Skip to main content

Art The Eye As A Human Slide Projector

Art The Eye As A Human Slide Projector - The human eye is like a slide projector with an immeasurable number of images reserved in a cryptic library. Our inner slide projector is our inner memory and our outer visions are what will come to be. What makes this fascinating is how we store images and how our memory conceives them. We seem to see what we want to see and perceive things differently from person to person particularly when viewing art.

A famous anecdote that resonates this process concerns the use of visualization in scientific discovery. We ask what does science have to do with art? The answer remains in the fact that perception; whatever genre or area of distinction determines our understanding and emotion for the piece or subject. German chemist Kekule von Stradonitz 1829-1896 discovered the molecular structure of benzene a colorless liquid hydrocarbon that is derived from petroleum.

In his narration Kekule described having dreamed of a snake twisted in a circle eating its own tail. Kekule had been considering the problem of the underlying structure of organic molecules. He then suddenly realized that the snakes position in his image represented the key molecular structure he had been searching for. Without this important imagery Kekule might not have come to a conclusion therefore visual imagery was of great importance in his scientific findings. It proves that art is important in both pleasurable roles and imagery in any respect.

Art The Eye As A Human Slide Projector

Visual imagery played a crucial role in the Art of the Ancient Egyptians. The Hieroglyphs which are pictorials telling stories of everyday life are visual images at their finest. Although our eyes all see differently a common factor that we all share is the understanding of beauty. Hieroglyphs are some of the most beautiful forms of art ever created. They are simple in many respects and extremely complex in others.

The stories that the Ancient Egyptians share allows us to enter the mysterious enchanting world they lived in. Art can teach us so many things in addition to the aesthetics; in Egyptian art we have learned mummification religion agriculture and my favorite the weighing of the soul. In this process the weighing of the soul is when the God Anubis would put your soul which would look like a tiny unclothed person on one side of a scale and a feather on the other. The more distasteful things that you did in your life the more your soul would weigh.

If your soul were as light as a goose feather you would journey into a happy place in the afterlife. The visualization of this image in hieroglyphs is extremely moving and spiritual. Its an important part of history therefore an important part of art.

Visualization and visual images such as art and sculpture are an integral part of the work of an Art Historian Archaeologist or Psychologist because the actual seeing or seeing into. By using the eye as a slideshow one can achieve a distinctive role in analysis. Because of imagery society developed an appreciation for things visionary which would be the viewing of a painting recognizing symbols and understanding artistic values. It is because of our visual slide show that we can appreciate art as an optic representation.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …