Skip to main content

Peta Banten lengkap 4 Provinsi dan 4 Kota

Banten merupakan salah satu dari 34 provinsi di Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Jawa, dengan ibukotanya Serang. Provinsi Banten dibagi dalam 4 kabupaten dan 4 kota. Sebelumnya, wilayah ini merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, katena populasi yang semakin meningkat maka Banten berdiri menjadi provinsi mandiri pada tanggal 17 Oktober 2000.

Pada masa sebelum kemerdekaan, Banten memiliki catatan sejarah yang unik dan menarik. Konon wilayah tersebut merupakan sebuah kerajaan Islam yang diperintah oleh seorang Sultan. Anda bisa baca artikel Raja raja yang pernah menguasai Kerajaan Banten

Sedangkan pada masa kolonial, Banten merupakan wilayah yang diincar oleh bangsa Barat karena letaknya yang strategis sebagai persimpangan perdagangan dunia. Sebagai contoh, wilayah ini pernah dikuasai VOC. Namun masyarakat Banten tidak diam begitu saja, mereka melakukan perlawanan di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1651.

Selengkapnya bisa anda baca pada artikel sejarah Perlawanan kerajaan Banten terhadap VOC

Peta Provinsi Banten
Jika dilihat dari peta, Provinsi Banten tampak sempit, namun sebenarnya wilayahnya luas. Pada peta di bawah ini bisa kita ketahui batas-batas prov. Banten. Di sebelah utara laut Jawa, sebelah barat selat sunda, sebelah selatan Samudera Indonesia, dan sebelah timur Provinsi Jawa Barat. Sedangkan ikon segitiga berwarna hijau muda menunjukkan gunung yang ada di provinsi tersebut.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat petannya di bawah ini. Berikut gambar peta Banten lengkap dengan letak 4 kabupaten dan 4 kota sebagai wilayahnya.

Gambar Peta Banten lengkap 4 Provinsi dan 4 Kota
Peta Banten lengkap 4 Provinsi dan 4 Kota

Daftar 4 Kabupaten dan Kota

Seperti telah diutarakan di atas bahwa Provinsi Banten dibagi dalam 4 kabupaten dan kota, berikut daftar nama kabupaten dan kota yang termasuk wilayah provinsi banten:

No Kabupaten/Kota Pusat Pemerintahan
1 Kabupaten Lebak Rangkasbitung
2 Kabupaten Pandeglang Pandeglang
3 Kabupaten Serang Ciruas
4 Kabupaten Tangerang Tigaraksa
5 Kota Cilegon -
6 Kota Serang -
7 Kota Tangerang -
8 Kota Tangerang Selatan -

Lambang Provinsi

Seperti provinsi-provinsi lain di Indonesia, Banten juga memiliki sebuah lambang yang cukup menarik. Di dalam lambang tersebut terdapat berbagai gambar dan warna yang kesemuanya memiliki arti. Di bawah ini adalah gambar lambang provinsi yang terletak di ujung Pulau Jawa tersebut.

Gambar Lambang Provinsi Banten
Lambang Provinsi Banten

Arti/makna lambang Provinsi Banten
  • Kubah Masjid: melambangkan bahwa masyarakat Banten merupakan masyarakat beragama.
  • Bintang bersudut lima: melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Menara Masjid: melambangkan menara Masjid Agung Banten, yang merupakan penuh semangat tinggi.
  • Gapura: yang digambarkan gapura Kaibon yang melambangkan bahwa Banten merupakan pintu gerbang peradaban dunia internasional.
  • Padi (kuning) berjumlah 17 dan kapas (putih) berjumlah 8, kelopak (coklat) berjumlah 4, kuntum bunga berjumlah 5, menggambarkan bahwa Provinsi Banten adalah daerah agraris,
  • Gunung (Hitam): menunjukkan kekayaan alam dan kenampakan alam dataran rendah maupun pegunungan.
  • Badak bercula satu: melambangkan bahwa masyarakat banten pantang menyerah dalam berjuang menegakkan hukum.
  • Laut biru: gelombang putih (berjumlah 17) melambangkan bahwa Banten juga merupakan daerah maritim yang kaya akan potensi laut.
  • Gerigi abu-abu (berjumlah 10): menunjukkan semangat kerja masyarakat Banten dalam membangun dalam berbagai sektor industri.
  • 2 garis marka (berwana putih): gambaran landasan pacu Bandara Soekarno Hatta.
  • Lampu bulat (berwarna kuning/beacon light) menggambarkan pemacu semangat untuk mencapai cita-cita kemakmuran.
  • Pita (berwarna kuning): menunjukkan ikatan persatuan masyarakat Banten.
  • Tulisan IMAN TAQWA: merupakan landasan pembangunan Banten yang Mandiri, Maju dan Sejahtera.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai Provinsi Banten, silahkan kunjungi situs resminya di: bantenprov.go.id

Demikian pembahasan Peta Banten lengkap 4 Provinsi dan 4 Kota, semoga menambah pengetahuan.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …