Skip to main content

Lapangan dan pembagian kebudayaan

Lapangan dan pembagian kebudayaan - Hal-hal yang termasuk lapangan kebudayaan menurut pendapat T.M. Usdman el Muhammady adalah sebagai berikut:
  1. Falsafah: penjelmaan dari kegiatan pikiran manusia mencari kebenaran.
  2. Ilmu pengetahuan: kegiatan pikiran manusia untuk mengetahui alam, baik yang di luar manusia atau dalam manusia sendiri, pengetahuan mana untuk alat dalam soal-soal hidup dan kehidupan.
  3. Sosial: penjelmaan rasa untuk melanjutkan hidup (turunan) yang disusun dengan pikiran.
  4. Ekonomi: penjelmaan dari rasa mempertahankan hidup (supaya jangan mati) yang disusun dengan pikiran.
  5. Politik: penjelmaan dari kegiatan pikiran manusia untuk membentuk kekuasaan sehingga dapat menyusun peri kehidupan sebaik-baiknya.
  6. Kesenian: penjelmaan dari rasa keindahan

Selain pembagian lapangan kebudayaan menurut cara di atas ada pula ahli kebudayaan yang menyebutkan tentang aspek-aspek, jihad-jihad dan lapangan kebudayaan seperti berikut:
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Religius (keagamaan)
  • Ludiek (permainan, ilmu pengetahuan, kesenian)
  • Bahasa
  • Teknologi

T.M. Usdman el Muhammady ahli budaya
T.M. Usdman el Muhammady adalah seorang ilmuwan, musisi, prajurit, dosen, ulama dan penulis yang produktif.

Dalam lapangan kebudayaan menurut pendapat yang kedua di atas, agama atau religie juga dimasukkan . Jika yang dimaksudkan dengan agama di sini adalah agama ardhi atau wadhi'i (agama ciptaan manusia), hal itu boleh saja dan memang demikianlah sebenarnya.

Namun, jika yang dimaksudkan adalah semua agama, termasuk agama Samawi (seperti Islam), maka hal itu tidak dapat dibenarkan. Sebab agama Samawi itu bukanlah produk dari cara berpikir dan cara merasa manusia, melainkan adalah ajaran dari Allah yang dibawa oleh para Rasulnya untuk keselamatan dan kebahagiaan hidup manusia.

Ketujuh lapangan kebudayaan: falsafah, ilmu pengetahuan, sosial, ekonomi, politik, kesenian, dan agama (ardhi), dalam kebudayaan diistilahkan (dinamakan) dengan Cultural Universals.

Selanjutnya, bila diperhatikan dengan seksama, maka dalam garis besarnya kebudayaan itu dapat dibagi menjadi dua hal, yaitu:

Pertama: Materiil Cultuur (kebudayaan kebendaan, kebudayaan jasmaniah, benda-benda kebudayaan), yaitu hasil kerja jiwa manusia yang dapat dilihat atau diraba. Misalnya: lukisan, bangunan, pakaian, perkakas-perkakas, ukiran, dan lain-lain.

Kedua: Geestelijke Cultuur (kebudayaan kejiwaan, kebudayaan rohaniah, kebudayaan spiritual, pemikiran kebudayaan), yaitu : hasil kerja jiwa manusia yang tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba. Misalnya: tata cara, ilmu pengetahuan, filsafat, seni suara, dan lain sebagainya.

Sungguh pun terdapat pembagian seperti yang tersebut di atas, namun hal ini hanyalah semata-mata untuk memudahkan pengertian saja, sebab kenyataannya antara kebudayaan jasmaniah dan kebudayaan rohaniah, terdapat saling hubungan yang erat sekali dan kadang-kadang sulit untuk dipisah-pisahkan.

Baca juga: 3 faktor yang menimbulkan kebudayaan

Demikian Lapangan dan pembagian kebudayaan, semoga menambah manfaat kita dalam belajar kebudayaan.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …