mengepung gedung Kenpetai secara serentak menyerang serdadu Jepang dengan senjata seadanya. Maka, perang antara rakyat Pekalongan dengan tentara Jepang pun tak dapat dihindarkan.

Dalam catatan sejarah, sebanyak 37 rakyat Pekalongan gugur di medan perang, dan 12 orang lainnya menderita cacat.

Untuk mengingat sejarah tersebut, maka dibangun sebuah monumen yang terletak di Lapangan Kebon Rojo, Pekalongan. Sedangkan gedung Kempetai tempat perundingan, dirubah menjadi sebuah masjid yang dinamakan Masjid Syuhada.

Di depan Masjid Syuhada di buat patung berwujud bambu runcing 4 buah yang masing-masing memiliki 5 ruas. Tetapi sekarang, patung tersebut dirubah menjadi patung bambu 3 buah dan masing-masing ruasnya ditambah  menjadi 10.

Makna dari 3 bambu dan 10 ruas tersebut adalah, 3 mencerminkan tanggal 3, dan 10 merupakan bulan ke sepuluh saat terjadinya peristiwa tersebut. Dan hingga sekarang, setiap tanggal 3 oktober di depan monumen di Lapangan Kebon Rojo, Pekalongan diadakan upacara peringatan dan aksi teaterikal oleh para pelajar Pekalongan.

Demikian sebuah peristiwa sejarah tanggal 3 Oktober 1945 yang dapat kita ingat sebagai catatan sejarah kemerdekaan rakyat Indonesia khususnya rakyat Pekalongan.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …